Tags

, ,

Selama di Syria, kami diantar berkeliling oleh  warga Malaysia yang belajar di Syria. Karena teman abah yang sudah 2 tahun tinggal di Syria, kebetulan sedang ke Indonesia ketika kami berkunjung kesana. Benar-benar seperti ‘tour guide’ profesional. Menjelaskan secara detail sejarah dari setiap tempat yang kami kunjungi, membantu berbelanja di pasar, menawar barang, membeli makan untuk sahur dan berbuka (karena kami tidak lancar berbahasa arab :p)

Beliau juga bercerita bahwa di Syria, hanya sedikit mahasiswa Indonesia yang belajar. hanya sekitar 80 orang. Mungkin dikarenakan tidak ada beasiswa sedangkan biaya hidup disana cukup mahal. Sedangkan mahasiswa Malaysia ada sekitar 200 orang. Mirisnya, ternyata ada sekitar 2000 TKW yang bekerja di Syria. Maka tak heran jika orang Indonesia disana lebih terkenal sebagai TKW, bukan pelajar😦

Selanjutnya tempat yang kami kunjungi adalah bekas istana Kerajaan Romawi. Kerajaan yang dahulu sangat berkuasa sampai akhirnya takluk ditangan para pejuang Islam yang gagah perkasa.

Meski hanya reruntuhannya yang tersisa, masih dapat dibayangkan betapa megah dan agungnya istana itu dulu. Saya melihat banyak turis asing yang rata-rata berasal dari Jerman. Mungkin mereka juga mengenang masa kejayaan mereka dulu.

Ada satu bagian yang menarik dari istana tersebut. Bentuknya mirip bioskop, di bagian depan bukan layar, tetapi panggung yang tinggi. Semacam tempat untuk menonton opera. Ditambah lagi ketika saya memasuki ruangan tersebut, ada salah satu turis yang bernyanyi dengan suara falseto ala Gita Gutawa. Benar-benar serasa nonton opera😀

Di sekitar istana tersebut banyak dijumpai penjual kerajinan Syria seperti kain ataupun kenang-kenangan lain. Maklum, rasanya tempat itu memang istimewa.

Selama perjalanan menuju bekas istana Romawi, saya sering melihat tenda-tenda di tepi jalan. Rupanya itu adalah tenda dari suku yang nomaden. Semacam gipsi mungkin. Ah, maaf. saya benar-benar lupa nama sukunya.

Kami juga melewati daerah Syria yang berbatasan dengan Israel. Disana terdapat sebuah bukit yang dijaga ketat oleh tentara Syria. Di daerah tersebut juga banyak kamp tentara. Satu lagi fakta bahwa Syria adalah negara yang sangat melindungi rakyat Palestina, mereka menerima pengungsi dari Palestina dengan tangan terbuka. Tak kurang dari 500 warga Palestina yang bermukim di Syria. Satu lagi alasan Amerika untuk menggempur Syria.

Bahkan dalam buku panduan Syria untuk turis, Palestina dengan jelas ditulis sebagai negara yang berbatasan dengan Syria, selain Turki dan Yordania.

Tak jauh dari  bekas istana Romawi, terdapat gereja dari pendeta Buhaira.

Tahukah kamu siapa pendeta Buhaira itu?

Dahulu ketika Nabi Muhammad masih berusia sekitar 12 tahun, Abu Thalib (paman beliau) mengajak untuk berdagang ke negeri Syam. Selama perjalanan, mereka beristirahat di daerah Buhaira. Ketika itu ada seorang pendeta yang menemui beliau dan melihat tanda-tanda kenabian yang ada dalam diri Nabi Muhammad. Beliau berkata bahwa Muhammad lah Nabi yang disebut-sebut dalam injil sebagai nabi akhir zaman, penutup para Nabi. Kemudian beliau meminta Abu Thalib untuk segera membawa Nabi Muhammad kembali ke Mekkah agar tidak dicelakai oleh kaum Yahudi.

Benar-benar seperti belajar sejarah Islam secara ‘live’ bukan? ;D