Tags

, ,

Masjid menara putih.Masjid yang disebut dalam hadits sabagai tempat dimana Nabi Isa AS turun di akhir zaman.Masjid tersebut memiliki ornamen dari emas. Uniknya, dulu adalah gereja. Ketika ditaklukkan oleh penguasa Islam, menjadi separuh masjid-gereja. Akan tetapi karena dirasa tidak nyaman, adzan dan sholat yang bersahut-sahutan dengan bunyi nyanyian gereja, maka tempat itu sepenuhnya menjadi masjid. Dan umat Kristen dipersilahkan untuk membangun gereja di tempat yang baru.Masjid ini sempat  masuk di sebuah acara di trans TV ketika romadlon. Dikatakan bahwa ada empat menara masjid, yang , masing-masing dibangun oleh penguasa yang berbeda zaman. Mereka ingin membuat sesuatu yang bisa dikenang di masjid tersebut.

Seperti halnya di bekas istana Romawi, saya juga banyak melihat turis asing. Namun penampilan mereka berbeda. mereka memakai semacam jubah yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan tangan. Rupanya memang sudah aturan, ketika memasuki tempat yang suci atau bersejarah bagi umat Islam, harus menutup aurat. Cool!😀

Di bagian dalam masjid terdapat makam dari cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Husein bin Ali. Kali itu saya melihat banyak orang berkerumun dan menangis tersedu-sedu sambil membawa sebuah batu kecil. Belakangan saya baru tahu dari Abah,kalau itulah orang-orang Syiah. Yang meng’agung-agungkan’ keluarga Ali bin Abi Thalib.

Di masjid ini saya juga sempat disapa oleh gadis Syria. Dengan bahasa Inggris tentunya.😀 saya lupa namanya (maaf –“), yang saya ingat dia sedang kuliah tentang ekonomi. Saya sempat berfoto, dan ketika saya pamit, ada percakapan lucu.

“May i go first? my father is waiting for me outside masjid” kata saya dengan bahasa dan aksen yang ancur.

“mmm.what?your father is from swedia?” kata dia bingung. Batin saya, “jauh banget maksudnyaa”. oke. saya ulangi lagi. “my-fa-ther-is-wai-ting-for-me”.”oh..okay. hope you enjoy in Syria” legaaa.akhirnya dia mengerti juga.😀

Kemudian kami mengunjungi makam Sholahuddin Al Ayyubi.

Siapa yang tak kenal beliau? Orang Barat pun tak akan pernah lupa namanya.🙂

Dialah sang pemimpin perang untuk melawan tentara salib. Sehingga Eropa jatuh ke tangan umat Islam. Kami mendengar sebuah kisah dari Ubed. Pernah ada seorang warga negara Jerman yang berkunjung ke makam beliau, kemudian berteriak yang artinya kurang lebih, “wahai sholahudin, bangun! aku sudah disini. bangun! bangun dan lawan aku!”

Itu adalah ekspresi kebencian. Kebencian karena Eropa telah takluk di tangan beliau.

Lalu kami mengunjungi makam Bilal bin Rabbah. Subhaanalloh.

Saya tidak bermimpi. Mengunjungi makam sahabat Baginda Rasul. Apalagi teringat perjuangan beliau mempertahankan Islam, yang tidak menyerah meski disiksa, ditindih batu di tengah padang pasir. Dan tetap mengucap “ahad, ahad, ahad”

Air mata ini tidak bisa tidak menetes. Semoga Allah menguatkan saya, seperti Allah menguatkan Bilal.

*bersambung ke part 4