Tags

i found myself difficult to say sorry.

meskipun di dalam hati rasanya udah nggak karu-karuan, tetap aja nggak keluar kata maaf.

i can’t speak properly. semua pikiran carut marut, nggak tau mana yang harus diomongin duluan. jadinya malah berantakan.

i ruin it.

as always.

kamu tahu yang lebih parah?

ketika aku tau nggak enaknya nyakitin orang, tapi tanpa sadar aku ngulangin lagi.

the same mistake. kalo udah kaya gitu, apa aku masih pantes buat dimaafin?

aku pernah, melakukan sebuah kesalahan yang mengharuskan untuk minta tolong ke orang tua.

Dua hari, ya dua hari mulutku stuck nggak bisa ngomong apa-apa.

ketika waktu sudah semakin mepet, aku memutuskan untuk meminta maaf melalui hal yang aku bisa.

aku menulis kesalahanku di atas kertas. rentetan kejadian, kenapa aku bisa ngelakuin kesalahan.

and it’s work.

orang tuaku paham, tanpa ada kesalahpahaman.

dan mereka menolongku.

tapi memang ada seseorang yang meyakinkan aku, untuk berani minta tolong ke orang tua.

karena kesalahan itu, sudah diluar kemampuanku seorang diri.

thanks to you, for giving me so much courage to do the right things.

but i don’t know will i have that kind of courage, if i’ve done something wrong to you and ask for your apologize.

because it’s you. my strength that i’ve destroyed.

i guess i have to gain my own, right? so i can stand for you too.

sehingga aku mampu untuk memohon maaf darimu kemudian menjadi seseorang yang selalu bisa kamu andalkan ketika tak seorangpun berada di sisimu kecuali Allah.

will you forgive me?