Tags

, , , ,

Hari kedua di Kuala Lumpur. Mau kemana aja ya?

Sarapan pagi di warung dekat apartemen di daerah semacam perumahan. Dengan menu kare rajungan dan roti maryam saus kare. Maknyuuss! Oke saya memang suka-banget-sama-rajungan. Jadi ya buat saya enak banget. Roti maryam kare merupakan hal yang lumrah ditemui di Kuala Lumpur. Karena ternyata banyak juga orang Timur Tengah yang berdomisili disana. Ini pertama kalinya saya makan roti maryam pake kare. Rasanya gurih dan bikin mau-mau-lagi.

Image

 

-Roti maryam saus kare-

Setelah sarapan, kami meluncur ke Central Market. Shopping time! Di sana dijual berbagai macam cinderamata untuk oleh-oleh baik aksesoris, baju, coklat, dll. Sejak pertama datang, saya langsung memutuskan untuk memisahkan diri dari rombongan keluarga agar bisa enjoy keliling sendiri mencari oleh-oleh yang unik. Tempatnya sangat nyaman, perpaduan antara pasar dengan mall. Bersih, rapi, elegan, tapi nggak terlihat ‘mahal’. Coklat dijual dengan berbagai merk, ukuran, rasa yang bisa menyesuaikan budget. Sering juga penjualan per-paket tergantung toko. Jadi harus pandai memilih. Untuk harga aksesoris ada yang sama dimanapun tokonya seperti kartu pos dan gantungan kunci tertentu. Ada pula yang bisa dapat harga murah, terutama kalau penjaga tokonya dari Indonesia dan kita bisa SKSD😀

Hati saya tertambat pada gantungan hp dari kulit sapi asli berbentuk sepatu. Sampai tiga kali bolak-balik ke toko karena penjaganya ga dateng-dateng. Ketika rombongan keluarga mau pulang, saya nekat kabur sebentar berharap penjaganya udah dateng. Alhamdulillah. I got it!

Image

 

-Gantungan hp bentuk sepatu dari kulit sapi asli-

Di sebelah Central Market ada Kasturi Walk. Suatu jalan yang isinya pedagang kaki lima di kios-kios. Mirip di film korea yang sering saya tonton. Suka banget! Disana nggak beli apa-apa. Cuman memanjakan mata aja😀

Image

 

-Kasturi Walk-

Yang menarik perhatian saya lagi adalah sistem parkir di Kuala Lumpur yang menggunakan mesin. Mobil masuk, mendapat karcis parkir. Saat akan keluar, karcis dimasukkan ke dalam sebuah mesin di dalam Central Market dan keluarlah biaya parkir yang harus dibayar. Lalu mendapatkan karcis lagi untuk keluar parkiran. Setelah membayar, pengunjung diberi waktu 15 menit untuk keluar atau harus bayar parkir lagi. Kalo pas lagi rame banget trus macet ga bisa keluar gimana ya?

Image

 

-Mesin parkir di Kuala Lumpur-

Kemudian kami menuju ke toko coklat Beryl’s Chocolate Kingdom. Adik saya penasaran seperti apa tokonya. Dan barangkali bisa dapet coklat yang enak dan lebih murah dari Central Market. Pertama masuk, kami diberi stiker yang ditempel di lengan. Lalu ditunjukkan mesin pembuat coklat. Di dalam toko banyak sekali ruangan, namun penataannya tidak ada yang istimewa. Harga coklat juga tidak lebih murah daripada di Central Market. Malah justru ada jenis coklat Beryl’s yang saya lihat di Central Market, tapi tidak ada sama sekali di toko. Ada yang tahu kenapa begitu?

Sore harinya kami ke Twin Tower Petronas. Berfoto bersama keluarga di taman yang terdapat air mancur berjejer. Rupanya daerah ini juga menjadi tujuan wisata para turis. Saat mengambil foto Twin Tower, adik saya berkata bahwa menara ini akan lebih bagus jika difoto saat malam hari. Abah saya memutuskan untuk Sholat Maghrib terlebih dahulu baru kembali ke Twin Tower.

Image

 

-Sembilan :)-

Sholat Maghrib di masjid yang tak jauh dari Twin Tower. Parkir luas hingga basement. Dan lagi-lagi saya temui guide masjid yang menunjukkan tempat wudhu serta tempat sholat. Adakah yang seperti ini di Indonesia? Masjid Istiqlal? Al-Akbar Surabaya? Tempat sholat ber-AC dan berkarpet yang Masya Allah nyaman sekali untuk bermesra denganNya. Ba’da Maghrib ada kajian yang sepertinya rutin, serta berapapun jamaah yang ikut, pengajian tetap berlangsung.

Twin Tower Petronas di malam hari benar-benar menakjubkan. Masya Allah. Lampunya megah sekali. Bila manusia saja mampu menciptakan seperti itu, betapa Maha Sempurnanya Sang Pencipta Manusia. Kami menikmati taman yang berbeda dengan sore harinya. Taman ini lebih luas, ada kolam yang juga terdapat air mancur warna-warni. Saat berfoto dan menikmati keindahan Kuala Lumpur, pukul 8pm tiba-tiba lampu taman mati. Seketika terdengar suara alunan musik dari speaker taman. Kemudian lampu menyala dan air mancur menari dengan indahnya mengikuti alunan musik! Its a fountain concert! WOW! Pemandangan ini amat mempesona, i got an eyegasm! Dan gilanya, semua ini bisa dinikmati gratis oleh siapapun. Iseng saya tanya adik saya yang kebetulan kuliah di ITB, “Anak ITB, bisa bikin kaya gini ga? Kok di Indonesia ga ada?” *senyum-senyum*

Image

 

-Fountain Concert-

Image

-Twin Tower Petronas-

To be continued.