Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

foto ilustrasi google

foto ilustrasi google (tengkleng, selat solo, sate buntel, nasi liwet)

Selain wisata budaya, salah satu yang wajib dilakukan di Solo adalah mencicipi kuliner khasnya. Sebut saja tengkleng kambing, sate buntel, nasi kucing, cabuk rambak, selat solo, gudeg ceker dan nasi liwet.

Cara paling singkat untuk menikmati semua kuliner tersebut dengan harga terjangkau adalah dengan datang ke Galabo (Gladak Langen Bogan). Galabo merupakan kumpulan dari pedagang kaki lima yang buka hanya pada malam hari saja dengan memanfaatkan jalan raya yang ditutup sebagai lokasinya. Sangat mudah mencari lokasi Galabo yang terletak di depan Pusat Grosir Solo (PGS). Setiap malam minggu ada suguhan live music yang bisa kamu nikmati sepuasnya.

Galabo

Galabo

Di Galabo saya dan suami menikmati cabuk rambak dengan harga 4.000 rupiah/porsi. Cabuk rambak merupakan lontong/ketupat yang dipotong-potong kemudian diberi bumbu kacang serta tambahan bumbu dari parutan kelapa dan krupuk beras. Menurut saya sih, rasanya biasa saja. Tapi menurut suami, bumbu yang dari kelapa rasanya sangat khas sehingga membuat enak cabuk rambak tersebut.

Bila kamu menginginkan kuliner khas Solo dengan kepastian rasa yang enak, mencoba tempat-tempat yang terkenal pun bisa. Untuk tengkleng kambing maupun sate buntel, kamu bisa mengunjungi Warung Sate Kambing Bu Hj. Bejo yang berlokasi di dekat PGS juga. Meski yang terpampang nama sate, disana juga menyediakan tengkleng dan sate buntel. Sayangnya ketika saya kesana pada sore hari sekitar pukul 15.00, tengklengnya sudah habis.

Sate buntel merupakan daging kambing yang dihaluskan, diberi bumbu kemudian dibungkus dengan lemak tipis lalu dibakar. Rasanya lebih gurih dari sate kambing biasa. Sate buntel bisa kamu nikmati dengan harga 40.000/porsi belum termasuk nasi putih. Kalo kamu nggak laper banget, boleh pesan setengah porsi saja satenya. Atau satu porsi dibagi berdua sama temen. Hehe.

Untuk menikmati nasi kucing, kamu bisa mengunjungi warung tenda susu shi jack. Nasi kucing merupakan nasi bungkus dengan porsi sangat kecil dan berbagai macam pilihan lauk. Disana selain makan nasi kucing, kamu juga bisa menikmati susu sapi segar asli boyolali dengan berbagai rasa. Tak heran warung ini hampir selalu dipenuhi anak muda setiap harinya. Lokasi shi jack banyak tersebar di penjuru Kota Solo.

IMG_0065

nasi kucing lauk bandeng

Untuk gudeg ceker, selat solo dan nasi liwet kami belum sempat mencoba. Seingat saya, dulu pernah diajak menikmati selat solo bersama adik. Yaitu Selat Solo Tenda Biru. Tempatnya kecil ramai. Rasanya seperti steak tapi ala jawa. Disajikan bersama sayuran yang sudah direbus.

Gudeg ceker bisa ditemukan di Galabo. Saya belum mencoba karena sudah kenyang. Takut mubadzir hehehe. Untuk nasi liwet, bisa ditemukan dimana saja. Salah satunya di sebelah warung tenda susu shi jack di dekat PGS.

Kuliner lain yang wajib dicoba di Solo salah satunya Zuppa soup. Soup ala Eropa ini entah kenapa banyak sekali kita temukan. Padahal di kota lain saya jarang menjumpai. Kedai zuppa soup yang enak berlokasi di sekitar Stadion Manahan, Zeffa Soup. Buka pagi saat breakfast time. Selain zuppa soup, disana juga terdapat makanan lain seperti spaghetti dan berbagai snack.

Zuppa soup sausage cheese. Satu porsi masih kurang! XD

Zuppa soup sausage cheese. Satu porsi masih kurang!😄

Atas rekomendasi adik, kami juga mengunjungi kafe yang sedang hits di Solo. Warung Orange yang berada di Jl. Kapten Mulyadi, dekat RS Kustati. Kebetulan suami pecinta makanan ala Eropa, jadi kloplah kita. Untuk harga lumayan overpriced, cocok untuk hangout sekali-sekali bersama teman. Varian menunya banyak, mulai pasta, steak, pizza dan olahan lain. Minuman yang sedang hits pun tersedia disini seperti green tea maupun red velvet. Info lebih lanjut tentang Warung Orange bisa kamu temukan disini http://www.warungorange.com/home/.

Beberapa menu : red velvet latte, varian pizza dan chicken

Beberapa menu : red velvet latte, varian pizza dan chicken

Rupanya kafe ini sangat terkenal di Solo karena selalu ramai pengunjung. Meski tempatnya kecil dan hanya tersedia 50an kursi saja. Satu yang saya sangat salut, ketika adzan maghrib berkumandang, pemiliknya mematikan backsound musik untuk sementara🙂

Benar-benar orange :D

Benar-benar orange😀

Sebelum berkunjung ke Warung Orange, kami sempat sholat di Masjid Assegaf yang berlokasi tidak jauh dari sana. Masjidnya sangat nyaman, tempat wudhu terpisah laki dan perempuan, tersedia mukena dan tempat sholat juga terpisah antara laki dan perempuan. Disana saya menemukan pemandangan unik. Terdapat tulisan yang mengatakan bahwa bagi jamaah dilarang untuk menggelar sajadah. Wow. Ide bagus agar shaf jamaah menjadi rapat. Namun untuk mewujudkan hal itu, pihak masjid memang harus menyediakan dana untuk menutup seluruh lantai masjid dengan karpet yang menempel langsung ke lantai. Insya Allah bukan perkara yang sulit untuk mewujudkan niat baik.🙂

Masjid Assegaf

Masjid Assegaf

Sekian edisi trip to Solo kami, sampai jumpa di trip selanjutnya!🙂