Tags

, , , , , ,

bungur

pict from http://www2.jawapos.com/baca/artikel/8913/hitung-ulang-bagi-hasil-bungurasih

Ketika tahu bahwa Hari Kamis tanggal 24 Desember ada agenda di Malang, saya dan suami secara otomatis siap siaga. Gimana enggak, 24-25 libur tanggal merah. Sabtu libur untuk yang memang libur. Jadilah long weekend. Rabu sore 23 Desember bakal jadi perang besar-besaran buat yang mau berlibur naik bus. Kami memang lebih suka pakai bus daripada nyetir mobil sendiri soalnya kalau di bus tinggal tidur aja nggak perlu capek nyetir.😀

Tips buat pengendara bus antar kota macam saya :

  1. Sudah packing sejak sehari sebelumnya. Rabu masih kerja sampai jam 2 siang. Pulang kerja bisa langsung cus terminal.
  1. Bawa barang bawaan sesimpel mungkin. Kalau perlu cukup tas yang nempel di punggung aja.
  1. Ada beberapa terminal bus yang bisa diakalin, alias naik bus di tempat penurunan. Di terminal Jombang, saya selalu naik bus di tempat penurunan penumpang.
  1. Dalam perjalanan dari Jombang ke Malang, saya oper bus di Surabaya. Kalau mau libur panjang, bus yang selalu penuh adalah yang keluar dari kota-kota besar atau menuju kota destinasi wisata. Misalnya keluar Surabaya. Jadi bus yang menuju Surabaya justru nggak penuh-penuh amat. Sebaliknya yang menuju Malang pasti berdesak-desakan.
  1. The battle begins. Sebelum masuk Terminal Bungurasih, di sebelah kiri jalan banyak orang berdiri bawa tas ransel, persis penampakan orang mau bepergian. Mereka yang berjejer-jejer di jalan sebelum masuk terminal patut dicurigai. Ada apakah? Kan harusnya kalau mau naik bus ya di terminal. Kok mereka kaya mau nyegat bus di luar terminal?
  1. Masuk terminal, jeng jeng jeng!!! Lautan manusia, Bung! Padahal baru jam 5 sore. Semakin malam pasti semakin ramai. Di tempat penurunan penumpang, banyak sekali orang bertebaran. Setelah saya turun dari bus, banyak penumpang yang langsung naik bus yang barusan saya naiki. Artinya, di tempat keberangkatan, tidak ada bus yang stand by dan banyak sekali penumpang yang antri sehingga mereka sampai menyusul bus di tempat penurunan penumpang.
  1. Saya dan suami sepakat. Setelah turun bus kami tidak beranjak ke tempat keberangkatan. Hanya berdiri di situ saja sambil menunggu bus dari Malang datang. Mengapa kami tidak menunggu bus di tepi jalan sebelum masuk terminal? Karena hal itu tidak efektif. Masih banyak penumpang yang belum turun meski mungkin ada kursi yang sudah kosong. Lain halnya bila menunggu di tempat penurunan. Penumpang bus semua akan turun.

Tidak lama kemudian bus yang kami tunggu akhirnya tiba. Kami mendekat, beberapa orang juga mengikuti. Setelah semua penumpang turun, kami langsung naik. Pasti kursi masih kosong dan pasti kami dapet tempat duduk.

  1. Bus kemudian berjalan menuju tempat keberangkatan. Ketika lewat parkiran, bus sudah dicegat oleh calon penumpang. Banyak sekali yang naik sampai kursi bus penuh! Perlu diingat, bus belum sampai di tempat keberangkatan.
  1. Sampai di tempat keberangkatan, whoaaaaaaa. Another lautan manusia. Semua orang berlomba naik bus, sayang sekali kursi sudah penuh sehingga hanya bisa berdiri. Padahal itu masih sore. Nggak kebayang gimana malem harinya.
  1. Bus selalu penuh sampai saya turun di Singosari. Ada beberapa penumpang yang turun sebelum Singosari, tapi lebih banyak lagi yang mau naik. Di Porong, Apollo, Pandaan, dll.
  1. Hasil dari bus yang penuh nuh adalah, tidak ada pengamen. :”) Karena bus AC, tidak perlu khawatir ada yang merokok. Yang disayangkan tidak ada penjual yang naik. Padahal saya kehausan banget. So, bawa bekal is a must. Saya cuma bawa cemilan aja. Hahahaa. Bawa film juga boleh buat ditonton di bus. Atau bawa buku. Bawa bantal leher. Atau apapun yang bisa bikin kamu nyaman selama di perjalanan.
  1. Siapkan uang pas di tempat yang terjangkau sehingga nggak perlu mengaduk-aduk isi tas. Sebaliknya, letakkan dompet di tempat yang aman.
  1. Meski kamu sudah dapet tempat duduk, tapi kalau ada yang lebih membutuhkan seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, berikanlah tempat dudukmu pada mereka. Atau kalau anak-anak, bisa dibantu dengan dipangku.😀 Yakin deh, kalau kamu berbuat baik, Allah pasti akan membalas dengan jauh lebih baik lagi.
  1. Banyak berdoa selama di perjalanan. Salah satu doa yang dikabulkan adalah doa seseorang yang sedang dalam perjalanan. Pun kita tidak tahu apakah kita bisa selamat sampai di tujuan.

Insya Allah dengan tips di atas, perjalanan panjang naik bus saat mau liburan bisa lebih bermakna.

Sebenernya sedih sih kalau ada penumpukan penumpang gitu. Apakah Dinas Perhubungan sudah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menyediakan bus ekstra? Bila belum, amat disayangkan. Saya yakin bus itu kelebihan muatan. Gimana enggak? Kapasitas 55 kursi tapi ada 100 orang lebih yang naik. Untung pak sopirnya pengertian sehingga melaju dengan kecepatan standar, nggak ugal-ugalan.

Bila ternyata sudah diantisipasi, armada bus sangat perlu ditambah lagi. Kasihan penumpangnya. Banyak yang terlantar. Bus nya sih seneng aja dapet pemasukan banyak, penumpang yang naik juga terpaksa berdesak-desakan karena ingin tiba di tempat tujuan. Saya juga tidak bisa menyalahkan mereka. Bila boleh memilih memang nggak usah pergi kemana-mana kalau mau liburan panjang. Di rumah aja. Toh banyak juga aktifitas yang bisa dikerjakan. Tapi namanya ingin kumpul dengan keluarga saya kira sesuatu hal yang sangat wajar.

Di terminal, saya sempat baca spanduk dengan pesan “Lebih Baik Tidak Berangkat Daripada Tidak Pernah Sampai”. Keamanan memang yang paling utama. Pikirkanlah masak-masak sebelum keluar kota saat libur panjang. Apakah acara tersebut sangat penting sekali sehingga kita harus datang? Jangan lupa untuk merencanakan serta mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Pastikan tujuan kamu bermanfaat. Sehingga perjalananmu tidak menjadi sia-sia.🙂

Selamat berlibur!

IMG_6388

1. Dari pakir bus menuju tempat keberangkatan penumpang 2. Di tempat penurunan penumpang 3. Di tempat keberangkatan penumpang