Tags

, , , , , , , , ,

IMG_3603

hall besar di sudut Changi yang dimanfaatkan untuk tidur

Bulan Maret-April kemarin saya berkesempatan untuk merasakan traveling sendirian ke luar negeri. Enggak murni sendirian sih, lebih tepatnya naik pesawat sendirian PP dari Surabaya ke Hongkong dan harus transit dan menginap di bandara.

Perburuan tiket yang murah mengharuskan saya transit selama 6-7 jam di Bandara Changi. Alhamdulillaah dapet tiket promo Singapore Airlines 2,8 juta pp all in termasuk meal dan free bagasi 30 kg. Lebih murah dari maskapai low cost yang masih sekitar 4 juta-an. Jadwal flight saya SUB-SIN 27 Maret jam 18.40 lanjut SIN-HKG 28 Maret jam 07.35 dan HKG-SIN 4 April jam 19.55 lanjut SIN-SUB 5 April 07.50.

Saya merencanakan liburan ke Hongkong, Shenzen dan Macau bersama suami. Lagi-lagi karena jadwal, maka kami baru bisa bertemu di bandara Hongkong karena suami flight dari Beijing. Praktis saya harus menginap di Changi sendirian. Meskipun sudah pernah menginjakkan kaki di Changi, rasa deg-degan masih tidak terelakkan. Bisa nggak ya survive pergi sendirian? Cewek, pake jilbab, pergi jauh ke negeri orang.

Karena kebiasaan yang prepare banget, saya sampai browsing dan menyimpan denah bandara Changi dari terminal 1-3. Mengira-ngira akan turun di gate mana, harus jalan kemana dan naik apa untuk bisa ke snooze lounge. Ya, bandara Changi dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik di dunia untuk transit a.k.a tidur. Di spot tertentu, mereka menyediakan kursi panjang untuk berbaring. Syaratnya cuma dua, belum keduluan dipakai orang dan punya boarding pass untuk penerbangan selanjutnya. Mengingat Changi adalah bandara transit dan beroperasi selama 24 jam, harus punya strategi matang biar kebagian kursi tidur. Apalagi dari gate satu ke lainnya jaraknya sangat jauh. Begitu turun dan tahu di gate berapa, harus segera lihat denah biar tahu kemana arah yang harus dituju.

IMG_3560

snooze lounge yang nyaman untuk tidur

 

Selain snooze lounge, yang tak kalah penting adalah mushola/prayer room karena saya masih akan melewati waktu subuh sebelum flight selanjutnya. Saya juga menandai spot makanan halal, barangkali tengah malam kelaparan meski udah dapet meal di pesawat.

Apa saja perlengkapan yang perlu disiapkan?

  1. Baju yang nyaman. Selama perjalanan masih belum butuh foto-foto, kecuali kamu seorang artis yang airport fashionmu akan sangat diperhatikan orang. Saya aja pakai jilbab bergo alias slobokan.
  2. Jaket untuk menutupi badan saat tidur.
  3. Kain yang lebar (bisa sarung bali) untuk menutup badan bagian bawah.
  4. Yang paling penting : bantal leher.
  5. Perlengkapan tidur lainnya (misal penutup mata, kaos kaki, dkk)
  6. Ambil airport map seketika setelah mendarat. In case semua alat elektronikmu mati dan kamu belum sempet ngecas. Biar kamu juga nggak bolak-balik mencet airport directory gara-gara buta arah.

 

IMG_3556

booklet panduan bandara yang bisa diambil secara cuma-cuma

IMG_3569

ready to sleep

Pada dasarnya, Changi adalah bandara yang aman. Ditinggal tidurpun tasmu nggak akan ilang. Pun kalo nggak kebagian kursi di snooze lounge, bisa langsung ngglethak di lantai yang full karpet kalo nggak nyaman mlungker tidur di sofa yang banyak tersedia di sana. Tapi untuk jaga-jaga nggak ada salahnya, saya tidur sambil mendekap tas ransel. Itung-itung jadi guling.

IMG_3625

pilihan tempat lain untuk tidur

Saat transit menuju Hongkong, saya akhirnya dapet spot di snooze lounge setelah menunggu kurang lebih 1 jam. Saya bertahan untuk menunggu karena ada tanda-tanda penumpang yang akan pergi : hanya berbaring saja, nggak tidur. Atau tidur tapi nggak full gear. Cuma merem aja nggak pakai selimut, kaos kaki atau penutup mata. Kebetulan saat itu ada perbaikan sehingga istirahat saya nggak begitu nyenyak. Jam 3 pagi dibangunkan oleh petugas imigrasi dan polisi bandara untuk pemeriksaan boarding pass. Kalo nggak punya? Akan diminta untuk segera meninggalkan lokasi transit menuju free hall. Seragamnya sih rada horor. Bawa pistol laras panjang segala. Tapi saya mah adem-ayem aja. Saya kan punya boarding pass. Wek.

Memasuki waktu subuh saya ke prayer room, harus berjalan kaki agak jauh dari snooze lounge. Kemudian ke kamar mandi sebentar untuk bersih diri dan siap untuk penerbangan selanjutnya. Keluar kamar mandi saya menyempatkan berkeliling bandara. Pukul 05.00 pagi masih sangat sepi. Banyak hall besar yang ternyata dipakai tidur tidak hanya oleh penumpang, tapi juga petugas bandara. Mereka menggunakan sleeping bag sebagai alas. Saya rasa Changi benar-benar memanjakan para traveler. Tiba-tiba saya kepikiran gimana entar di bandara Hongkong bakal ngehubungin suami, kan nggak punya simcard sana. Thanks to technology, pasti ada wifi gratis lah ya sampai ke hall kedatangan.

IMG_3616

subuh di Changi

Sampai di Hongkong saya langsung menuju hal kedatangan untuk mencari kursi tunggu. Setelah beristirahat dan mengelilingi booth di bandara, pesawat suami akhirnya tiba. Melihat suami muncul dari pintu kedatangan tidak pernah sebahagia ini. Yeay! Finally kami liburan lagi. Atas perlindungan Allah, saya bisa melalui perjalanan sendirian menuju Hongkong tanpa kurang suatu apapun.

IMG_3643

welcome to Hongkong😀

Perjalanan pulang dari Hongkong seharusnya terasa lebih mudah. Sayangnya saya harus turun di gate dan terminal yang berbeda saat berangkat. Otomatis harus mencari-cari lagi. Saya pun tidak kebagian snooze lounge di dekat gate keberangkatan dan tidak ada tanda-tanda akan ada penumpang yang bangun dan pergi. Jadilah saya melangkahkan kaki ke mushola untuk tidur di sana mengingat flight pagi yang mepet dengan waktu subuh dan saya nggak mau ngemper di lantai karpet. Daripada saya harus bolak balik gate-mushola-gate. Ternyata tidur di mushola adalah pilihan yang salah. Karena mushola di Changi sangat dingin sekali. Bahkan jaket super tebal tak mampu menghangatkan. Saya terbangun berkali-kali karena kedinginan. Setelah subuh saya menuju gate keberangkatan dan menyadari, suhu di luar mushola jauh lebih hangat.  Apalah daya, sudah terlanjur. Selama di pesawat menuju Surabaya, saya benar-benar membayar hutang tidur. Sejak take off sampai landing sudah memejamkan mata dan baru melek waktu pesawat sudah di Bandara Juanda.

IMG_4603

see you, Hongkong!

 

Bila sebelumnya saya yang menyambut suami di pintu kedatangan, kali ini suamilah yang menyambut saya. Beliau beruntung mendapatkan tiket direct flight dari Hongkong ke Surabaya. Meski saya lebih dulu meninggalkan Hongkong, beliau yang lebih dulu tiba di Surabaya.

IMG_4670

ada yang lelah kena flight pagi buta

Trip kami berakhir. Alhamdulillaah atas ijin Allah saya berhasil melalui perjalanan pulang pergi keluar negeri sendirian. Kuncinya adalah banyak berdoa. Minta ridha dari suami bahwa beliau mengizinkan kita perjalanan sendirian. Kuasai informasi selengkap-lengkapnya. Dan ini adalah pengingat kemanapun saya pergi : selama kamu masih bisa membaca dan bertanya, kamu nggak akan nyasar.😄

source :

  1. http://www.sleepinginairports.net/
  2. http://id.changiairport.com/facility/napping-area