MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

 
Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

 
“Mengoordinir”

 
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

 
1. Koordinator/manajer bagi diri sendiri, keluarga dan manajer rumah sakit

2. Mengoordinir hak dan kewajiban dari diri sendiri (ibadah dan muamalah), mengoordinir aktifitas keluarga agar sejalan dengan visi dan misi yang telah disepakati, membuat rumah sakit menjadi lebih baik dalam hal pelayanan baik untuk pasien maupun karyawan (akreditasi internasional)

3. Memiliki pertanggungjawaban yang baik ketika nanti dipanggil oleh Allah SWT, memiliki keluarga yang diberkahi Allah, memiliki amal jariyah di rumah sakit yang bisa bermanfaat untuk banyak orang

 
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

 
1. Menjadi anak, istri, dan ibu yang menjalankan peran sebagai hamba Allah dengan sebaik-baiknya

2. -Menjadi pribadi yang lebih tawadhu’ (rendah hati)

-menjadi manajer keluarga yg handal (mendidik anak sesuai fitrah, mendampingi suami dalam mengemban misi hidup)

-menjadi manajer rumah sakit Islam dan mengembangkannya (bisa berkembang menjadi direktur, membawa RS ke akreditasi internasional)

-berbagi ilmu kepada orang lain tentang pengetahuan yang telah diperoleh (menjadi anggota komisi akreditasi rumah sakit dan surveior akreditasi)

3. Diterima di program studi S2 Manajemen Rumah Sakit, menemani suami dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi, menyiapkan diri menjadi ibu dan istri yang profesional dengan banyak membaca maupun belajar dari pengalaman orang lain, rutin mendalami ilmu agama dari guru/ulama baik melalui media online maupun kajian langsung

 
Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulsi IIP/

Advertisements