Games tantangan dari kelas bunda sayang IIP bikin adem panas. Kenapa? Karena targetnya bisa menerapkan komunikasi yang produktif. Lalu kemudian saya ngaca, apa saya sudah menjalankan komunikasi produktif dengan suami maupun keluarga yang lain? Kayaknya sih belum. Soalnya saya banyak ngambeknya kalo nggak dituruti. #eaaaa

Setelah konsultasi dengan suami, kami sepakat untuk menerapkan poin “I am Responsible for My Communication Result”. Penyebabnya tidak lain tidak bukan ya saya sendiri. Contohnya begini :

F : “Nanti malem mau beli lauk nggak?” (Sebenernya pengen banget tapi sungkan kalau nggak ngasi tau suami)

S : “Nggak usah, kan makanannya udah banyak”

F : “Banyak gimana, buktinya semalem aku kelaperan sampe kepalaku pusing”

S : “Udah nggak usah beli, kan lagi diet”

F : “Yaudah ayang aja yang diet. Aku tetep makan pokoknya” *ngambek*

Maunya sih menyampaikan pesan kalau saya pengen beli lauk tambahan biar nggak kelaperan karena kalau kelaperan, migrain saya bisa kambuh dan itu nggak enak banget. Bukan masalah dietnya, apa enaknya diet kalau bikin kepala pusing ya kan?

Tapi ya gitu. Saya nggak mau pusing-pusing menjelaskan dan langsung ambil jalan pintas, ngambek. Yang jelas saya tetep beli, terserah suami mau makan apa enggak.
Akhirnya fungsi komunikasinya nggak ketemu. Padahal komunikasi kan tujuannya menyampaikan pesan supaya penerima pesan paham dan tujuan komunikasi tercapai. Lha ini penerima pesan nggak paham, penyampai pesan ngotot. Padahal kalo suami belum paham, harusnya cari cara lain biar pesannya nyampe. 😂

Kesimpulan hari pertama tantangan : masih gagal total. Semoga besok ada perbaikan. 💪

#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip