Poin “Clear and Clarify” dalam komunikasi produktif dengan pasangan insya Allah sudah diterapkan. Saatnya menerapkan poin yang lain. Kemudian saya berinisiatif untuk menerapkan “Intensity of Eye Contact.” Gimana maksudnya nih?

Bagi suami istri, penting untuk menjalankan komunikasi dari hati ke hati. Apa yang berangkat dari hati maka akan sampai ke hati juga. Apalagi kalau ingin menyampaikan sesuatu yang sensitif seperti mengingatkan suami. Suami hanya manusia biasa yang bisa salah dan lupa seperti halnya kita. Tantangannya, gimana caranya mengingatkan suami dengan cara yang santun? Kontak mata adalah salah satu caranya.

Saya sendiri kalau salah seringkali udah tahu salahnya dimana, tapi nggak mau disalahkan. 😂 Butuh waktu, proses untuk bisa mengakuo dan belajar dari kesalahan tersebut. Maka seharusnya saya juga harus bersikap demikian kepada orang lain. Saat suami keliru, tahan dulu dari mengeluarkan kata-kata yang tak bermanfaat.

“Kan aku udah bilang kalau bla-bla-bla, masak lupa. Baru aja kemarin aku kasih tahu”.

Apa kalau gitu suami bakal inget? Engga. Yang ada malah jadi merasa tidak dihargai padahal udah berusaha-meski masih belum benar.

Maka inilah yang saya lakukan. Saat suami melakukan kesalahan, tarik napas, hembuskan. Lakukan berulang sampai otak bisa berpikir jernih. Dekati suami dan lakukan kontak mata. Pilih kalimat yang tidak menjudge.

F : “Eh, kemarin aku udah bilang belum kalau ….”

S : “Ummm. Kayaknya udah deh.”

F : “Bener nih udah? Tapi ayang kenapa ……..(melakukan kesalahan) ? ”

S : “Hehe. Lupa kalo kemarin udah dibilangin”

F : “Hayooo, lain kali diinget-inget yaaaa”

Kan enak. Nggak jadi marah. Beda kalau cuma ngomel aja, udah gitu ngomelnya sambil lihatin hape. Gimana mau bicara dari hati ke hati? ❤️

#level1

#day7

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip 

Advertisements