Saat menikah dengan suami, saya mengamati bahwa kami memang berbeda dalam banyak hal. Namun perbedaan itu sebisa mungkin akan dikompromikan sehingga bisa seirama.

Contohnya ketika saya ingin mendalami Bahasa Inggris untuk menulis, berbicara maupun untuk proses wawancara. Suami menyarankan agar saya belajar otodidak sendiri di rumah dari berbagai sumber gratis yang bisa diperoleh dari internet. Namun saya menolak karena saya sangat sulit untuk belajar otodidak. Di luar kelas, saya hanya bisa maksimal untuk mengerjakan tugas, bukan menambah suatu skill.

Saya merayu beliau agar memberi izin saya mengikuti les di Pare selama 2 minggu. Dengan catatan saya harus serius dan jangan sampai dari kursus tersebut hanya dapet capeknya saja. Deal! Dua minggu saya jalani disana alhamdulillaah membawa manfaat yang sangat besar yang bisa dibagi tidak hanya untuk suami akan tetapi juga teman-teman yang membutuhkan. 

Skill wawancara akhirnya bisa membantu saya, suami dan teman dalam memperoleh beasiswa maupun diterima untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Skill menulis sangat terasa manfaatnya dalam penulisan tugas maupun jurnal dalam menempuh pendidikan S2. Saya berhasil meyakinkan suami bahwa memang beginilah cara belajar saya yang optimal. 🙂

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Advertisements