Our Precious Project 10


Dosen yang bersedia membimbing bisa ditemui pukul 08.40 setelah beliau mengajar. Saya sudah siap-siap sejak pukul 08.00 dari kos. Apa daya ojek yang dipesan nggak datang-datang jadi harus order ojek lainnya. 😭

Alhamdulillaah bisa sampai kampus tepat waktu dan akhirnya pukul 9 tepat berkonsultasi dengan dosen. Well, ternyata konsultasinya membutuhkan waktu 1 jam. Nggak kerasa gitu hahahaha. Beliau banyak memberi masukan tentang pilihan dan penulisan kata. Dapet ilmu baru deh. Bakal lembur nih secara hari ini deadline wkwkwk. 

Eh tapi setelah konsul, mendadak dapat email pengingat untuk segera submit fullpaper dan batasnya diperpanjang sampai 30 Agustus. Masya Allah 😭😭😭. Seneng banget lho otaknya bisa dipake istirahat dulu #lebaymodeon. Mudah-mudahan akhirnya saya bisa mempersembahkan yang terbaik semaksimal mungkin. Aaamiin.

#Day10

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KelasBunsayIIP

Advertisements

Our Precious Project 9

Sore hari setelah keliling mencari dosen pembimbing, akhirnya saya curhat ke istri sepupu saya juga sahabat sejak SMP. 🀣 Beliau sudah S2 lebih dulu dan 30 Agustus nanti akan sidang tesis. Saya mau berguru kepada beliau terkait dunia perkuliahan S2. Sudah pasti beliau lebih berpengalaman dari saya kan. Hohoho.

Ternyata beliau mengalami banyak sekali suka duka saat mengerjakan tesis. Namun tekadnya sungguh luar biasa. Dari beliau saya banyak belajar tentang pantang menyerah dan rasa nerimo dengan memperbaiki semaksimal yang kita bisa. Wah, saya yang baru ngurus jurnal aja udah rempong. Apalagi beliau yang tesis ya. Saat beliau meminta bantuan saya untuk menemani ketika sidang tesis, saya langsung mengiyakan. Mudah-mudahan saya bisa ketularan lulus tepat waktu. πŸ™‚

Insya Allah makin semangat lah ini buat submit fullpapernya. Semangat!

#Day9

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KelasBunsayIIP

Our Precious Project 8

Ketika fullpaper Bahasa Inggris sudah selesai ditulis, karena ini adalah proyek saya dan suami, jadi saya minta suami ngoreksi dong ya. Dan benarlah, masih banyak yang harus diperbaiki wkwkwk. Alhamdulillaah masih ada yang membantu. Saat hasil revisi sudah fix, saya mengontak dosen pembimbing supaya bisa dikoreksi. Maklum masih mahasiswa baru. Ilmunya belum mateng. πŸ˜‚

Namun sayang sekali, pembimbing belum ada waktu padahal deadline sudah di depan mata 😭. Nggak tahu lagi nanti kalau diperpanjang. Tapi kan nggak boleh mengharapkan yang belum pasti. Wkwk. Jadi ya akhirnya bergerilya mencari dosen lain, konsul sana sini baik tentang metode penelitian maupun tentang format penulisan. 

Setelah seharian thowaf keliling kampus, ternyata memang betul tidak ada dosen yang bisa ditemui. Namun alhamdulillaah satu dosen bersedia membimbing keesokan harinya. Sayangnya bertabrakan dengan jadwal kuliah. Nekat, saya memberanikan diri meminta izin kepada dosen pengajar untuk terlambat masuk kelas karena mau konsultasi. Masya Allah, beliau mengizinkan. Akhirnya saya bisa beristirahat untuk menyiapkan konsultasi besok. πŸ™ˆ

#Day8

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KelasBunsayIIP

Our Precious Project 7


Setelah abstrak selesai, saya segera mengontak dosen untuk berkonsultasi barangkali masih ada yang harus diperbaiki. Alhamdulillaah ternyata abstrak sudah diterima. Tantangan berikutnya sudah menunggu, yaitu membuat jurnal fullpaper. Kalau abstrak cuma 200 kata, fullpaper maksimal 5 halaman. 

Bila dalam membuat abstrak saya menggunakaan Bahasa Indonesia yang diterjemahkan ke Inggris, untuk fullpaper ternyata tidak bisa demikian. Mengapa? Karena jurnal yang dijadikan sumber rata-rata menggunakan Bahasa Inggris. Akan lebih ribet bila diubah ke Bahasa Indonesia untuk kemudian diubah lagi dalam Bahasa Inggris. πŸ˜‚ Akhirnya saya menyerah menggunakan Bahasa Indonesia dan langsung saja tancap gas menggunakan Bahasa Inggris.

Namanya jurnal berarti akan banyak data, minimal dalam bentuk tabel. Sejurus kemudian saya teringat writing IELTS task 1 dimana kita diminta untuk menjelaskan isi dari sebuah data baik itu tabel, grafik, gambar dan sejenisnya. Wah, saatnya aplikasi di dunia nyata nih. πŸ™ˆ Untuk referensi cara penulisan, saya banyak melihat artikel dari jurnal yang terpercaya seperti Elsevier. Secara yang bikin Scopus kan Elsevier ya, kalau mau terindex Scopus brrti harus sering-sering baca jurnal serupa (meski ilmu saya tentang penulisan jurnal masih seujung kuku).

Mudah-mudahan hasilnya nanti memuaskan. Aaaamiin.

#Day7

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KelasBunsayIIP

Our Precious Project 6

Pelatihan penulisan artikel ilmiah selesai pukul 5 sore. Segera saja saya meluncur ke kos untuk beristirahat sejenak. Kemudian saya melanjutkan merevisi abstrak sesuai arahan dosen pembimbing. Lagi-lagi merevisi abstrak bukanlah hal yang mudah. Apalagi saya orang yang cukup perfeksionis plus abstrak ini nantinya akan ditampilkan di acara internasional. Makin cemaslah saya. πŸ˜‚

Kecemasan itu berusaha saya imbangi dengan rasa syukur karena di kos sudah ada wifinya sehingga tidak ada kesulitan untuk browsing. Pun dulu sudah pernah ikut kursus penulisan Bahasa Inggris di Pare meski cuma 2 minggu (padahal kursus buat LPDP tapi malah gak lolos-jadi curhat :p). Mudah-mudahan masih ada yang nyantol meski hanya seujung kuku. Bukankah Allah selalu memiliki rencana yang indah yang tak terduga? 

Tugas saya hanya percaya dan melaksanakan dengan sebaik-baik cara. Alhamdulillaah sekitar pukul 19.00 abstrak sudah saya kirim kembali ke dosen pembimbing. Saking capeknya saya ketiduran sampai nggak sempat matikan lampu kamar. Untungnya masih punya kamar buat tidur dan listrik yang bisa menyala. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

#Day6

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KelasBunsayIIP

Our Precious Project 5


Sambil menunggu pengumuman abstrak penelitian, ternyata kampus mengadakan pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional. Cocok deh. Mumpung udah ada bahan, jadinya harus belajar gimana caranya nulis yang bagus.

Mumpung ada acara di kampus, saya mengajukan diri untuk meminta konsultasi kepada dosen pembimbing abstrak. Selain konsultasi terkait penelitian selanjutnya, saya juga ingin beliau mengoreksi abstrak yang telah saya kirimkan. Acara pelatihan dimulai jam 8, beliau bisa ditemui sebelum jam 8 atau setelah jam 5 sore. Karena kalau sore udah pasti capek banget, saya berniat konsul pagi mumpung masih fresh. 

Setelah naik turun tangga fakultas, saya akhirnya berhasil bertemu beliau. Benar saja, saya mendapatkan banyak sekali ilmu selama 20 menit konsultasi. Dapet PR pula untuk merevisi abstrak dan diserahkan kembali sore harinya. Hap hap. Semangat! Pasti bisa! 

Dan ditengah pelatihan penulisan, jantung saya hampir copot saking kagetnya. Abstrak penelitian saya diterima untuk dipresentasikan di konferensi Internasional di Surabaya. Masya Allah. Alhamdulillaah. Allaahuakbar. Deg-degan luar biasa. Dengan segala deadline dan kesibukan, Allah justru memberikan saat-saat seperti sekarang. Suami saya beritahu pun kaget akan tetapi sangat mendukung. Semoga saya bisa memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya agar penelitian bisa masuk proceeding terindex Scopus. Aaamiin yaa robbal’aalamiin.

#Day5

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KelasBunsayIIP

Our Precious Project 4


Hari keempat. Abstrak sudah hampir selesai akan tetapi masih belum ada nama dosen pembimbing. Dulu saat penjelasan tentang perkuliahan sempat diberitahukan bahwa terkait artikel untuk jurnal, boleh konsultasi ke semua dosen (tidak ada ketentuan). Maka dari itu saya berusaha menanyakan kepada alumni mana kira-kira dosen yang direkomendasikan.

Setelah berpikir panjang, muncullah satu nama dosen. Saya langsung menghubungi beliau untuk memohon izin dan beliau mengizinkan! Alhamdulillaah betapa Allah memberikan kemudahan. Tapi ternyata masalah belum berhenti disitu.

Abstrak yang diminta dalam format Bahasa Inggris maksimal 200 kata. Karena Bahasa Inggris saya pas-pasan, jadi saya buat di Bahasa Indonesia dulu lalu saya terjemahkan ke Bahasa Inggris menggunakan google translate. Setelah itu saya koreksi lagi tata bahasanya. Susah sekali merangkum penelitian hanya dalam 200 kata. Pilihan kata harus tepat, penulisan harus jelas sehingga dalam sekali membaca reviewer akan memahamai penelitian kita.

Setelah kejadian tulis-hapus-tulis-hapus berulang kali plus bimbingan suami, akhirnya saya berhasil membuat abstrak 200 kata. Rasa haru yang sungguh tidak terkira. Mengingat terakhir kali saya membuat abstrak sudah berlalu berpuluh purnama. πŸ˜‚ 

Abstrak berhasil saya kirimkan H-1 deadline penutupan. Mudah-mudahan menjadi berkah.

#Day4

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KelasBunsayIIP

Our Precious Project 3


Deadline pengumpulan abstrak yang kurang tiga hari mau nggak mau bikin saya ketar ketir meski sebelumnya saya sudah punya penelitian. Gimana nggak ketar ketir kalau data hasil penelitiannya belum dianalisa sama sekali. πŸ˜‚

Jadinya saya mengumpulkan seluruh daya dan upaya melawan kemalasan untuk mempelajari cara menganalisa data menggunakan program SPSS. Siapa gurunya? Tak lain tak bukan suami saya sendiri hehehe. Kebetulan beliau sudah sering melakukan penelitian meski dengan tipe data yang berbeda (penelitian eksperimen laboratorium sedangkan penelitian saya bertema sosial). Jadinya kita berdua sama-sama belajar.

Dulu saat menempuh pendidikan S1 saya juga sudah pernah mendapatkan materi tersebut. Tapi namanya udah lama nggak dipakai ya pasti lupa lagi. Dengan bantuan mbah google kami pun akhirnya mengingat apa yang dulu diajarkan dosen dan menerapkannya pada penelitian saya. Target besok essay harus sudah terkumpul!

#Day3

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KelasBunsayIIP

Our Precious Project 2


Proyek hari kedua menulis kuliah tamu dari Bapak Dahlan Iskan untuk ditampilkan di instagram. Sebagai seorang pengusaha beliau memberikan kepada kami ilmu yang sangat penting dalam berdagang. Meski menurut saya seharusnya hal tersebut tidak hanya diterapkan dalam perdagangan. Hehe.

Kemarin Bapak Kepala Program Studi juga menjelaskan bahwa lulusan tahun ini diberi syarat harus pernah menulis artikel ilmiah di jurnal internasional. Syarat yang terhitung agak berat meski sepertinya Unair sudah agak terlambat menerapkan keputusan ini dibanding kampus negeri lainnya. Mau tidak mau membuat semua mahasiswa termasuk saya untuk memutar otak supaya bisa lulus tepat waktu 4 semester. 

Setelah berkonsultasi dengan suami, saya mantap untuk mencoba mengikuti konferensi internasional dan mengirimkan artikel penelitian saya kesana. Meski saya tidak tahu peluang untuk lolos maupun diterima, saya nekat saja. Itung-itung ini adalah konferensi Internasional pertama yang saya ikuti. Semoga lancar dan berkah! ☺️

#Day2

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KelasBunsayIIP

Our Precious Project


Game level 3 kelas Bunda Sayang menantang kita untuk membuat sebuah proyek berbasis keluarga. Untuk itulah proyek ini harus dikerjakan bersama-sama. Kebetulan saya dan suami sedang sama-sama sibuk karena harus mempersiapkan kuliah masing-masing. Maklum, sama-sama mahasiswa baru.

Sebetulnya proyek ini masih tergolong baru meski sudah ada sebelum tantangan kelas Bunda Sayang diluncurkan. Namun dalam perjalanannya ada proyek lain yang lebih penting untuk dikerjakan. πŸ˜€

Sejak 10 Agustus 2017 saya resmi menjadi mahasiswa program pascasarjana di Unair. Kebetulan saya juga suka sekali menulis plus scrolling instagram. Jadilah saya punya ide untuk menuliskan di instagram ilmu yang saya peroleh di kampus. Tapi tulisan harus menggunakan Bahasa Inggris. Karena tulisan Bahasa Inggris saya masih belum bagus, saya meminta suami untuk menjadi editor. Ibarat koran, saya reporter dan suami editornya. Kami membuat media bersama. Uhuy! 

Proyek ini kami niatkan selain sebagai penyemangat, juga sebagai sarana berbagi ilmu yang dimiliki. Plus saya juga sharing kegiatan yang saya lakukan selama di rumah sakit. Itung-itung belajar menerapkan ilmu di dunia nyata. Hohoho. Selain itu mudah-mudahan bisa mengangkat Universitas Airlangga ke kancah dunia. Kalau pake Bahasa Inggris kan yang baca gak cuma orang Indonesia aja. πŸ™ˆ

Bismillaah. Mudah-mudahan berkah.

#Day1

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP