The Making of Dormi(s)tory

Tags

, , , , , , , ,

IMG_5825

Dua puluh sembilan orang, mayoritas belum pernah bertatap muka satu sama lain, berhasil membuat buku dalam waktu tiga bulan. Hanya bermodalkan grup whatsapp, email serta google drive. Ada yang di Jombang, ada yang di Bandung, ada pula yang di Belanda, Jepang bahkan Selandia Baru. Bagi saya, ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.

Berawal dari sebuah mimpi, ingin mempersembahkan sebuah buku untuk Insan Cendekia. Menceritakan kisah selama tiga tahun yang terjadi di sana. Insan Cendekia begitu istimewa. Karena itulah saya yakin, banyak sekali memori tangis dan tawa yang pada akhirnya membawa saya dan alumni lain menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Mimpi inilah yang mempertemukan saya kepada Komunitas Blogger Ikatan Alumni Insan Cendekia. Setelah sebelumnya saya diarahkan oleh Adam, sahabat saya yang terpilih menjadi Ketua IAIC, untuk bergabung bersama tim blogger.

Bukankah dengan bersama-sama, semua akan menjadi lebih bermakna? Maka saya ungkapkan mimpi saya, disambut dengan antusias, blogger lain pun berdatangan untuk turut berperan serta.

Rapat perdana dibuka untuk brainstorming tema yang akan ditulis. Rapat dimana? Di grup whatsapp!Β Pukul 20.00 GMT +7. Maka Anri yang berada nun jauh di Selandia Baru harus rela menahan kantuknya.

IMG_6098

dari grup whatsapp segalanya bermula

Pembagian tema selesai, saya sebagai penanggung jawab segera membuat timeline penulisan dengan target :Β 14 Mei 2016Β saat tes IC buku sudah bisa dihadirkan. Namanya rencana tinggal rencana. Sudah nyata deadlinenya, masih banyak juga yang minta perpanjangan submit naskah. Trus ngumpulin naskahnya gimana? Memanfaatkan teknologi yang ada, kami menggunakan google drive yang bisa diakses oleh seluruh anggota.

IMG_6055

gdrive kami

Ketika penulisan naskah usai, masalah lain muncul. Siapa yang akan menjadi editor naskah? Betapa bahagianya saya ketika anggota blogger lain dengan sukarela menawarkan diri. Diketuai oleh Kak Yosi Ayu Aulia, mereka bersedia memperbaiki naskah yang telah ada. Tidak berhenti disini, kami mencoba mencari editor yang lebih berpengalaman agar buku kami setara dengan buku-buku level nasional.

IMG_6097

diskusi urutan naskah dengan editor. antara Jombang-Belanda

Atas bantuan Kak Yosay, kami bertemu dengan Bapak Hernowo Hasim. Seseorang yang luar biasa, dengan begitu banyak pengalaman di dunia literasi. Tak hanya menulis, beliau juga pernah menjadi general editor salah satu penerbit terkemuka di Indonesia. Beliau dengan kebesaran hatinya, mau menjadi editor naskah kami. Meski tak pernah berjumpa, kami berkomunikasi melalui email.

IMG_6054

diskusi dengan editor utama

Kemudian salah satu anggota, Suci Fadhilah, mengajukan diri menjadi layouter dengan pengalaman sebelumnya pernah menjadi layouter majalah. Wow! Saya menyambut dengan senang hati. Naskah selesai di edit, masuklah ke layouter.

IMG_6099

diskusi dengan layouter tentang urutan buku

Namun kami tak juga menemukan desain cover yang nancep di hati. Maka kami pun membuat pengumuman dengan harapan akan lebih banyak lagi alumni yang bersedia untuk membuat desain sehingga kami akan menemukan satu yang pas. Disinilah kami berjumpa dengan Dafira, bersama dengan cover paling cute sepanjang masa.

IMG_6071

draft cover buku

Tentang judul, kami membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mendiskusikannya. Berawal dari brainstorming, entah kenapa saya suka sekali dengan nama Dormi(s)tory. Gabungan dari dorm = asrama dan story = cerita. Buku ini merupakan kumpulan cerita dari kami ketika menjalani kehidupan tiga tahun di asrama Insan Cendekia. Saya mencoba search di google, belum ada yang pernah memakainya. Judul pun ditemukan. Dengan diskusi yang sedikit alot untuk subjudul, kami akhirnya sepakat dengan “Cerita Kita di Jalan Cendekia”.

Saat naskah berada di tangan layouter, saya mulai survey percetakan. Ternyata ini pun tidak mudah. Mencari percetakan dengan kualitas yang oke dengan harga yang terjangkau. Saya sudah mantap dengan satu percetakan ketika kemudian mencoba membeli salah satu buku hasil cetakannya. Begitu bukunya datang, Lhaarrr. Saya kecewa. Padahal kami harus naik cetak segera. Keputusan diambil. Kami deal dengan salah satu percetakan yang meski agak mahal, namun kualitasnya meyakinkan.

Untuk ke percetakanpun, kami hanya koordinasi via whatsapp dan email. Apakah file sudah siap cetak, bagian mana yang harus direvisi. Karena kami sama-sama tahu, bisnis adalah modal kepercayaan.

IMG_6064

akan naik cetak

Lalu, darimana uang untuk biaya percetakan? Kan pasti harus bayar uang muka? Awalnya kami sepakat untuk patungan, ketika kemudian memperoleh kabar dari Laksito bahwa dia akan mengusahakan agar kas IAIC bisa digunakan untuk membantu proyek ini. Toh ini juga proyek alumni. Betapa senangnya kami saat kemudian tak hanya memperoleh dana pinjaman, tapi juga dana hibah yang tak perlu dikembalikan. :”)

IMG_6067

dana dari Badan Pengurus Dana Alumni (BPDA)

Buku naik cetak, target penjualan dibuat, proses marketing dimulai. Ketika anggota blogger tak hanya jago menulis tapi juga mendesain, disinilah kreatifitas kami muncul. Memanfaatkan segala sosial media yang ada. Membuat kampanye untuk support buku ini, membuat poster quotes yang menggelitik, menulis blog agar masyarakat lebih mengenal kami. Proses kreatif ini tak lepas dari ide lucu Kak Nabila As’ad selaku Koordinator Komunitas Blogger.

IMG_6074

blogger yang nggak cuma jago nulis, tapi juga jago desain

Maka disinilah titik haru itu terjadi. Ketika para guru sangat senang sekali lalu ikut memesan, ketika salah satu alumni kemudian memesan banyak buku untuk diberikan secara cuma-cuma kepada semua guru yang ada di Insan Cendekia Serpong, Masya Allah. Sungguh, bukan lembaran rupiah yang kami cari. Kebahagiaan dan rasa syukur inilah sesungguhnya yang abadi.

Ketika awal tulisan ini dibuat, tim admin yang digawangi oleh Nadia sedang sangat sibuk merekap pesanan yang ada. Karena 500 buku terjual pada 24 jam pertama setelah pre order dibuka. Padahal ia adalah seorang mahasiswa. Sungguh, semoga Allah membalas segala kebaikannya.

Saat ini stok buku Dormi(s)tory sedang habis. Mohon doanya supaya bisa segera cetak ulang kembali sehingga Anda juga bisa menikmati kisah masa muda kami. πŸ™‚

Kuliah di S2 Administrasi Rumah Sakit Unair (part 1)

Pertemuan saya dengan S2 Prodi AKK FKM Unair Minat Studi Administrasi Rumah Sakit bukanlah suatu kebetulan. Rasanya ini perjalanan takdir. Kenapa takdir? Sekitar bulan Maret 2017 suami saya lolos ke tahapan interview Beasiswa Chevening dari pemerintah UK. Hal itulah yang cukup mengguncang kami berdua. Kesempatan studi ke luar negeri tidak boleh dilewatkan. Tapi gimana nasib saya? Berbagai opsi pun kami diskusikan.

1. Ikut ke UK. Tapi ini bukan opsi bijak mengingat beasiswa dari Chevening hanya untuk mengcover 1 orang saja. Lagian trus saya di UK mau ngapain deh. Nggak sekolah juga ntar malah ngabisin duit. Wkwkwk. Mau kerja part time kok ya agak susah. Mau ikutan short course belum tentu keterima. Lagian IELTS saya juga masih ancur. Pilihan ini diskip. Maka bayangan LDR selama satu tahun beda benua sudah di depan mata banget. 😦

2. Nggak ikut ke UK. Tapi trus aku ngapain di Indonesia selama suami di UK? Mau sekolah PPDS? Ya bisa sih. Tapi selama suami di luar negeri, saya nggak akan bisa jengukin sama sekali. Soalnya begitu keterima PPDS udah bye banget sama liburan traveling apapun itu namanya sampe lulus. Ini nih suami nggak mau setahun sendirian merana di UK tanpa sekalipun ketemu istri tercinta. XD

3. Sekolah S2 di Indonesia, biar waktu liburan bisa nemenin suami di UK. Kan lumayan tuh tiap semester ada libur sekitar 2 bulan. Waktu akhirnya saya mengajukan opsi ini, suami nanya, β€œMau S2 apa?” saya jawab, β€œS2 Manajemen Rumah Sakit”. Seperti sekolah yang dijalani abah saya. Memilih S2 ini bukan tanpa alasan. Saya merasa betah di kantor rumah sakit dan tertantang untuk belajar lebih lanjut mengenai tata kelola rumah sakit. Memang dulu ketika aktif di organisasi pun, saya suka bekerja dibalik layar. Nggak tampil di depan. Memastikan semua berjalan dengan baik sehingga tujuan organisasi akan tercapai. Ketika akhirnya beliau acc (setelah melalui diskusi panjang dan bargaining tentang syarat beliau mengizinkan saya sekolah manajemen rumah sakit), mulailah saya bergerilya untuk mencari universitas yang menyelenggarakan program studi S2 manajemen rumah sakit.

Ada tiga pilihan saya waktu itu. Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya dan Universitas Gajah Mada. Tempting banget pengen kuliah di Malang soalnya dulu waktu S1 gagal kuliah di Malang, malah nyasar ke Surabaya. Sampe sekarang pun belum bisa move on dari Malang. Tapi waktu saya lihat persyaratan pendaftaran dan jadwalnya, ada satu syarat yang tidak mungkin saya peroleh dalam waktu singkat (jarak dengan penutupan pendaftaran sekitar 1 bulan) yaitu sertifikat TPA Otto Bappenas. Mo nangis rasanya tuh. Sekali lagi harus mengucapkan selamat tinggal untuk Malang. Berasa udah ditolak duluan padahal belum ngelamar.

Untuk Universitas Gajah Mada, saya baca persyaratannya dan bisa memenuhinya. Lhadalah entah kenapa tanpa dinyana tanpa diduga, ketika saya mantap mau daftar di UGM kok ya websitenya manajemen rumah sakit eror ndak bisa dibuka sama sekali. Saya jadi nggak tahu gimana alurnya, bayar kemana, jadwalnya kapan. Waduh-waduh. Itu terjadi sampai kurang lebih 2 minggu sampai akhirnya saya menyerah. Padahal waktu SMA, cita-cita saya kalo nggak kuliah di Malang ya di Jogja. Ini malah batal semua. 😦

Haruskah saya daftar S2 di Unair? Iya enggak iya enggak iya enggak. Sebenernya udah nggak mau lagi balik ke Surabaya. Udah cukup lah ya 6 tahun. Masa masih kurang? Lagian dulu abah ibu saya udah daftar S2 Administrasi Rumah Sakit di Unair tapi akhirnya nggak dilanjut gara-gara ada syarat harus pernah bekerja sebagai struktural di RS minimal 2 tahun. Lha ibunda tercinta nggak pernah jadi struktural di RS jadi harus magang selama 1 tahun. Ayah saya jelas nggak mau lah. Lhatapi kalo ndak ada ibu, trus siapa yang mau ngerjakan tugas kuliah ayah? Wkwkwk. Walhasil batal deh abah ibu saya kuliah S2 di Unair.

Tapi kok tapi, ini persyaratan Unair bisa saya penuhi semua. Apakah Surabaya memanggilku lagi? Setengah galau sambil bismillah akhirnya daftar ke Unair. Nyiapkan berkas kayaknya kilat banget. Daftar juga kilat. Sempet nanya-nanya ke salah satu dokter di rumah sakit tempat suami bekerja yang juga mahasiswa S2 Administrasi Rumah Sakit Unair tentang proses tes wawancara dan sebagainya. Insya Allah pede banget diterima lah wkwkwkwkw. Saat akhirnya pengumuman tiba dan saya benar diterima, itu berasa kayak saya dicintai tanpa syarat sama Surabaya. Sama Unair lebih tepatnya. Saya tuh nggak cinta sedikitpun sama Unair. Tapi Unair selalu mau menerima diri saya. Nah kan beneran takdir. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Salah satu syarat dari suami, boleh S2 di dalam negeri tapi harus dapet beasiswa. Lhadalah beasiswa S2 dalam negeri yang saya tahu cuman LPDP sama Beasiswa Unggulan. Beasiswa LPDP udah lewat wong saya udah diterima kuliah. Kebetulan kok ya sahabat saya tercinta salah satu penerima Beasiswa Unggulan. Dengan berbekal petunjuk dari beliau, Alhamdulillaah saya berhasil dapat Beasiswa Unggulan sehingga tabungan bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Meskipun mungkin sebenernya bisa disekolahkan oleh rumah sakit dengan berbagai skema pembiayaan, Alhamdulillaah deh jadinya nggak memberatkan rumah sakit juga. Insya Allah kalau dimudahkan, memang jalan saya ada disini.

Selanjutnya saya melewati masa pengukuhan di kampus C, tempat dimana dulu saya diwisuda S1. Yaaaa balik lagi deh wkwk. Waktu itu masih belum kenal siapapun. Padahal ada kakak kelas dari Unair juga yang jadi temen sekelas tapi mohon dimaklumi. Dulu saya nggak eksis jadi nggak kenal siapa-siapa kayaknya. Maapkan. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Setelah pengukuhan, oleh Bapak Ketua Program Studi diberi penjelasan tentang timeline perkuliahan sejak masuk hingga lulus. Apa saja materi yang diperoleh, kegiatan yang harus dilakukan, sampai ke syarat kelulusan. Yang tanpa diduga, mulai angkatan 2017 dan setelahnya, syarat kelulusan S2 adalah publikasi artikel ilmiah ke jurnal internasional terindex scopus atau minimal proceeding conference terindex scopus. Eh gimaneee????? Dulu aku S1 cuma kuliah pulang nggak pernah ikut ilmiah-ilmiah macam tu yang isinya mahasiswa super rajin nan intelek. Apalah saya ini. Wes bismillah iso melbu kudu iso metu. 😭😭😭

Setelah diberi pengarahan oleh Bapak KPS, kami diwajibkan mengikuti psikotes yang hasilnya akan digunakan untuk pembagian kelompok outbond. Program Studi S2 AKK Unair memang mewajibkan mahasiswanya ikut outbond, kalau nggak ikut nggak bisa lulus. Akan tetapi sesungguhnya sampai sekarang masih menjadi misteri, pembagian kelompok outbond itu berdasarkan apa. Karena rasanya kelompok saya woles semua. 🀣🀣🀣

Outbond 2 hari 1 malam di Lawang, di perkebunan teh. Menginapnya juga disana seinget saya. Di outbond ini akhirnya bisa mulai mengenal teman kuliah seangkatan, baik dari Administrasi Rumah Sakit maupun dari minat studi lain. Karena ternyata Program Studi S2 Administrasi dan Kebijakan Kesehatan itu memiliki 4 minat studi. Yaitu Administrasi Rumah Sakit (ARS), Manajemen Pelayanan Kesehatan (MPK), Manajemen Kesehatan (MK), dan Manajemen Pemasaran dan Keuangan Pelayanan Kesehatan (MPKPK). Kalau ARS jelas lah ya untuk yang bekerja di rumah sakit, atau kalaupun belum pernah bekerja di rumah sakit sebagai struktural bisa diterima dengan wajib magang di rumah sakit selama 1 tahun. Untuk MPK, biasanya mahasiswanya dari dinas kesehatan atau puskesmas. Sedangkan MK rata-rata yang lebih ke arah akademik misal mau jadi dosen gitu. Kalau MPKPK bisa dari rumah sakit atau klinik yang memang fokus mempelajari tentang keuangan dan pemasaran.

Berguna nggak ikut outbond? Berguna bangeet. Hahahaa. Selain kenalan dengan temen seangkatan, kenalan dengan dosen, untuk akrab pun jauh lebih mudah karena sudah pernah menjalani sesuatu bersama-sama. Trus yang paling diinget waktu outbond apa? Hmmmmm. Yang paling diinget itu slogan kelompok saya. Nama kelompoknya Blue Ocean, yel-yelnya β€œAnti kendoorrrr!!!!”. 🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣 Astaga itu yel-yel famous banget sampe dipake terus di angkatan. Padahal kelompok saya dapet bendera paling sedikit dan urutan posisi klasemen terbawah diantara semua kelompok. Tapi ya selow aja tuh. Wkwkwkwk.

Waktu outbond ada malam keakraban. Disitulah kami berkenalan dengan hampir seluruh dosen di AKK. Malam itu juga kami mendapatkan sharing dari alumni tentang bagaimana kuliah di AKK, bagaimana memanage waktu supaya bisa lulus, maupun memanfaatkan program dari Unair supaya bisa ke luar negeri tanpa biaya. Well, malam keakrabannya sambil nyanyi gitu. Semua kelompok kudu tampil. Jadi kelihatan deh mana yang jago nyanyi. Bukan saya tentunyaaa hahahaa. Etapi waktu itu dangdutan semua. Walhasil kelompokku nyanyi goyang dumang. Kenapa goyang dumang? Taunya itu. Lagi booming juga. Biar cepet aja ndang mari ndang uwes wkwkwkw.

Bersambung ke part selanjutnya untuk perkuliahan semester 1, 2, dan 3.

Aplikasi BNI Mobile (10)

Saat ini fenomena e-banking dan cashless sudah semakin banyak digunakan karena bisa mempermudah berbagai macam transaksi tanpa harus repot ke ATM maupun datang ke bank. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah BNI Mobile.

Sangat mudah sekali digunakan, pengguna mudah memahami fungsi aplikasi dan jarang sekali eror. Bisa membayar berbagai tagihan, juga top up untuk saldo Gojek. Meskipun simcard hp kita ganti, tapi aplikasi masih tetap bisa digunakan. 😁

Link download BNI Mobile Banking by PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK.

https://itunes.apple.com/id/app/bni-mobile-banking/id967205539?mt=8

#IbuProfesional

#BundaSayang

#Level10

#Tantangan10hari

Aplikasi Trello (9)

Suka bikin to do list? Suka pake post it? Dengan Trello, to do list ga pake ribet ga perlu post it!

Saya bisa mengorganisir planning2 saya dengan baik, mengkategorikan berdasarkan judul/tema dan bisa diberi label sesuai prioritas. Dengan label itu, kita bisa tahu mana-mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

Wah bau-baunya saya bakal eksplor lebih lanjut buat apps ini!

Link download Trello by Trello, Inc.

https://itunes.apple.com/id/app/trello/id461504587?mt=8

#IbuProfesional

#BundaSayang

#Level10

#Tantangan10hari

Aplikasi Evernote (8)

Selama ini saya suka mencatat notes di aplikasi bawaan HP. Tapi tampilan dan fiturnya gitu-gitu aja, kurang menarik. Kemudian saya mendapat rekomendasi aplikasi Evernote dari teman saya. Waktu berkesempatan nyoba, wah saya impressed sekali.

Macem-macem notes yang bisa dibikin! Notesnya bisa di highlight (macem dikasi stabilo), dibunderin, dicoret-coret, dikasi lampiran file, foto, plus bisa dishare juga!

Surely will explore this app more!

Link download Evernote by Evernote

https://itunes.apple.com/id/app/evernote/id281796108?mt=8

#IbuProfesional

#BundaSayang

#Level10

#Tantangan10hari

Aplikasi Google Calendar (7)

Saya suka sekali mencatat jadwal. Memastikan agenda saya bisa terlaksana sebaik-baiknya sejak jauh hari. Maka saya selalu membawa planner agenda tahunan yang bisa diisi bulanan maupun mingguan. Akan tetapi ternyata ada aplikasi yang memudahkan kita mengingat event, pun ketika ada email yang masuk tentang suatu event tertentu secara otomatis tercatat karena sudah disingkronisasi. Wow! Bisa dicoba nih biar nggak ribet bawa planner. Tampilannya pun bisa dibuat harian, mingguan maupun bulanan. Luar biasa sekali. 😍

Link download Google Calendar by Google, Inc.

https://itunes.apple.com/id/app/google-calendar/id909319292?mt=8

#IbuProfesional

#BundaSayang

#Level10

#Tantangan10hari

Aplikasi Story Reposter (6)

Suka dengan insta story salah satu orang yang kamu follow di instagram? Pengen ngesave tapi capek screenshot dan ujung-ujungnya gambarnya kurang memuaskan? Saya dulu juga mengalami hal yang sama.

Ternyata ada aplikasi yang memungkinkan kita untuk menyimpan story dengan kualitas yang bagus! Caranya pun mudah. Tinggal masukkan akun, pilih story, klik share, save image. Selesaai. 😁

Link download Story Reposter for Instagram by New Marketing Lab, Inc

https://itunes.apple.com/id/app/story-reposter-for-instagram/id1323947244?mt=8

#IbuProfesional

#BundaSayang

#Level10

#Tantangan10hari

Aplikasi Instagram (5)

Selama ini instagram seringkali digunakan sebagai tempat β€œpamer”, namun ternyata sosial media sejatinya hanyalah alat. Tergantung bagaimana kita menggunakannya. Seperti membuat personal branding, menyebarkan informasi bermanfaat, berbagi ilmu dan sebagainya.

Instagram memungkinkan kita untuk berinteraksi secara langsung. Apalagi dengan adanya fitu baru seperti question, kita bisa meminta informasi kepada follower terkait hal yang ingin kita ketahui. Melalui insta story yang bisa di highlight, kita juga bisa membaca insta story orang lain yang sudah tersusun dengan baik.

Jadi, mau digunakan untuk apa akun instagram kita?

Link download Instagram by Instagram, Inc.

https://itunes.apple.com/id/app/instagram/id389801252?mt=8

#IbuProfesional

#BundaSayang

#Level10

#Tantangan10hari

Aplikasi MyTelkomsel (4)

Saya adalah pengguna telkomsel. Dulu sebelum ada aplikasi ini, capek deh kalau mau beli paketan trus bandingkan mana yang termurah. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Sejak ada myTelkomsel, beli paketan tinggal klik klik. Mau bandingkan yang murah pun tinggal swipe swipe. Mau lihat sisa saldo ataupun sisa paket data juga bisaaa banget 😍😍😍

Sekali lagi, ga perlu capek mengingat nomer yang bintang bla bla bla pagar 🀣🀣🀣

Link download MyTelkomsel by PT Telekomunikasi Selular

https://itunes.apple.com/id/app/mytelkomsel/id651412430?mt=8

#IbuProfesional

#BundaSayang

#Level10

#Tantangan10hari

Aplikasi Skyscanner (3)

Pengen beli tiket murah tapi capek bandingkan satu per satu? Skyscanner solusinya! Apalagi untuk penerbangan mancanegara. 😁 Tak hanya itu, aplikasi ini juga bisa mencari tujuan yang multicity. Misal berangkat dari Surabaya menuju London, lalu pulang dari Paris ke Jakarta. Harga tiket termurah maskapai dari berbagai travel agent online akan muncul! Setelah memilih, kita diarahkan menuju website travel agent tersebut. Tentunya Skyscanner sudah memilih yang trusted, tapi selalu waspada ya. Lebih baik googling dulu mana web travel agent yang reviewnya baik.

Selain itu kita juga bisa β€œwatch” untuk rute tertentu jadi misal harganya turun, kita bisa pertimbangkan untuk membeli tanpa takut terlewat.

Link download Skyscanner Travel Comparison by Skyscanner

https://itunes.apple.com/id/app/skyscanner-travel-comparison/id415458524?mt=8

#IbuProfesional

#BundaSayang

#Level10

#Tantangan10hari