Eksplorasi Daratan Cina

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

IMG_4446

Hongkong Skyline

Hongkong, Macau dan Shenzen mungkin sudah menjadi destinasi wisata favorit warga Indonesia. Rata-rata sih karena konon katanya disana surga belanja, apalagi di Hongkong nya. Ups, kata saya sih salah besar.

Banyak tour yang menawarkan wisata ke tiga lokasi tersebut. Tapi saya dan suami as usual, suka bikin itinerary sendiri. Lebih seru, lebih kerasa diskusi berantem-ngambek-baikannya.  Dan paling penting sih kita bisa nyesuaikan mau berlama-lama di tempat yang mana. Nggak keburu waktu gitu.

Rute

Kami berlibur selama total 7 hari (tidak termasuk lama perjalanan pulang pergi dari dan menuju Indonesia) sejak 28 Maret sampai 3 April 2016. Tujuh hari yang cukup banget kalo mau eksplorasi ke hampir semua tempat wisata hits. Dua hari di Shenzen, sehari di Macau dan empat hari di Hongkong.

Baca juga Sleeping at Changi Airport

Awalnya kami bingung banget tentang rutenya. Yang perlu diingat, masuk Shenzen itu butuh visa. Tinggal pilih mau urus visa di Indonesia atau pake visa on arrival. Simpelnya sih pake visa on arrival karena 5 menit jadi seharga 178 RMB. Tapi itu berarti satu-satunya jalan masuk Shenzen harus pake jalur darat dan lewat stasiun MRT Luohu (Lo Wu). Nggak bisa pakai pesawat ataupun kapal ferry.

metro

Lo Wu station di ujung atas jalur biru muda

Rute kami adalah SUB-HKG naik pesawat, Hongkong-Shenzen naik bus lalu oper MRT (biar murah), Shenzen (Shekou Fery Terminal)-Macau (Outer Harbour) pakai ferry, Macau-Hongkong (bukan Kowloon) pakai ferry, kembali ke Surabaya naik pesawat. Memang butuh budget lebih untuk ferry-nya karena bisa 200-300 rb sekali jalan. Tapi tiket pesawat termurah ke Indonesia juga dari Hongkong, kalau dari Macau/Shenzen lebih mahal.

Kenapa kok nggak cuma ke Hongkong aja? Nanggung sodara-sodara. Kalau ada waktu dan budget mending langsung sikat ketiganya. Meski masih sama-sama China, tapi Hongkong, Macau dan Shenzen memiliki “warna” yang sama sekali berbeda. Pokoknya harus ngerasain ketiganya biar tahu apanya yang beda.😄

Sebelum ngetrip, saya selalu menyempatkan diri untuk riset tentang berbagai macam hal. Baik transport, penginapan, tujuan wisata, cuaca dan lain-lainnya. Just to make sure nggak kleleran di negeri orang. Kalau dulu di Singapore masih ada saudara, lah ini bahasa Hausiang-hausiang aja nggak bisa.

Transport

Transport selama di Shenzen pakai MRT. Ini adalah pilihan terbaik karena menurut pengalaman suami, bus stop di Mainland China nggak ada petunjuk berhuruf abjad, semuanya mandarin. Walhasil beliau nyasar saat naik bus di Beijing. Pun kalo ga punya tap card, harus sedia uang pas karena nggak ada kembalian. Nah bingung lagi nanya ongkosnya. Sedangkan untuk MRT, kita masih dipermudah dengan petunjuk berbahasa Inggris dan bisa beli koin di merchant stasiun untuk sekali perjalanan. Nggak perlu beli tap card karena cuma dua hari disini. Jangan lupa save peta MRT Shenzen di gadget dan bawa hardcopynya satu, jaga-jaga kalo gadgetmu mati semua. Tempel di otakmu kalo penduduk Shenzen gak bisa Bahasa Inggris sama sekali dan nyari huruf abjad disana sama susahnya kaya nyari harapan di tengah penantian. Ujung-ujungnya pehape. #lah

Di Macau transport bisa jalan kaki aja karena surprisingly Macau itu kecil banget  sama Jombang gedean Jombang kali ya wkwk. Tapi kalo destinasi yang agak jauh bisa naik bus. Jangan lupa uang pas ya. Macau juga penunjuk arahnya gampang dibaca karena dulunya jajahan Portugis, jadi huruf abjad masih kleleran dimana-mana. Saya sempet save peta Macau dan bus stop serta rute bus nya. Tapi suami lebih canggih lagi, beliau download app Macau Easy Go. Lengkap banget rute dan tujuannya. Nggak perlu konek internet bisa dipake, asyik kan.

unnamed

Tampilan Macau Easy Go

Di Hongkong bisa pakai MRT atau bus. Kalau males jalan jauh pake bus,  tapi kalau tujuannya jauh dan butuh cepet ya mending pake MRT hehe. Disarankan banget beli octopus card yang bisa dipake naik bus maupun MRT untuk efisiensi waktu. Sisa deposit nanti bisa diminta kalo kita pulang. Tapi karena saya pulang ke bandara naik bis dan nggak nemu penukaran octopus card jadi ya kartunya saya bawa pulang buat kenang-kenangan. Jangan takut nyasar di Hongkong. Asal bisa baca dan bisa nanya, pasti bakal nyampe ke tempat tujuan.

5.2.2.2.8-Octopus-card_03

Octopus Card buat di tap-tap naik MRT dan Bus

Penginapan

Kami mencari penginapan murah dengan membandingkan web satu dengan web lain (agoda.com dan booking.com). Jangan bosen-bosen riset. Lihat reviewnya juga. MELIHAT NEGARA ASAL REVIEWER adalah sebuah keharusan. Karena kami salah pilih penginapan gara-gara tegiur review bagus, taunya yang ngereview memang penduduk asli sono semua.

Dua hari di Shenzen, nginep di dua tempat. Satu deket Dongmen Market buat belanja, satu deket Window of the World karena mau jalan-jalan. Perlu diingat, HAMPIR SEMUA PENGINAPAN murah di Shenzen NGGAK ADA PETUNJUK apapun di bangunannya. Nggak ada judul namanya kayak Hotel Ibis dan sebagainya. Satu-satunya petunjuk yang bisa dipercaya adalah FOTO dan ALAMAT dari WEB BOOKING.

Jadi wajib banget cetak foto penginapan, alamat dan nama penginapan bahkan nomor telepon, baik dalam bahasa Inggris/Indonesia MAUPUN MANDARIN. Cetak juga PETA tempat penginapan kemana. Biar kalo nyasar kita bisa tanya. Jangan harap dapet kamar besar di Shenzen. Namanya budget hotel ya sempit semua. Rata-rata kamar mandi luar. Gapapa yang penting bisa tidur.😄

Malam pertama menginap di Dabai Hostel. Foto di web bagus, review bagus, semalam 160 rmb atau 320.000 untuk dua orang. Sejam nanya-nanya orang, udah bener ngikutin peta dari web, taunya kita udah di depan gedungnya tapi bapak satpamnya nggak tau kalo salah satu penghuninya memanfaatkan flat nya buat bisnis. Untung ada anak sekolah berbaik hati nelponin pemilik penginapan dan akhirnya pemilik penginapan mau keluar jemput kami.

Masuk kamar, jeng jeng. Ternyata itu apartemen yang diisi sekelompok entah mahasiswa atau karyawan yang udah kerja. Campur cowok cewek dong.  Bahasa Inggris pemiliknya pun pas-pasan dan setelah lihat buku tamu, yang nginep disana murni penduduk asli Chinese semua. Eaaaaaa. Salah banget deh ini tapi mau nyari penginapan lain udah gak sanggup lagi. Yauda anggep numpang tidur deh wkwk. Penghuni lain juga cuek-cuek aja.

Malam kedua lebih hell lagi. Nginep di Freedom Boss Hostel dengan rate yang sama. Udah bawa denah, udah cetak foto dan alamat. Jalan kaki jam 10 malem dan taunya kita NYASAR BERKILO-KILO saudara-saudara. Pantesan nggak nemu-nemu. Udah geret-geret koper, capek jalan seharian. Mau nanya orang, pada menghindar semua. Akhirnya ada mahasiswa yang bantu dan mau nelponin pemilik penginapan. Dikasi rute yang bener lalu kita jalan kaki lagi. Di denah gambarnya ke selatan padahal seharusnya ke utara. Ya Allah sedih banget lah. Itupun masih harus muter-muter lagi dan nanya-nanya lagi karena ternyata lokasinya di komplek apartemen yang gak ada petunjuknya lagi.  udah makin malem makin pengen nangis rasa-rasanya bakal tidur ngemper. Sempet lewat penginapan agak bagusan dan tergoda banget kesana tapi udah kadung booking yauda dicari dulu. Tanya satpam komplek sambil nunjukin peta, beliau ga tahu. Muter lagi jalan sekitar sekilo, iseng nanya satpam lagi eh beliau tahu! Masya Allah gusti rasanyaaaaa kaya ketemu jodoh. Dan ternyata lokasinya itu masih satu komplek dengan satpam yang pertama kali ditanyain. Satpam ujung timur dan barat. Tapi kok bisa yang satu tahu yang satu enggak. Harusnya kan kami ga perlu muter-muter kek kitiran giniii hihh. Walhasil baru berhasil nemplok kasur jam 12 malem. Badan udah rontok semua.

img_9560

Freedom Boss Hostel tampak depan-no sign

IMG_3791

kamar Freedom Boss, nyaman kok

Karena pengalaman buruk di Shenzen, kami pun was-was saat di Macau. Ternyata kami tidak perlu kuatir sama sekali. Kami menginap di Vila Universal yang lokasinya strategis dan sangat mudah dicari. Kalau di Shenzen prinsipnya jangan pernah percaya denah, apa yang kelihatannya deket taunya jauh banget. Macau juga sama, jangan percaya peta. Di peta kelihatan jauh padahal aslinya deket banget wkwkwk. Penginapan ini termurah saat kami pesan. Rate 450.000 sekamar dua orang. Harga beda jauh antara booking web dan pay on the spot, beda hampir dua kali lipat. Jadi lebih baik pesen via web. Kamarnya besar, fasilitas lengkap termasuk kamar mandi, tv, ac, dan wifi. Alhamdulillah bisa bobo nyenyak setelah kemarin dihajar dua hari.

IMG_3849

Vila Universal, easy to find!

Sedangkan di Hongkong kami menginap di Chungking Mansion. Tempat favorit para traveler dari mancanegara karena letaknya yang strategis dan harganya murah. Di dalam Chungking Mansion terdapat puluhan penginapan yang bisa dipilih. As always, booking via web selalu lebih murah dari pay on the spot.

Malam pertama kami menginap di Sydney Hostel. Bangunannya baru, pemiliknya super ramah jadi betah. Sayangnya cuma sehari disini. Bisa menyeduh minuman seperti teh/kopi for free. Ada air panas juga kalo mau bikin mie. Ada kulkas yang bisa dipakai untuk semua penghuni penginapan. Karena besok paginya kami harus segera ke Disneyland, jadah early checkout dan nitip koper ke pemilik. The best partnya, mereka mau dititipin dan no charge!

IMG_3948

Sydney Hostel, yang penting muat tidur berdua😄

Malam kedua sampai keempat, kami pindah ke Safari Guest House. Alhamdulillaah sama nyamannya meskipun seperti layaknya penginapan murah di Hongkong, sempit bangeet kamarnya. Cuma cukup buat tidur dan kamar mandi. Sholat kalo mau jama’ah berdua pun harus di atas kasur. Kedua penginapan ini recommended lah dari segi fasilitas dan servis.🙂

Things to do

Web favorit kalo mau ngetrip adalah tripadvisor dengan things to do nya. Nggak wajib ngikutin selera orang lain kok. Dari deretan saran tempat wisata, kita bisa milih mana aja yang pengen kita tuju. Mau yang gratis atau bayar, mau wisata alam apa yang ada wahana, mau yang modern apa yang kuno, semua bisa disesuakan dengan selera.

Things to do detailnya akan diulas ditulisan berikutnya.

Tiket Wahana Murah

Sejak trip ke Singapore, kami berusaha mencari tiket wahana termurah di toko online (e-ticket). Harga bisa hemat sampai 40%. Asal penjualnya trusted, tiketnya pasti valid. Namun mayoritas butuh kartu kredit untuk pembeliannya.

Untuk di Shenzen karena sebelumnya nggak kebayang mau kemana, kami beli tiket on the spot di Splendid China dan Window of the World. Belum pernah riset penjual tiket online termurah untuk kesana jadi nggak punya saran.

Saat di Macau, wisata yang bayar di Macau Tower (untuk jumping dari atas tower, kalo foto-foto aja gratis) dan Giant Panda Pavillion. Untuk lihat panda tiketnya murah banget cuma 10 MOP atau 17.000 rupiah saja. Tempat wisata lainnya gratis.

Kalau di Hongkong, wajib ke Disneyland dan meluangkan seharian penuh disana. Jadi sebaiknya beli tiket yang include meal voucher. Kamu beli di elevenia karena murah dan ada tambahan diskon bagi new member.  Dapet tiket seharga 750.000 termasuk meal dari yang normalnya 1,5 jutaan. Pemilik bisa di wa di ‪+6281212068989 (Peipei shop).

IMG_4022

One Day Admission ticket plus meal voucher trusted from Peipei Shop

Wahana selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah The Peak. Melihat deretan gedung pencakar langit Hongkong dari ketinggian. Untuk menuju The Peak bisa naik bus, taksi atau naik peak tram. Hati-hati saat weekend ANTRIAN naik peak tram bisa MENGGILA. Maka kami memutuskan beli tiket di klook, selain hemat dan trusted, yang paling penting kami diberi JALUR VIP jadi ga perlu antri. Hohoho. Tiket bisa lebih hemat karena dijual juga paket tour untuk ke Tricky Eye Museum atau Madame Tussaud. Berhubung udah pernah ke Madame Tussaud jadinya kami pilih ke Tricky Eye deh. Total 300.000 per orang untuk Peak Tram PP dan Tricky Eye dari harga normal 400.000. Tapi Tricky Eye nya nggak rekomen. Hihihi. Padahal kalo ke Madame Tussaudnya bisa ketemu Kim Soo Hyun. Hiks.

Selama di Hongkong kami juga sempat berkunjung ke beberapa museum disana dan langsung bayar on the spot karena itu tujuan dadakan yang sebelumnya belum direncakan. Kami kurang tahu apa tiketnya bisa dibeli online atau enggak.

Beberapa penginapan juga menyediakan tiket wahana wisata dibawah dari harga normal, tapi tetep aja setelah disurvey lebih murah beli tiket online.😀

Internet

Hari gini gak pake internet??? Untuk itulah wajib cari penginapan yang ada wifinya. Sekedar say hi buat keluarga di Indonesia, menyampaikan kabar bahwa kita sehat dan baik-baik saja. Selama di Shenzen dan Macau, kami nggak pake simcard apapun karena stay disana nggak lama. Beli simcard pun mahal banget. Risikonya ya memang gak bisa browsing kalo nggak ada wifi, utamanya kalo nyasar. Jadi sebelum keluar kamar, harus udah jelas rute yang dituju. Alhamdulillah kami bisa survive.

IMG_5585

dikasi kontak Mbaknya biar kalo bingung bisa nanya2

Selama di Hongkong kami pakai Telkomsel dong. Ceritanya saat di hall kedatangan pas pertama nyampe, ketemu sama orang Indonesia yang jual simcard udah termasuk paketan Internet unlimited buat 7 hari seharga 50 HKD (85.000). Berhubung saya udah riset, jadi fix langsung beli karena emang itu yang paling murah.😄 Cukup beli satu karena kami bawa alat pemancar wifi hihihi.

Cuaca

Riset perkiraan cuaca juga penting karena kalau salah kostum bisa fatal. Bayangin aja waktunya musim dingin malah bawanya kaos summer. Kalo sakit kan malah ribet jadinya.

Kata suami, Beijing lagi musim dingin. Jadi wajib bawa coat. Oke, fixlah saya pinjem coat kece milik temen saya yang super baik hati. Tenyata benar, Shenzen dingin banget. Matahari sama sekali nggak kelihatan. Pake jaket biasa nggak ngatasin. Berkali-kali hidung saya tersumbat karena kedinginan. Suami malah bibirnya kering banget sampe harus pake lipbalm. Gimana entar kalo saya dan suami ketemu salju ya?

IMG_3721

ber-coat ria di Shenzen

Di Macau sama dinginnya, malah masih turun hujan. Saat di Hongkong alhamdulillah lagi nggak musim badai. Meski matahari juga nggak nampak, tapi cuaca Hongkong lebih panas dari Shenzen dan Macau. Di Hongkong, coat saya resmi pensiun. Ganti dengan jaket biasa. Bahkan untuk pertama kalinya selama trip akhirnya saya bisa berkeringat. Malah ketika di Disneyland suami pakai kaos pendek tanpa jaket. Sempat juga pakai payung karena silau padahal hawanya nggak panas-panas banget dan mataharinya masih juga nggak kelihatan.

IMG_3905

rainy Macau taken from inside the bus

 

IMG_4130

pake kaos yang nyaman di Hongkong

Makanan

Nah, untuk riset makanan saya akui masih kurang. Saya pikir meski sulit mencari makanan halal, masih bisa ditemukan seperti di Singapore. Taunya enggak. Di Shenzen SUSAH BANGET cari makanan halal. Brace yourself. Bawa bontot yang banyak. Sempet nemu resto halal tapi gatau namanya karena ga bisa baca tulisan mandarin.  Pokoknya deket Window of the World aja. Yaa maybe sekitar 500 meter lah.

Di Macau saya nggak eksplor banyak karena udah bontot dari Shenzen dan emang lagi males nyari. Yang wajib banget nyobain Portuguesse Egg Tart. Tokonya kleleran dimana-mana. Bau rotinya juga kemana-mana. Hihi.

Menginjakkan kaki di Hongkong, langsung kalap ngelihat banyak banget pilihan makanan halal di Chungking Mansion. Tersedia berbagai jenis makanan mulai yang murah (mie instan tinggal seduh air panas) sampai yang mahal (makanan berat). Nggak usah kuatir kelaparan di Hongkong.

Baca juga Menjadi Gadis Berjilbab di Daratan China

Mata uang

Shenzen HANYA BISA pakai China Yuan atau biasa disebut Ramimbi (RMB). Saat itu kurs saya masih 2000 rupiah per 1 RMB. Sebaiknya tukar saat masih di Indonesia karena penukaran uang di Shenzen konon katanya banyak yang palsu.

Di Macau pakai MOP atau bisa juga pakai HKD. Kursnya sama, 1.700 rupiah per 1 HKD atau 1 MOP. HKD diterima di semua tempat. Kalau males nukar MOP, pakai HKD aja juga bisa. Tapi kalau mau kenang-kenangan, tuker MOP dikit-dikit boleh. Hehe.

Untuk di Hongkong, mata uang pakai HKD. Kurs 1.700 rupiah per 1 HKD. Mending bawa lebih daripada kurang. Saya kurang tahu dimana money changer yang ratenya bagus untuk ditukarkan dengan rupiah. Tapi kalau kepepet, di Chungking Mansion juga banyak counter resmi penukaran uang yang bisa digunakan.

Yap. Itulah review trip tiga negara kami. Detail itinerary di setiap negara akan menyusul di tulisan berikutnya.😀

Dokter Yang Baru Pertama Kali Donor Darah : Mau Pingsan Tapi Bikin Ketagihan

Tags

, , , , , ,

IMG_9809

Donor darah : tidak sehoror yang dibayangkan

Siapa bilang dokter selalu berani sama jarum suntik? Saya kasih tahu ya. Justru banyak banget petugas medis baik dokter, perawat, bidan dan lainnya yang takut sama jarum suntik. Nggak mau disuntik, maunya nyuntik.

Selama hidup, saya belum pernah sekalipun donor darah. Alasan pertama, takut darah. Alasan kedua, takut ditusuk jarum gede dalam waktu yang lama. Kalau disuntik buat ambil lab atau masukin obat masih oke, kan cuma bentar pun jarumnya juga kecil. Kalau donor darah jujur saya ngeri banget. Pernah saat koas saya memberanikan diri ikut donor darah. Namun ditolak karena tensi dan Hb saya rendah. Entah harus seneng apa sedih.

Sebenarnya sebagai tenaga medis, saya malu. Sering menyarankan orang untuk transfusi darah tapi nggak pernah donor darah. Sebaliknya, banyak yang bukan tenaga medis justru rutin setiap 3 bulan mendonorkan darahnya seperti adek lelaki saya. Maka ketika RSI Jombang mengadakan buka puasa bersama sekaligus donor darah, saya ikut mendaftar. Tentu saja dengan masih deg-degan setengah mati.

IMG_9817

yang udah rutin donor, selow bangetlah

Donor darah dilakukan ketika Ramadhan dimana stok darah seringkali menipis. Hal itu biasanya berlanjut hingga lebaran. Maka sebuah ide yang luar biasa untuk menjemput bola, mengadakan buka bersama sekaligus donor darah. Dengan mengumpulkan calon pendonor sebanyak 30 orang, PMI sudah mau mendatangi lokasi donor.

Sambil mengajak 5 anggota keluarga, saya mengikuti buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan donor darah. Proses diawali dengan calon pendonor mengisi kertas registrasi skrining untuk menentukan apakah seseorang layak menjadi pendonor. Terdiri dari identitas dan beberapa pertanyaan terkait kondisi kesehatan kita.

IMG_9812

harus diskrining dulu

Kemudian kita dipanggil untuk periksa tensi dan kadar hemoglobin. Setelah diketahui hasilnya, barulah petugas PMI menentukan apakah kita layak menjadi pendonor. Dari 5 keluarga yang saya bawa, hanya 3 yang layak. Saya, suami dan adik laki-laki kedua. Sedangkan adik ipar dan adik laki-laki kelima belum layak donor. Jeng jeng. Dimulailah proses donor darah pertama kami. Ya, kami. Saya dan suami yang ternyata juga belum pernah donor darah.

Ternyata selain kami, banyak juga karyawan RS yang baru pertama donor darah. Jadi seru melihat berbagai macam ekspresi mereka. Ada yang takut-takut sampe nutup mata, tapi banyak juga yang santai kaya di pantai nggak ada apa-apa. Suasana makin seru saat salah satu karyawan menggoda yang lainnya, “Kamu kok lama banget nggak selesai-selesai? Jangan-jangan macet tuh. Perlu pindah tempat jarum,” yang dijawab dengan “Udah jangan berisik nanti makin lama selesainya. Aku udah ndredeg nggak karuan ini.”

Tiba saatnya suami donor darah. Semua berjalan lancar hingga 10 menit kemudian proses selesai. Bahkan suami sempat memotivasi saya, “Nggak sakit kok. Nggak seserem yang dibayangkan.” Maka ketika giliran saya, dengan Bismillaahirrahmaanirrahiim saya berdoa. Mudah-mudahan lancar. Kebetulan kursi donor kami berhadapan satu sama lain.

IMG_9814

first timer, yay!!!

Selesai donor, suami tidak langsung diperbolehkan berdiri karena bibirnya terlihat pucat. Beliaupun akhirnya istirahat sejenak sebelum pulih kembali. Rupanya dulu sempat trauma dengan jarum suntik yang lama menempel di kulit. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk donor lagi.

Donor saya pun berjalan lancar. Tangan tidak terasa dingin, bibir tidak pucat. Saat ditusuk jarum nggak sakit. Jarum menempel 10 menit juga biasa aja. Selama proses donor ada sensasi lucu ketika merasakan darah mengalir ke kantong. Oleh petugas PMI, saya tetap dianjurkan rehat sejenak sebelum meninggalkan tempat karena ini adalah donor pertama saya. Kepada pendonor, PMI memberikan ucapan terima kasih dengan sebuah bingkisan kecil berisi makanan ringan dan vitamin penambah darah. Dengan hati gembira saya menuju foodcourt untuk beli jus. Mission accomplished. Alhamdulillaah saya berhasil donor darah!

Namun semua berubah ketika kemudian saya merasakan sensasi aneh di bagian perut. Padahal udah buka puasa. Kok perut nggak enak? Demi merasakan tanda itu, saya akhirnya duduk di kursi sambil mengangkat kedua kaki. Namun kondisi tak juga membaik. Malah keringat dingin yang muncul. Tanpa babibu saya langsung berjalan cepat setengah berlari menuju IGD. Tidak sanggup untuk berkata apa-apa kepada suami. Hanya menunjuk tas, meminta tolong untuk dibawakan. Melihat gelagat aneh, suami menyusul saya sambil membawakan tas.

Sampai di IGD pandangan mata sudah gelap namun saya berhasil mencapai kasur dokter jaga tepat pada waktunya sambil mengangkat kedua kaki setinggi 45 derajat. Saya nggak jadi pingsan. Adik-adik dan suami segera menyusul seraya memotivasi. “Tadi pas donor foto-foto sambil ketawa, lah sekarang malah tepar di kasur jaga”. Apalah daya, untung saja saya belum pulang. Bersyukur juga saya nggak pingsan di lokasi donor, nanti malah bikin heboh semuanya.

Meski udah kliyengan hampir pingsan setelah donor pertama, tidak menyurutkan semangat saya untuk donor lagi. Karena donor darah tidak semenakutkan yang saya bayangkan! Dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh pasien ketika menerimanya, sungguh waktu yang kita sisihkan kurang lebih 20 menit untuk donor bukanlah apa-apa. Ditusuk jarum, enggak sakit. Jarum nempel 10 menit, nggak ada rasanya. Selesai donor jarum dicabut, biasa aja. Yang butuh waktu hanya penyesuaian tubuh setelah diambil darah kurang lebih 300cc dalam waktu singkat. Saya percaya tubuh akan menyesuaikan diri dengan baik bila saya rutin melakukannya. Maka ketika mendapatkan broadcast message pasien yang membutuhkan golongan darah yang cocok dengan kita, segera daftarkan diri menjadi pendonor secepatnya.

Saran saya untuk yang belum pernah donor darah, donorlah! Kalau nggak berani, carilah teman yang sudah pernah melakukan donor untuk menyemangati. Kamu nggak pernah tahu betapa berharganya setetes darahmu. Apalagi dalam Bulan Ramadhan dan lebaran, akan sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Pastikan kamu dalam kondisi sehat, sudah makan sebelumnya dan tidak memanipulasi form skrining atau akan merugikan dirimu. Sebisa mungkin jangan mengendarai kendaraan sendiri, atau bila terpaksa, beristirahatlah dulu minimal satu jam. Jaga-jaga kalau terjadi respon tubuh yang lambat terhadap perubahan yang terjadi mendadak seperti kasus saya.

Trust me, sekali donor akan bikin ketagihan. Tapi jangan lupa, baru boleh donor lagi minimal 75 hari atau 3 bulan kemudian ya. Dan kalau memang setelah di tes tidak layak menjadi pendonor, jangan maksa. Masih banyak kandidat lain yang potensial dan kamu nggak perlu berkorban yang justru malah merepotkan para petugas.

Because every drop can save life. Selamat donor darah!

Mau Foto Keluarga di Jombang? Idea Studio Bisa Jadi Pilihan

Tags

, , , , , , ,

IMG_9978

berasa model😄

Lebaran menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak keluarga, termasuk keluarga saya. Dengan banyaknya personil yang menyebar di seluruh penjuru Pulau Jawa, lebaran adalah waktu dimana kami dapat berkumpul lengkap meski hanya sekejap.

Namun semakin lama nyatanya semakin susah. Dengan saya yang koas, suami saya yang jaga IGD, kemudian adek yang gantian koas, menjadikan kami tidak bisa seluruhnya hadir saat lebaran. Kami pun mencari momen lain untuk merasakan lengkapnya anggota keluarga. Seperti layaknya lebaran tahun ini, karena adek sedang koas, kami bisa berkumpul hanya 6 jam saja dalam satu hari di tengah Bulan Ramadhan. Menjadikan kesempatan itu sangat langka. Bagaimana tidak? Pukul 12.00 siang, seorang adek baru saja tiba dari Batu. Sedangkan pukul 18.00, adek yang koas harus sudah kembali ke Solo.

Kesempatan berharga ini kami manfaatkan untuk foto keluarga, keinginan yang sudah sejak lama belum terwujud. Saya pun mencari studio dengan hasil foto yang paling bagus di Jombang. Menurut pengakuan seorang kawan, ada sebuah studio yang bagus hanya saja kapasitas ruangannya terbatas. Wah, padahal kan personil kami 13 orang. 😂

Target saya adalah mencari studio dengan hasil foto terbaik, bukan yang muat untuk foto. Jadi saya memutuskan tetap mengunjungi Idea Studio. Alamat di Jalan Pahlawan no 41 A Jombang. Tempatnya di tengah kota, sebuah gedung kecil di pojok jalan dekat sungai, sulit untuk parkir mobil. Pilihannya parkir di tepi jalan, atau di gerai Alfama*t yang berjarak 30 meter, atau di depan gerbang perumahan yang masih belum digunakan.

IMG_0300

Idea Studio

Saat datang, saya ditunjukkan hasil foto mereka. Lumayan bagus dibandingkan dengan hasil foto studio suami saat selesai internship bersama rekan sekelompoknya. Sayang seribu sayang, studio hanya muat untuk maksimal 5 orang dewasa atau 7 orang bila disertai anak-anak. Saya sedikit kecewa, karena sejujurnya pengen banget pake vendor ini. Udah browsing beberapa hasil foto studio lain di Jombang tapi tidak memuaskan. Saya pun mengutarakan bahwa ingin foto keluarga dengan 13 orang anggota. Salah satu pegawai disana menyarankan, kalau begitu foto di rumah saja. Bisa kok kami dipanggil.

Wah. Ide bagus! Di siang bolong saat Ramadhan, mengajak adek-adek yang berpuasa untuk datang ke studio sebenarnya bukan pilihan yang baik. Bila di rumah, kami bisa lebih leluasa dan yang pasti, nggak bingung gimana parkirnya. 😂

IMG_0301

pilihan harga portrait package

Saya diberikan harga paket untuk foto panggilan ke rumah. Saya dan keluarga sepakat menggunakan paket eksklusif dengan membuat janji maksimal 2 hari sebelumnya dan membayar DP minimal 30% dari harga paket. Setelah itu saya diberi kontak fotografer yang akan datang ke rumah untuk melakukan pemotretan. Namanya Mas Heri.

Saya booking untuk jam 12.00 siang. Mas Heri datang pukul 11.30 untuk terlebih dahulu melihat-lihat spot terbaik untuk foto. Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya terpilih 3 spot foto terbaik. Pukul 12.00 tepat sesi dimulai.

“Yak untuk para cucu silakan duduk di depan,” kata Mas Heri mengawali sesi. Demi mendengar penyataan tersebut, kami tertawa tanpa bisa dicegah. Karena seluruh personil adalah anak dan menantu. Belum ada cucu. Wkwkwk. Mas Heri kemudian minta maaf dan sama sekali tidak menduga bahwa keluarga kami besar sekali.

Sesi foto berjalan sangat lancar. Mas Heri yang single fighter bisa mengarahkan kami untuk berpose sebaik-baiknya ala model dadakan. Seringkali beliau mondar-mandir berkali-kali untuk menyetting lighting supaya hasilnya memuaskan.

Pukul 13.30 sesi akhirnya berakhir. Wah padahal cuma 1,5 jam, tapi rasanya capek banget. Ternyata difoto untuk juga capek. 😂 Belum bakat jadi model profesional. Selesai foto, saya melunasi sisa pembayaran dan file asli hasil foto dalam size kecil akan siap 1 jam kemudian. Bisa diambil di studio untuk kemudian dipilih sejumlah file sesuai paket yang akan di edit dan dicetak. Kami diberi waktu maksimal 24 jam untuk memilih foto yang akan dicetak besar dan dipigura karena vendor mereka di Surabaya akan segera tutup menjelang lebaran.

Surprisingly, hasil fotonya bagus dan memuaskan! Sekelas Jombang gitu loh. Meski masih ada yang perlu diedit di beberapa bagian, tidak menjadi masalah. File mentahnya aja udah bagus. Adek-adek saya yang hobi fotografi pun mengakuinya. Kamu pun bingung memilih foto untuk dicetak dan file besar yang ingin diambil. Melalui whatsapp, Mas Heri memberikan sarannya tentang hasil foto terbaik yang bisa dipertimbangkan. Setelah berdiskusi dan lelah memilih, akhirnya kami sekeluarga sepakat juga.

Esok siangnya kami segera memberikan list foto terpilih dan menambah biaya karena menambah 2 file dari paketan dan upgrade foto+frame dari 12 Rs menjadi 16 Rs. Per tambahan file biayanya Rp 50.000, untuk upgrade nambah Rp 100.000.

Senin menyerahkan file, Kamis hasilnya sudah bisa diambil. Wah, cepet banget. Saya kira sampai semingguan gitu. Seneng banget lihat hasilnya. Meski ada satu file foto yang belum sempurna, so far pelayanan dan hasil foto Idea Studio sangat memuaskan. Recomended untuk yang sedang di Jombang dan mencari studio foto yang bagus untuk foto keluarga.

IMG_0256

hasil foto 16 Rs plus frame putih

Ps : nggak dibayar buat promosi. Kalo puas dengan sesuatu, saya akan tulis reviewnya. Kali ada yang butuh.😀

CP IDEA : 081334277128/081216581223

 

Menjadi Gadis Berjilbab di Daratan Cina

IMG_3817

Dua hal yang tak akan terlupakan dari Shenzen. Pertama, perjalanan menemukan penginapan yang sangat menguras fisik dan mental. Kedua, menemukan makanan halal. Saya tidak pernah sebahagia ini melihat logo halal di depan toko makanan.

Sebelum pergi, saya sudah diwanti-wanti oleh keluarga bahwa di Cina akan sulit menemukan makanan halal. Untuk itu, penting bagi kami membawa makanan kering dari Indonesia. Pilihan kami jatuh pada abon, sambal goreng kentang kering, serta beberapa snack untuk mengganjal perut. Tanpa diduga, makanan itulah yang akan menjadi penyelamat kami nantinya.

Tiba di bandara Hongkong, kami langsung menuju Shenzen menggunakan bus kemudian oper MTR. Terakhir kali santap makanan adalah saat flight sekitar jam 8 pagi. Sampai dipenginapan sekitar pukul 5 sore setelah sebelumnya kesulitan mencari. Kami tidak sempat makan siang.

IMG_3636

halal meal Singapore Airlines

Mencari lokasi sebuah tempat di Cina memang tidak mudah. Penduduk Cina dikenal jarang sekali yang bisa berbahasa Inggris. Ditambah Google yang diblokir menjadikan pencarian semakin sulit saja. Peta yang kami bawa sedikit membantu menemukan arah. Namun dengan tulisan mandarin-tanpa abjad menjadikan kami sulit sekali menemukan lokasi pasti penginapan. Saya sangat lelah karena tidak terbiasa berjalan kaki. Akhirnya saya minta izin suami untuk duduk beristirahat sementara suami berusaha menemukan penginapan.

IMG_9560

gimana bisa ketemu kalo tampak depannya kaya gini. nggak ada petunjuk apapun T.T

Saat beristirahat saya tiba-tiba menyadari satu hal. Sejak masuk ke teritorial Shenzen, saya sama sekali tidak bertemu dengan perempuan yang mengenakan jilbab. Kebalikannya, saya justru menjadi pusat perhatian. Hampir semua orang yang melewati saya, melihat dengan wajah penasaran. Puncaknya ada seorang laki-laki yang mengajak saya berkenalan dan berbicara menggunakan Bahasa Mandarin. Rasanya mau nangis. Saya udah bilang berkali-kali kalo saya nggak ngerti, please speak in English, tapi beliau juga nggak paham maksud saya. Bukannya malah pergi, beliau makin mendekat dan melihat saya dari atas sampe bawah berasa alien. Kemudian beliau mengeluarkan kertas dan menulis huruf mandarin, saya tetap nggak bisa baca. Saat itu saya udah takut banget. Suami berada sekitar 50 meter dari saya, masih sibuk bertanya kepada salah seorang siswi yang kebetulan paham Bahasa Inggris sehingga tidak bisa langsung mendekat.

Ketika saya melihat ke suami, si Bapak juga melihat ke arah yang sama sambil mengatakan sesuatu. Meski nggak paham, saya cuman menganggung dan bilang “Yes! Yes! Yes!” Anggep aja dia nanya, “Kamu bareng sama dia kesini?” Wkwkwkwk. Suami pun melambaikan tangan, mengajak saya mendekat karena penginapan sudah ketemu. Sungguh, bahagia tak terkira bisa terhindar dari si Bapak. Penasaran, saya pun bertanya kepada pemilik penginapan apa arti dari tulisan si Bapak. Ternyata inilah yang beliau tanyakan, “Apa kamu sedang menunggu seseorang?” Maaf ya pak saya udah keburu ketakutan. Ya maklum gak bisa Hausiang-Hausiang.

Setelah meletakkan barang bawaan, malam harinya kami jalan-jalan di Dongmen market. Di sana kami menemukan penjual “pentol bakso bungkus siomay” kaki lima berlogo halal. Ya, saya bilang pentol bakso karena memang berbentuk bulat, rasanya seperti daging sapi namun dengan balutan seperti siomay. Kami mencoba hanya satu porsi, masih positif thinking akan menemukan resto halal. Setelah berputar-putar hingga larut malam, kami tidak bisa menemukan resto halal. Sempat melihat KFC tapi ragu ingin masuk kesana. Akhirnya kami pulang tanpa sempat makan apapun.

Saat di Dongmen, saya sempat ditinggal sejenak oleh suami karena saya lelah sekali. Lagi-lagi menjadi pusat perhatian, dilihatin terus dari atas ke bawah. Saya banyak berdoa, mudah-mudahan rasa penasaran mereka tidak membuat saya ketakutan. Sejak saat itu, saya berkata pada suami kalau saya nggak mau ditinggalin sendirian.😄 Suami kan nggak ngerasain, meski jelas kami ini turis, tapi suami gak pake jilbab. Yang menarik perhatian cuma saya. Maklum sih, meski Shenzen banyak lokasi wisata, tapi jarang ramai oleh turis dari mancanegara apalagi Indonesia. Tidak seperti Hongkong dan Macau yang memang menjadi salah satu tujuan wisata utama.

Sampai penginapan, kami membuka perbekalan dan ludeslah sebungkus Chitat*.😄 Alhamdulillaah bisa tidur nyenyak meski sangat kedinginan. Di tengah perjalanan kami sempat menyetok minuman soda, kan minuman soda banyak kalorinya. Hehehehe.

Esok harinya sejak pagi kami sudah nongkrong di Splendid of China. Sampai sore, kami hanya mengganjal perut dengan biskuit Ore* dan minuman soda. Bila minumanya habis, kami beli lagi di vending machine. Saat kembali ke penginapan, kami masih belum juga menemukan makanan halal. Badan udah lemes. Craving for food. Nggak mau makan snack lagi. Maunya makan beneran. Celakanya kami masih harus pindah penginapan karena kami berencana akan mengunjungi Window of the World (WOTW). Kami pindah ke tempat yang lokasinya tak jauh dari sana.

IMG_9563

Muslem Building at Splendid of China

Jadilah malam-malam geret koper naik MTR sambil kelaparan. Muka udah lecek abis. Sampai di MTR dekat penginapan, ternyata kami sudah melihat plang arah ke WOTW. Suami memutuskan untuk langsung kesana, karena diatas jam 7 malam, tiket hanya setengah harga! Jam 8-10 malamnya kami berjalan-jalan berusaha menikmati suasana di sana. Bisa dibayangkan, seharian nggak makan, sambil geret koper segede gaban. Badan rasanya kayak dipatahin semua dari atas sampe bawah.

IMG_3770

muka lecek tapi masih foto-foto😄

Pulang dari WOTW menuju penginapan, saya udah merengek-rengek ke suami minta beliin KFC. Udah lemes banget. Tapi suami yang sempat melihat resto berlogo halal menyarankan untuk beli di resto saja. Saya hanya bisa berdoa mudah-mudahan restonya masih buka. Mau nangis rasanya. Nggak kebayang bakal sesulit ini cari makanan halal.

Ketika akhirnya kami melihat resto halal itu masih buka, ya Allah, sungguh kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata! Pemiliknya sepertinya pasangan suami istri. Si Bapak mengenakan peci, istrinya sumringah dan excited sekali melihat saya. Saya jadi penasaran, pernah ada turis berjilbab yang sebelumnya kesini gak ya?

IMG_9561

resto tampak depan dan dalam. banyak juga penduduk lokal yang makan disini. can you spot Bapak Ibu pemilik resto? 

Seperti normalnya di Shenzen, menu yang ada pun pake Bahasa Mandarin. Susah payah menjelaskan ke ibunya, akhirnya beliau mengerti dan memberikan menu bertuliskan abjad. Problem lain muncul saat kami meminta dibungkus atau takeaway. Kami sampai harus menggunakan bahasa isyarat tangan supaya mereka paham. Alhamdulillaah kami bisa makan di penginapan dengan tenang. Kami membeli menu noodle dengan dua macam masakan. Tak lupa taburan abon sebagai penambah cita rasa kenikmatan.

IMG_9566

Alhamdulillaah dikasi menu ber-huruf abjad😀

IMG_9568

noodle chinese food bertabur abon

Selesai berlibur di Shenzen, kami menuju Macau. Terasa sekali atmosfir bahwa Macau merupakan tujuan wisata. Banyak turis berlalu lalang yang juga mengenakan jilbab. Alhamdulillaah saya nggak lagi jadi pusat perhatian! *terharu* Meski lagi-lagi kami sulit menemukan makanan halal, tidak menjadi masalah karena kami sudah bawa bekal makanan dari resto di Shenzen. Huehehehe. Ditambah dengan sebuah Portuguese Egg Tart super enak pengganjal perut, di Macau kami bisa makan dengan tenang.

IMG_9565

menikmati portuguese egg tart dalam kapal feri menuju Hongkong sembari melewati jembatan Macau

Ketika akhirnya menginjakkan kaki di Hongkong, uwaaahhh kami langsung menemukan masjid di tengah-tengah Kowloon. Bertebaran sekali wanita berjilbab dan di penginapan kami Chunking Mansion, tak henti-hentinya mendengar sapaan orang yang mengucapkan salam. Resto yang menjual makanan halal pun mudah dijumpai. Masya Allah. Kami juga sempat mengujungi Masjid Ammar dan Osman Ramju Sadick Islamic Centre di daerah Jordan untuk menikmati dimsum halalnya yang super famous.

IMG_9572

sampai di Chunking Mansion langsung cari makan dan porsi sebanyak inipun ludes

IMG_9564

Islamic Centre Canteen yang selalu ramai. kalau kesini agak siang, bisa udah gak kebagian dimsum

IMG_9562

the famous halal dimsum. disini juga banyak menu selain dimsum

Tidak sulit mencari makanan halal di Hongkong. Yang sulit adalah mencari makanan yang halal dan murah. Pilihan kami jatuh pada mie instan halal yang banyak dijual di toko-toko sepanjang jalan. Hemat beb. Harganya bisa sampai 1/5 dari harga restoran. Toh di penginapan rata-rata juga menyediakan air panas. Hihihi.

Saat di Disneyland, karena bakal maen seharian, nggak mungkin kami nggak makan siang. Kami menemukan tiket hemat di elevenia dengan harga 750.000/orang include meal voucher seharga 250.000. Bisa ditukar di resto yang menyediakan penukaran, alhamdulillaah kami bisa menukar di Tahitian Resto yang menunya halal. Surprisingly, porsinya gede banget dan udah termasuk minuman! Cukuplah buat ngerapel makan siang-malam.

IMG_9570

singapore laksa noodle and chicken satay. masing-masing porsi worth IDR 250K :O

Di Cina, mencari tempat sholat (prayer room) juga merupakan tantangan tersendiri. Ketika di Splendid of China, kami tidak menemukan tempat sholat khusus dan memang tidak disediakan. Hanya saja banyak ruang yang bisa dimanfaatkan, seperti ruangan di dekat tempat berfoto dengan menggunakan cosplay baju adat Cina. Untuk di WOTW, kami tidak sempat sholat di sana karena langsung pulang ke penginapan. Begitu juga saat berkeliling Macau. Jarak yang sangat dekat dari satu tempat ke tempat lain menjadikan kami bisa pulang ke penginapan sewaktu-waktu. Lain halnya ketika di Disneyland, memang di sana tidak terpampang jelas ada prayer room. Namun saat menanyakan pada pusat informasi, kami diberikan ruangan khusus untuk melaksanakan sholat. Alhamdulillaah. Seharian penuh di Disneyland tidak perlu khawatir terlewat waktu sholat.

Bepergian ke negara di mana muslim tidak menjadi mayoritas merupakan hal yang cukup menantang. Apalagi dengan jilbab yang sudah pasti menarik perhatian banyak orang. Melalui pengalaman ini saya belajar banyak hal. Diantaranya, bahwa sebenarnya kita bisa menerapkan kepercayaan yang kita anut di mana saja tanpa dihantui oleh rasa takut. Asalkan meyakini bahwa apa yang kita lakukan sudah sesuai dengan tuntunan agama dan tidak sedikitpun meragukan ketentuan Allah meski sangat sulit menjalankannya. Saya juga sangat bersyukur, di Indonesia sangat banyak sekali bisa ditemukan masjid, makanan halal serta bisa mengenakan jilbab tanpa harus dianggap suatu hal yang aneh. Maka akan kurang bijak bila sebagai umat Islam yang hidup di Indonesia, tidak memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya.

IMG_3913

unforgettable Shenzen trip. wajah sumringah soalnya udah mau move on ke Macau😄

Satu hal yang saya rasa masih kurang. Saat pergi ke luar negeri, masih ada sedikit rasa ketidakpercayaan dalam diri. Bahwa saya bisa membawa nama baik agama saya. Maka saya bertekad untuk trip selanjutnya, saya akan lebih percaya diri menunjukkan kepada orang di luar sana, bahwa saya adalah pemeluk Islam yang dengan bangga mengenakan jilbab sebagai penutup kepala.

Website suggestion :

  1. https://www.halaltrip.com/attraction-details/174/splendid-china-chinese-folk-culture-village/
  2. https://www.halaltrip.com/attraction-details/173/window-of-the-world/

 

Survival Trip : Sleeping at Changi Airport

Tags

, , , , , , , , ,

IMG_3603

hall besar di sudut Changi yang dimanfaatkan untuk tidur

Bulan Maret-April kemarin saya berkesempatan untuk merasakan traveling sendirian ke luar negeri. Enggak murni sendirian sih, lebih tepatnya naik pesawat sendirian PP dari Surabaya ke Hongkong dan harus transit dan menginap di bandara.

Perburuan tiket yang murah mengharuskan saya transit selama 6-7 jam di Bandara Changi. Alhamdulillaah dapet tiket promo Singapore Airlines 2,8 juta pp all in termasuk meal dan free bagasi 30 kg. Lebih murah dari maskapai low cost yang masih sekitar 4 juta-an. Jadwal flight saya SUB-SIN 27 Maret jam 18.40 lanjut SIN-HKG 28 Maret jam 07.35 dan HKG-SIN 4 April jam 19.55 lanjut SIN-SUB 5 April 07.50.

Saya merencanakan liburan ke Hongkong, Shenzen dan Macau bersama suami. Lagi-lagi karena jadwal, maka kami baru bisa bertemu di bandara Hongkong karena suami flight dari Beijing. Praktis saya harus menginap di Changi sendirian. Meskipun sudah pernah menginjakkan kaki di Changi, rasa deg-degan masih tidak terelakkan. Bisa nggak ya survive pergi sendirian? Cewek, pake jilbab, pergi jauh ke negeri orang.

Karena kebiasaan yang prepare banget, saya sampai browsing dan menyimpan denah bandara Changi dari terminal 1-3. Mengira-ngira akan turun di gate mana, harus jalan kemana dan naik apa untuk bisa ke snooze lounge. Ya, bandara Changi dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik di dunia untuk transit a.k.a tidur. Di spot tertentu, mereka menyediakan kursi panjang untuk berbaring. Syaratnya cuma dua, belum keduluan dipakai orang dan punya boarding pass untuk penerbangan selanjutnya. Mengingat Changi adalah bandara transit dan beroperasi selama 24 jam, harus punya strategi matang biar kebagian kursi tidur. Apalagi dari gate satu ke lainnya jaraknya sangat jauh. Begitu turun dan tahu di gate berapa, harus segera lihat denah biar tahu kemana arah yang harus dituju.

IMG_3560

snooze lounge yang nyaman untuk tidur

 

Selain snooze lounge, yang tak kalah penting adalah mushola/prayer room karena saya masih akan melewati waktu subuh sebelum flight selanjutnya. Saya juga menandai spot makanan halal, barangkali tengah malam kelaparan meski udah dapet meal di pesawat.

Apa saja perlengkapan yang perlu disiapkan?

  1. Baju yang nyaman. Selama perjalanan masih belum butuh foto-foto, kecuali kamu seorang artis yang airport fashionmu akan sangat diperhatikan orang. Saya aja pakai jilbab bergo alias slobokan.
  2. Jaket untuk menutupi badan saat tidur.
  3. Kain yang lebar (bisa sarung bali) untuk menutup badan bagian bawah.
  4. Yang paling penting : bantal leher.
  5. Perlengkapan tidur lainnya (misal penutup mata, kaos kaki, dkk)
  6. Ambil airport map seketika setelah mendarat. In case semua alat elektronikmu mati dan kamu belum sempet ngecas. Biar kamu juga nggak bolak-balik mencet airport directory gara-gara buta arah.

 

IMG_3556

booklet panduan bandara yang bisa diambil secara cuma-cuma

IMG_3569

ready to sleep

Pada dasarnya, Changi adalah bandara yang aman. Ditinggal tidurpun tasmu nggak akan ilang. Pun kalo nggak kebagian kursi di snooze lounge, bisa langsung ngglethak di lantai yang full karpet kalo nggak nyaman mlungker tidur di sofa yang banyak tersedia di sana. Tapi untuk jaga-jaga nggak ada salahnya, saya tidur sambil mendekap tas ransel. Itung-itung jadi guling.

IMG_3625

pilihan tempat lain untuk tidur

Saat transit menuju Hongkong, saya akhirnya dapet spot di snooze lounge setelah menunggu kurang lebih 1 jam. Saya bertahan untuk menunggu karena ada tanda-tanda penumpang yang akan pergi : hanya berbaring saja, nggak tidur. Atau tidur tapi nggak full gear. Cuma merem aja nggak pakai selimut, kaos kaki atau penutup mata. Kebetulan saat itu ada perbaikan sehingga istirahat saya nggak begitu nyenyak. Jam 3 pagi dibangunkan oleh petugas imigrasi dan polisi bandara untuk pemeriksaan boarding pass. Kalo nggak punya? Akan diminta untuk segera meninggalkan lokasi transit menuju free hall. Seragamnya sih rada horor. Bawa pistol laras panjang segala. Tapi saya mah adem-ayem aja. Saya kan punya boarding pass. Wek.

Memasuki waktu subuh saya ke prayer room, harus berjalan kaki agak jauh dari snooze lounge. Kemudian ke kamar mandi sebentar untuk bersih diri dan siap untuk penerbangan selanjutnya. Keluar kamar mandi saya menyempatkan berkeliling bandara. Pukul 05.00 pagi masih sangat sepi. Banyak hall besar yang ternyata dipakai tidur tidak hanya oleh penumpang, tapi juga petugas bandara. Mereka menggunakan sleeping bag sebagai alas. Saya rasa Changi benar-benar memanjakan para traveler. Tiba-tiba saya kepikiran gimana entar di bandara Hongkong bakal ngehubungin suami, kan nggak punya simcard sana. Thanks to technology, pasti ada wifi gratis lah ya sampai ke hall kedatangan.

IMG_3616

subuh di Changi

Sampai di Hongkong saya langsung menuju hal kedatangan untuk mencari kursi tunggu. Setelah beristirahat dan mengelilingi booth di bandara, pesawat suami akhirnya tiba. Melihat suami muncul dari pintu kedatangan tidak pernah sebahagia ini. Yeay! Finally kami liburan lagi. Atas perlindungan Allah, saya bisa melalui perjalanan sendirian menuju Hongkong tanpa kurang suatu apapun.

IMG_3643

welcome to Hongkong😀

Perjalanan pulang dari Hongkong seharusnya terasa lebih mudah. Sayangnya saya harus turun di gate dan terminal yang berbeda saat berangkat. Otomatis harus mencari-cari lagi. Saya pun tidak kebagian snooze lounge di dekat gate keberangkatan dan tidak ada tanda-tanda akan ada penumpang yang bangun dan pergi. Jadilah saya melangkahkan kaki ke mushola untuk tidur di sana mengingat flight pagi yang mepet dengan waktu subuh dan saya nggak mau ngemper di lantai karpet. Daripada saya harus bolak balik gate-mushola-gate. Ternyata tidur di mushola adalah pilihan yang salah. Karena mushola di Changi sangat dingin sekali. Bahkan jaket super tebal tak mampu menghangatkan. Saya terbangun berkali-kali karena kedinginan. Setelah subuh saya menuju gate keberangkatan dan menyadari, suhu di luar mushola jauh lebih hangat.  Apalah daya, sudah terlanjur. Selama di pesawat menuju Surabaya, saya benar-benar membayar hutang tidur. Sejak take off sampai landing sudah memejamkan mata dan baru melek waktu pesawat sudah di Bandara Juanda.

IMG_4603

see you, Hongkong!

 

Bila sebelumnya saya yang menyambut suami di pintu kedatangan, kali ini suamilah yang menyambut saya. Beliau beruntung mendapatkan tiket direct flight dari Hongkong ke Surabaya. Meski saya lebih dulu meninggalkan Hongkong, beliau yang lebih dulu tiba di Surabaya.

IMG_4670

ada yang lelah kena flight pagi buta

Trip kami berakhir. Alhamdulillaah atas ijin Allah saya berhasil melalui perjalanan pulang pergi keluar negeri sendirian. Kuncinya adalah banyak berdoa. Minta ridha dari suami bahwa beliau mengizinkan kita perjalanan sendirian. Kuasai informasi selengkap-lengkapnya. Dan ini adalah pengingat kemanapun saya pergi : selama kamu masih bisa membaca dan bertanya, kamu nggak akan nyasar.😄

source :

  1. http://www.sleepinginairports.net/
  2. http://id.changiairport.com/facility/napping-area

The Making of Dormi(s)tory

Tags

, , , , , , , ,

IMG_5825

Dua puluh sembilan orang, mayoritas belum pernah bertatap muka satu sama lain, berhasil membuat buku dalam waktu tiga bulan. Hanya bermodalkan grup whatsapp, email serta google drive. Ada yang di Jombang, ada yang di Bandung, ada pula yang di Belanda, Jepang bahkan Selandia Baru. Bagi saya, ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.

Berawal dari sebuah mimpi, ingin mempersembahkan sebuah buku untuk Insan Cendekia. Menceritakan kisah selama tiga tahun yang terjadi di sana. Insan Cendekia begitu istimewa. Karena itulah saya yakin, banyak sekali memori tangis dan tawa yang pada akhirnya membawa saya dan alumni lain menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Mimpi inilah yang mempertemukan saya kepada Komunitas Blogger Ikatan Alumni Insan Cendekia. Setelah sebelumnya saya diarahkan oleh Adam, sahabat saya yang terpilih menjadi Ketua IAIC, untuk bergabung bersama tim blogger.

Bukankah dengan bersama-sama, semua akan menjadi lebih bermakna? Maka saya ungkapkan mimpi saya, disambut dengan antusias, blogger lain pun berdatangan untuk turut berperan serta.

Rapat perdana dibuka untuk brainstorming tema yang akan ditulis. Rapat dimana? Di grup whatsapp! Pukul 20.00 GMT +7. Maka Anri yang berada nun jauh di Selandia Baru harus rela menahan kantuknya.

IMG_6098

dari grup whatsapp segalanya bermula

Pembagian tema selesai, saya sebagai penanggung jawab segera membuat timeline penulisan dengan target : 14 Mei 2016 saat tes IC buku sudah bisa dihadirkan. Namanya rencana tinggal rencana. Sudah nyata deadlinenya, masih banyak juga yang minta perpanjangan submit naskah. Trus ngumpulin naskahnya gimana? Memanfaatkan teknologi yang ada, kami menggunakan google drive yang bisa diakses oleh seluruh anggota.

IMG_6055

gdrive kami

Ketika penulisan naskah usai, masalah lain muncul. Siapa yang akan menjadi editor naskah? Betapa bahagianya saya ketika anggota blogger lain dengan sukarela menawarkan diri. Diketuai oleh Kak Yosi Ayu Aulia, mereka bersedia memperbaiki naskah yang telah ada. Tidak berhenti disini, kami mencoba mencari editor yang lebih berpengalaman agar buku kami setara dengan buku-buku level nasional.

IMG_6097

diskusi urutan naskah dengan editor. antara Jombang-Belanda

Atas bantuan Kak Yosay, kami bertemu dengan Bapak Hernowo Hasim. Seseorang yang luar biasa, dengan begitu banyak pengalaman di dunia literasi. Tak hanya menulis, beliau juga pernah menjadi general editor salah satu penerbit terkemuka di Indonesia. Beliau dengan kebesaran hatinya, mau menjadi editor naskah kami. Meski tak pernah berjumpa, kami berkomunikasi melalui email.

IMG_6054

diskusi dengan editor utama

Kemudian salah satu anggota, Suci Fadhilah, mengajukan diri menjadi layouter dengan pengalaman sebelumnya pernah menjadi layouter majalah. Wow! Saya menyambut dengan senang hati. Naskah selesai di edit, masuklah ke layouter.

IMG_6099

diskusi dengan layouter tentang urutan buku

Namun kami tak juga menemukan desain cover yang nancep di hati. Maka kami pun membuat pengumuman dengan harapan akan lebih banyak lagi alumni yang bersedia untuk membuat desain sehingga kami akan menemukan satu yang pas. Disinilah kami berjumpa dengan Dafira, bersama dengan cover paling cute sepanjang masa.

IMG_6071

draft cover buku

Tentang judul, kami membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mendiskusikannya. Berawal dari brainstorming, entah kenapa saya suka sekali dengan nama Dormi(s)tory. Gabungan dari dorm = asrama dan story = cerita. Buku ini merupakan kumpulan cerita dari kami ketika menjalani kehidupan tiga tahun di asrama Insan Cendekia. Saya mencoba search di google, belum ada yang pernah memakainya. Judul pun ditemukan. Dengan diskusi yang sedikit alot untuk subjudul, kami akhirnya sepakat dengan “Cerita Kita di Jalan Cendekia”.

Saat naskah berada di tangan layouter, saya mulai survey percetakan. Ternyata ini pun tidak mudah. Mencari percetakan dengan kualitas yang oke dengan harga yang terjangkau. Saya sudah mantap dengan satu percetakan ketika kemudian mencoba membeli salah satu buku hasil cetakannya. Begitu bukunya datang, Lhaarrr. Saya kecewa. Padahal kami harus naik cetak segera. Keputusan diambil. Kami deal dengan salah satu percetakan yang meski agak mahal, namun kualitasnya meyakinkan.

Untuk ke percetakanpun, kami hanya koordinasi via whatsapp dan email. Apakah file sudah siap cetak, bagian mana yang harus direvisi. Karena kami sama-sama tahu, bisnis adalah modal kepercayaan.

IMG_6064

akan naik cetak

Lalu, darimana uang untuk biaya percetakan? Kan pasti harus bayar uang muka? Awalnya kami sepakat untuk patungan, ketika kemudian memperoleh kabar dari Laksito bahwa dia akan mengusahakan agar kas IAIC bisa digunakan untuk membantu proyek ini. Toh ini juga proyek alumni. Betapa senangnya kami saat kemudian tak hanya memperoleh dana pinjaman, tapi juga dana hibah yang tak perlu dikembalikan. :”)

IMG_6067

dana dari Badan Pengurus Dana Alumni (BPDA)

Buku naik cetak, target penjualan dibuat, proses marketing dimulai. Ketika anggota blogger tak hanya jago menulis tapi juga mendesain, disinilah kreatifitas kami muncul. Memanfaatkan segala sosial media yang ada. Membuat kampanye untuk support buku ini, membuat poster quotes yang menggelitik, menulis blog agar masyarakat lebih mengenal kami. Proses kreatif ini tak lepas dari ide lucu Kak Nabila As’ad selaku Koordinator Komunitas Blogger.

IMG_6074

blogger yang nggak cuma jago nulis, tapi juga jago desain

Maka disinilah titik haru itu terjadi. Ketika para guru sangat senang sekali lalu ikut memesan, ketika salah satu alumni kemudian memesan banyak buku untuk diberikan secara cuma-cuma kepada semua guru yang ada di Insan Cendekia Serpong, Masya Allah. Sungguh, bukan lembaran rupiah yang kami cari. Kebahagiaan dan rasa syukur inilah sesungguhnya yang abadi.

Ketika tulisan ini dibuat, tim admin yang digawangi oleh Nadia sedang sangat sibuk merekap pesanan yang ada. Karena 500 buku terjual pada 24 jam pertama setelah pre order dibuka. Padahal ia adalah seorang mahasiswa. Sungguh, semoga Allah membalas segala kebaikannya. Semoga Dormi(s)tory segera hadir di tangan anda. Bila belum memesan, jangan khawatir tidak kebagian. Klik saja di tautan ini bit.ly/BeliDormistory

Mohon ijin undur diri. Selamat menikmati kisah masa muda kami.🙂

 

Cinta Akung dan Hari Kasih Sayang

Tags

, , , , , ,

IMG-20160208-WA0002

Akung lagi disuapin makan sama mbah putri.

A : “Aku udah kenyang. Sisanya buat kamu aja”.

M : “Lha Akung baru makan sedikit kok udah kenyang”.

A: “Iya aku udah kenyang. Kamu makano juga”.

(Akung selalu tidak menghabiskan makanannya supaya mbah putri bisa makan juga).

F : Dan saya hanya melihat sambil…

Di lain episode,

F : “Mbah Putri, makan dulu yuk”.

M : “Nanti aja habis Mbah Kung mu makan”. Sambil masih tetep megangin tangan akung.

Waktu akung sakit, siapa yang selalu di samping akung? Mbah putri.

Iya anak-anaknya ada. Cucu bahkan cicit juga ada. Tapi cuma mbah putri yang nggak pernah lelah. Yang selalu menomorsatukan akung di atas diri beliau.

Tujuh puluh tahun bersama bukanlah waktu yang pendek. Maka benarlah bila ingin mengetahui hakikat cinta sejati, lihatlah beliau-beliau yang sudah mencapai usia senja. Saat fisik sudah memudar, saat yang tersisa hanya waktu untuk bersama.

Apalah saya yang baru menikah kemarin sore. Yang kalau lapar masih makan duluan. Yang kalau ngantuk masih tidur duluan.

Mungkin mbah putri sudah tidak kuat lagi menuntun akung ke kamar mandi. Membantu akung mandi. Tapi jiwa beliau masih kokoh untuk menggerakkan tangannya mengenggam akung. Meyakinkan akung bahwa apapun yang terjadi, beliau tetap di samping akung.

Usia beliau berdua sudah menginjak 90 tahun. Sudah bukan jamannya lagi menggombal. Membuat keromantisan yang dibuat-buat. Apa yang terjadi adalah kumpulan dari komitmen yang terbentuk semenjak menikah. Bahwa istri taat pada suami. Bahwa suami menyayangi istri.

Tidak mungkin mbah putri akan setia menemani akung yang sakit, bila saat beliau sakit akung tidak menemani. Tidak mungkin mbah putri bisa bertahan mendoakan, bila akung juga tidak menjadi imam yang baik.

Seseorang yang bertahan di sisi mu saat kamu terpuruk, berhak untuk menemanimu di saat terbaik.

Ingin dicintai sepenuh hati? Mencintailah dengan sepenuh hati. Penuh keikhlasan. Tanpa ekspektasi. Saya tahu itu sulit. Saya pun masih belajar. Tapi harus diusahakan setiap hari. Berulang kali hingga mati.

Pernah suatu kali bude saya bercerita.

“Akung dulu waktu naik haji tahun 1956, ngirim surat ke Mbah Putri. Tulisannya, kepada adindaku tercinta…”

Hal-hal kecil seperti itulah yang akan menjadi kisah untuk anak cucu. Bahwa cinta mereka ada. Tidak padam walau menua.

Mencintai setiap hari. Kurang bukti apalagi? Tidak perlu dirayakan dengan hari kasih sayang. Memberi coklat. Bahkan mendekati zina. Naudzubillah. Hakikat menyayangi tak cuma sehari. Bukan tentang apa yang kau beri pada hari itu. Tapi apa yang kau lakukan sejak menikah hingga mati.

Jadi, jika kamu sungguh-sungguh ingin menyayangi, sayangilah dirimu dahulu. Menikahlah dengan jodoh terbaik. Kemudian berikan cintamu kepadanya. Cintai kelebihannya, cintai kekurangannya. Belajar dari yang telah berhasil mencinta. Jangan belajar dari kawanmu yang juga belia yang tidak jelas kemana arahnya.

Semoga cinta akung, cinta kita, berlanjut hingga ke surga.

Dokter yang Bukan ASI Eksklusif

Tags

, , , , , , ,

IMG_8659

Saya seorang dokter. Tapi saya tidak mendapatkan ASI Eksklusif. Dari ibu saya yang juga dokter, begitu pula dengan ayah saya. ASI iya. Susu formula iya. Saya pun juga tidak di IMD. Nah lho. Kok bisa?

Pengakuan ibu, saat itu beliau sama sekali tidak tahu menahu tentang ASI Eksklusif dan IMD. Di bangku kuliah pun tidak diajari. Seminar ASI apalagi. Sebagai ibu yang bekerja, beliau juga belum dibekali informasi tentang bagaimana cara menyimpan ASI (saya lahir tahun 1990).

Hari Minggu kemarin saya berkesempatan mengikuti Kelas EdukASI yang diselenggarakan oleh Aimi Malang. Saya mengikuti kelas tersebut karena sebagai seorang tenaga kesehatan, pegetahuan saya tentang proses menyusui masih sangat kurang. Saya cuma tahu secara definisi apa itu ASI Eksklusif dan IMD. Meski saya belum memiliki seorang anak, saya percaya bahwa membekali diri dengan ilmu itu lebih baik daripada hidup dalam ketidaktahuan dan tidak ingin mencari tahu.

Selain ingin memberikan yang terbaik bagi anak saya kelak, saya juga ingin membagikan ilmu saya kepada siapapun yang bertanya mengenai ASI. Sehingga saya bisa mengetahui ilmunya secara lebih lengkap.

Saya sendiri tidak diberikan ASI Eksklusif oleh orang tua. Karena saya ingat bila dulu ayah pulang bekerja, beliau selalu membawa oleh-oleh susu formula gratis yang diperoleh dari tempat beliau bekerja. Ibu saya saat itu masih koas, sehingga mungkin bisa disamakan dengan ibu yang bekerja.

Saya lupa apakah saat kecil saya sering sakit, apakah saya pernah sakit parah. Toh meski saya tidak mendapatkan ASI Eksklusif, saya juga bisa jadi dokter. Namun testimoni dari satu orang tidak bisa mewakili keseluruhan populasi. Penelitian dibuat agar bisa diketahui secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, apakah sesuatu hal memberikan manfaat atau tidak bagi mayoritas orang. Sudah banyak penelitian tentang hubungan kecerdasan seseorang dengan pemberian ASI Eksklusif.

Waktu kecil, saya suka sekali minum susu. Bila melihat televisi pun sering melihat iklan susu formula dengan segala macam promosinya. Saya ingat betul sebuah merk susu yang saat itu sedang terkenal, merknya adalah Lact*na. Sampai saat ini, berbagai merk susu formula telah diluncurkan di Indonesia, dengan berbagai harga dan promosi kelebihan masing-masing produk.

Berbeda halnya dengan cerita yang saya dapatkan saat suami pergi ke Australia. Beliau tidak menemukan susu formula di supermarket. Setelah bertanya kepada rekan yang tinggal disana, memang susu formula sangat dibatasi sekali. Tidak dijual bebas dan digunakan hanya atas rekomendasi dari dokter. Sangat berbeda sekali dengan kondisi di Indonesia dimana susu formula diberikan kepada bayi padahal ibu dan bayi dalam keadaan sehat wal’afiat.

Di Indonesia, tantangan ASI Ekslusif sangat besar sekali. Mulai dari budaya dan pemahaman keliru yang sudah mengakar, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya informasi, ibu yang bekerja, serta gempuran promosi dari industri susu formula. Maka saya meneguhkan diri untuk mengikuti Kelas EdukASI untuk menambah wawasan dan bisa menyebarluaskan informasi yang saya peroleh.

IMG_8618

Kelas EdukASI ini diselenggarakan oleh AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia). Organisasi ini terbentuk dari ide beberapa ibu yang ingin membentuk support group kepada para ibu menyusui dan mendampingi bila ada masalah dalam prosesnya.

Materi disampaikan dengan sangat baik sekali, dari segi cara maupun konten. Meski kadang masih dijumpai data tanpa sumber yang tercantum dengan jelas, akan tetapi secara keseluruhan dasar ilmu yang diajarkan sudah sangat baik. Untuk tenaga kesehatan, perlu diingat, ini bukan presentasi ilmiah yang harus menampilkan pustaka di setiap slidenya.  Kita bisa memperdalam bukti ilmiahnya lagi diluar kelas.

IMG_8631

Di AIMI Malang, kegiatan tidak hanya terbatas pada Kelas EdukASI saja. Namun kita bisa meminta konseling (dipanggil ke rumah atau ke rumah sakit), bisa juga berbelanja tentang kebutuhan untuk menyukseskan ASI Eksklusif.

Kelas EdukASI 1 berisi materi tentang :

  1. Tatalaksana inisiasi menyusu dini (IMD).
  2. Manfaat menyusui dan risiko susu formula.
  3. Dukungan pemberian ASI dan peraturan perundang-undangan.
  4. Mengenal anatomi payudara, posisi dan perlekatan menyusui yang efektif.
  5. Hari-hari pertama kelahiran bayi.
  6. Kunci keberhasilan menyusui.

Tema di atas diberikan oleh dua pemateri dari AIMI. Dua orang ibu yang sudah berpengalaman memberikan ASI kepada anaknya serta memberikan konseling bagi ibu-ibu yang menbutuhkan pendampingan.

Kelas ini tidak hanya untuk ibu hamil atau menyusui saja. Akan tetapi para ayah, dan keluarga lainnya seperti ibu atau ibu mertua (nenek bayi) juga harus diberi pemahaman yang benar tentang ASI. Karena keberhasilan ASI Eksklusif tidak semata-mata hasil dari usaha ibu, tapi juga atas dukungan dan motivas dari suami dan keluarga dekat.

IMG_8633

Sedikit review tentang tema yang disajikan yaitu :

  1. Saya sebagai tenaga kesehatan baru memahami makna IMD akhir-akhir ini dan menyadari bahwa tidak semua tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan tahu dan mau menerapkan IMD. Maka untuk ibu yang ingin menerapkan IMD, bisa hospital shopping sebelum melahirkan untuk mengetahui mana saja fasilitas kesehatan yang pro IMD.
  1. Materi kedua adalah titik penting ilmu yang harus diketahui secara ilmiah mengapa ASI adalah yang terbaik dan susu formula tidak bisa menggantikannya.

Apa sih bedanya ASI dan susu formula? Seringkali kita tidak tahu menahu. Entah karena propaganda iklan yang berlebihan, informasi yang tidak pernah sampai atau kita sendiri yang tidak berusaha mencari tahu.

Mulai dari zat yang dikandung. Susu formula memang mengandung beberapa zat yang berguna, tapi sayangnya itu hanya berguna untuk menggemukkan bayi saja.

Sedangkan ASI? ASI memiliki faktor kekebalan (IgG, IgM, leuoksit,  komplemen), faktor pertumbuhan (TGF, HGF, Epo dsb) yang membuat anak tidak mudah sakit dan tumbuh secara maksimal.

Padahal di dunia medis, harga 1 cc dari faktor kekebalan/faktor pertumbuhan murni harganya bisa mencapai 4 juta!!! Sedangkan ASi memiliki lebih dari 20 jenis faktor tersebut secara cuma-cuma.

  1. Pemberian ASI bahkan IMD pun sudah diatur oleh undang-undang! Betapa sebenarnya pemerintah sudah sangat memikirkan hal ini meski pelaksanaannya masih jauh dari sempurna. Apalagi undang-undang tentang promosi susu formula yang banyak dilanggar, pemberian ruang di tempat kerja maupun tempat umum bagi ibu yang menyusui, dan lain-lain.
  1. Saya pikir posisi menyusui ya gitu aja (efek punya delapan adik). Tapi ternyata ada berbagai posisi, dan kita harus tahu prinsipnya agar proses menyusui berjalan dengan baik.
  1. Di hari-hari pertama kelahiran bayi, kita akan banyak dihadapkan pada gosip maupun mitos yang banyak beredar. Kemudian kita stress dan sibuk memikirkan apa yang dilontarkan oleh orang lain. Ada baiknya kita membekali dengan ilmu yang benar sehingga tidak perlu stress. Mungkin bisa juga menerapkan bahwa tamu baru boleh menjenguk setelah 7 hari kelahiran bayi, agar bisa memberikan waktu bagi ibu untuk bonding dengan buah hatinya.
  1. Saat hamil seringkali kita sibuk dengan persiapan menyusui. Yang katanya harus dibersihkan, dipijat dan ini itu. Tapi sebenarnya tidak perlu. Yang diperlukan saat hamil adalah mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya, mencari dukungan dari keluarga, dan menemukan rasa percaya diri bahwa kita bisa memberikan ASI Eksklusif untuk ananda.

Di Kelas EdukASI ini juga disajikan berbagai video yang bisa disimak agar ilmu yang didapatkan lebih mantap. Kelas yang kecil (maksimal 20 orang) dan nyaman juga memberikan rasa fokus sehingga ilmu bisa diserap dengan baik.

Saya lupa-lupa ingat apakah di puskesmas sudah ada hal serupa (penyuluhan tentang ASI Eksklusif) yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di daerahnya. Mengingat harga yang harus dibayar untuk mengikuti Kelas EdukASI ini sulit dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Kemudian saya membayangkan bila seluruh ibu di Indonesia mendapatkan informasi seperti ini, masa depan generasi Indonesia akan sangat cerah sekali.🙂

Sekali lagi, nggak rugi ikut Kelas EdukASI!🙂

Ps : semua peserta diberikan materi softcopy nya. Bila ingin dibagi, boleh mencantumkan emailnya untuk nanti saya forward.🙂

#Penulis tidak memperoleh imbal balik apapun dari AIMI. Tulisan ini murni hasil review setelah mengikuti kelas EdukASI

IMG_8653

IMG_4531

 

 

TIPS BAGI PENGENDARA BUS KOTA SAAT LIBUR PANJANG

Tags

, , , , , ,

bungur

pict from http://www2.jawapos.com/baca/artikel/8913/hitung-ulang-bagi-hasil-bungurasih

Ketika tahu bahwa Hari Kamis tanggal 24 Desember ada agenda di Malang, saya dan suami secara otomatis siap siaga. Gimana enggak, 24-25 libur tanggal merah. Sabtu libur untuk yang memang libur. Jadilah long weekend. Rabu sore 23 Desember bakal jadi perang besar-besaran buat yang mau berlibur naik bus. Kami memang lebih suka pakai bus daripada nyetir mobil sendiri soalnya kalau di bus tinggal tidur aja nggak perlu capek nyetir.😀

Tips buat pengendara bus antar kota macam saya :

  1. Sudah packing sejak sehari sebelumnya. Rabu masih kerja sampai jam 2 siang. Pulang kerja bisa langsung cus terminal.
  1. Bawa barang bawaan sesimpel mungkin. Kalau perlu cukup tas yang nempel di punggung aja.
  1. Ada beberapa terminal bus yang bisa diakalin, alias naik bus di tempat penurunan. Di terminal Jombang, saya selalu naik bus di tempat penurunan penumpang.
  1. Dalam perjalanan dari Jombang ke Malang, saya oper bus di Surabaya. Kalau mau libur panjang, bus yang selalu penuh adalah yang keluar dari kota-kota besar atau menuju kota destinasi wisata. Misalnya keluar Surabaya. Jadi bus yang menuju Surabaya justru nggak penuh-penuh amat. Sebaliknya yang menuju Malang pasti berdesak-desakan.
  1. The battle begins. Sebelum masuk Terminal Bungurasih, di sebelah kiri jalan banyak orang berdiri bawa tas ransel, persis penampakan orang mau bepergian. Mereka yang berjejer-jejer di jalan sebelum masuk terminal patut dicurigai. Ada apakah? Kan harusnya kalau mau naik bus ya di terminal. Kok mereka kaya mau nyegat bus di luar terminal?
  1. Masuk terminal, jeng jeng jeng!!! Lautan manusia, Bung! Padahal baru jam 5 sore. Semakin malam pasti semakin ramai. Di tempat penurunan penumpang, banyak sekali orang bertebaran. Setelah saya turun dari bus, banyak penumpang yang langsung naik bus yang barusan saya naiki. Artinya, di tempat keberangkatan, tidak ada bus yang stand by dan banyak sekali penumpang yang antri sehingga mereka sampai menyusul bus di tempat penurunan penumpang.
  1. Saya dan suami sepakat. Setelah turun bus kami tidak beranjak ke tempat keberangkatan. Hanya berdiri di situ saja sambil menunggu bus dari Malang datang. Mengapa kami tidak menunggu bus di tepi jalan sebelum masuk terminal? Karena hal itu tidak efektif. Masih banyak penumpang yang belum turun meski mungkin ada kursi yang sudah kosong. Lain halnya bila menunggu di tempat penurunan. Penumpang bus semua akan turun.

Tidak lama kemudian bus yang kami tunggu akhirnya tiba. Kami mendekat, beberapa orang juga mengikuti. Setelah semua penumpang turun, kami langsung naik. Pasti kursi masih kosong dan pasti kami dapet tempat duduk.

  1. Bus kemudian berjalan menuju tempat keberangkatan. Ketika lewat parkiran, bus sudah dicegat oleh calon penumpang. Banyak sekali yang naik sampai kursi bus penuh! Perlu diingat, bus belum sampai di tempat keberangkatan.
  1. Sampai di tempat keberangkatan, whoaaaaaaa. Another lautan manusia. Semua orang berlomba naik bus, sayang sekali kursi sudah penuh sehingga hanya bisa berdiri. Padahal itu masih sore. Nggak kebayang gimana malem harinya.
  1. Bus selalu penuh sampai saya turun di Singosari. Ada beberapa penumpang yang turun sebelum Singosari, tapi lebih banyak lagi yang mau naik. Di Porong, Apollo, Pandaan, dll.
  1. Hasil dari bus yang penuh nuh adalah, tidak ada pengamen. :”) Karena bus AC, tidak perlu khawatir ada yang merokok. Yang disayangkan tidak ada penjual yang naik. Padahal saya kehausan banget. So, bawa bekal is a must. Saya cuma bawa cemilan aja. Hahahaa. Bawa film juga boleh buat ditonton di bus. Atau bawa buku. Bawa bantal leher. Atau apapun yang bisa bikin kamu nyaman selama di perjalanan.
  1. Siapkan uang pas di tempat yang terjangkau sehingga nggak perlu mengaduk-aduk isi tas. Sebaliknya, letakkan dompet di tempat yang aman.
  1. Meski kamu sudah dapet tempat duduk, tapi kalau ada yang lebih membutuhkan seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, berikanlah tempat dudukmu pada mereka. Atau kalau anak-anak, bisa dibantu dengan dipangku.😀 Yakin deh, kalau kamu berbuat baik, Allah pasti akan membalas dengan jauh lebih baik lagi.
  1. Banyak berdoa selama di perjalanan. Salah satu doa yang dikabulkan adalah doa seseorang yang sedang dalam perjalanan. Pun kita tidak tahu apakah kita bisa selamat sampai di tujuan.

Insya Allah dengan tips di atas, perjalanan panjang naik bus saat mau liburan bisa lebih bermakna.

Sebenernya sedih sih kalau ada penumpukan penumpang gitu. Apakah Dinas Perhubungan sudah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menyediakan bus ekstra? Bila belum, amat disayangkan. Saya yakin bus itu kelebihan muatan. Gimana enggak? Kapasitas 55 kursi tapi ada 100 orang lebih yang naik. Untung pak sopirnya pengertian sehingga melaju dengan kecepatan standar, nggak ugal-ugalan.

Bila ternyata sudah diantisipasi, armada bus sangat perlu ditambah lagi. Kasihan penumpangnya. Banyak yang terlantar. Bus nya sih seneng aja dapet pemasukan banyak, penumpang yang naik juga terpaksa berdesak-desakan karena ingin tiba di tempat tujuan. Saya juga tidak bisa menyalahkan mereka. Bila boleh memilih memang nggak usah pergi kemana-mana kalau mau liburan panjang. Di rumah aja. Toh banyak juga aktifitas yang bisa dikerjakan. Tapi namanya ingin kumpul dengan keluarga saya kira sesuatu hal yang sangat wajar.

Di terminal, saya sempat baca spanduk dengan pesan “Lebih Baik Tidak Berangkat Daripada Tidak Pernah Sampai”. Keamanan memang yang paling utama. Pikirkanlah masak-masak sebelum keluar kota saat libur panjang. Apakah acara tersebut sangat penting sekali sehingga kita harus datang? Jangan lupa untuk merencanakan serta mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Pastikan tujuan kamu bermanfaat. Sehingga perjalananmu tidak menjadi sia-sia.🙂

Selamat berlibur!

IMG_6388

1. Dari pakir bus menuju tempat keberangkatan penumpang 2. Di tempat penurunan penumpang 3. Di tempat keberangkatan penumpang

 

Cintai Dirimu, Anak dan Istrimu (Refleksi Hari AIDS Sedunia)

Tags

, , , , , , , , , ,

IMG_4921

pict taken from http://www.instyle.com/news/how-remove-lipstick-stain-your-clothes-0

Tahukah kamu berapa jumlah bayi dan balita di Indonesia yang terinfeksi virus HIV? RIBUAN! Aku melihat wajah polos mereka di poli anak. Di usia yang masih sangat belia, harus menanggung derita dari kedua orang tua yang telah tiada.

Tahukah kamu siapakah yang paling banyak menderita AIDS di Indonesia? IBU RUMAH TANGGA! Dan sudah jelas darimana sumbernya..

Apakah pelajar dan mahasiswa bebas darinya? Nyatanya tidak. Tanpa kamu sadari, HIV-AIDS sudah menyebar di 76% kota di Indonesia.

Hubungan seks bebas yang menjadi penyebab utamanya. Yang kedua? Hubungan sesama lelaki.

Kapankah kita akan berhenti? Apakah kondom saja cukup? Kondom tidak menyelesaikan akar masalah. Hati nurani kita, moral kita, ketika dihadapkan pada kenyataan itulah yang seharusnya bisa menjawab.

Prostitusi bukanlah keterpaksaan. Itu hanya tameng. Sungguh, bila kamu percaya akan rizki dari Allah, Allah akan membuka jalan.

Pikirkanlah anak-anakmu. Anak-anak yang berhak memiliki masa depan yang cemerlang. Anak-anak yang kelak mendoakanmu saat kamu telah tiada.

Pikirkanlah istrimu. Betapa dia sudah mengabdi kepadamu sejak terbit matahari hingga terbit lagi. Tak lelah mendoakanmu dalam sujudnya, tak henti menghiburmu dalam lelahnya.

Bila keduanya tak juga mengusik, pikirkanlah dirimu. Sudahkah hidupmu dipenuhi dengan ketenangan? Atau jangan-jangan hanya kebahagiaan semu? Karena maksiat akan menutup nurani. Membuat dirimu tidak peka lagi. Semakin menjauh pada Illahi.

Tidak perlu malu. Sungguh Allah Maha Pengampun. Berhentilah. Bertaubatlah. Jangan sekali-kali mengulanginya lagi. Demi dirimu. Ya demi dirimu. Yang sungguh-sungguh sangat kau cintai.

Sumber data : http://spiritia.or.id/Stats/StatCurr.php?lang=id&gg=1

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,880 other followers