Cara Kami Memang Berbeda 10

Ketika suami saya mau kuliah S2 lagi di Inggris kayaknya beliau nggak nyiapin apa-apa. Malah istrinya yang bingung 🤣 Beliau memang bukan tipe well prepared seperti saya, jadi ya hidupnya penuh kejutan. 😄

Salah satu yang mengejutkan, ternyata beliau jadi suka sharing kegiatan yang dijalani selama di London (padahal kuliah aja belum mulai tapi udah sibuk banget kayaknya) di sosial media seperti FB maupun instagram. Bertemu dengan orang baru, menjalani hidup dengan penuh rasa ingin tahu, dan mempelajari hal baru secara ototidak which suites him best. ❤️ Tidak heran email beliau dipenuhi tiket untuk menjadi peserta acara a,b,c,d yang tidak hanya bertema tentang start up tapi juga hal menarik lainnya. Meski beliau memiliki kelemahan bila mengikuti perkuliahan alias gampang ngantuk, saya yakin bila hal tersebut benar-benar menarik minat, maka ilmu di depan mata tidak akan dibiarkan sia-sia. 

Sama halnya dengan diri saya yang memiliki kelemahan di networking dan mengenal orang baru. Networking tidak bisa dipelajari dengan membaca atau mendengar saja, namun praktek realnya yang justru akan lebih terasa. Alhamdulillaah sedikit demi sedikit saya sudah mulai membuka diri supaya bisa banyak belajar dan bermanfaat bagi orang lain.

Gaya belajar boleh saja berbeda, namun tujuan utama tetap sama. Yaitu beribadah kepadaNya dan menebar manfaat sebanyak-banyaknya. 😊

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Advertisements

Cara Kami Memang Berbeda 9

Sebelum memasuki perkuliahan S2, saya sudah mulai mempersiapkan diri agar bisa menyerap materi lebih optimal. Diantaranya dengan membeli buku untuk mencatat sekaligus yang ada tabel untuk jadwal bulanan. Awalnya suami belum mengizinkan, akan tetapi saya berhasil membuktikan bahwa notebook tersebut amat sangat berperan penting dalam proses perkuliahan yang saya jalani sekaligus pemberi motivasi. 😁

Kemudian saya juga membuat sebuah akun instagram dengan harapan bisa membagikan ilmu saya. Karena dengan berbagi melalui akun tersebut, saya harus mampu menyerap materi sekaligus mengungkapkannya dalam tulisan. Saya rasa dengan demikian ilmu yang diperoleh akan terpatri dengan lebih kuat.

Bukankah salah satu cara mengikat ilmu adalah dengan menuliskannya?

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Cara Kami Memang Berbeda 8


Suami memiliki gaya belajar yang berbeda dengan saya. Sejak kecil beliau terbiasa untuk mempelajari sesuatu secara otodidak. Hal itulah yang sering membuat saya terkagum-kagum. Beliau bisa membuat program komputer sederhana (padahal bukan lulusan IT), bisa mendesain, memperbaiki alat elektronik, pun beliau bisa lulus tes IELTS tanpa ikut kursus. Sering saya menanyakan, kok bisa sih belajar sendiri? Beliau menjawab, “Kan sekarang informasi sudah tersedia hampir tanpa batas. Internet sudah ada, asal mau nyari dan belajar ya pasti bisa.” Apalah saya yang make internet buat nonton drama korea 🤣. Suami sering mengantuk bila ikut ke dalam sebuah kelas. Kebalikan dari saya yang justru melek maksimal dan antusias. 😂 

Namun tetap saja saya nggak bisa otodidak. Hanya saja sedikit demi sedikit saya juga mulai belajar untuk bisa belajar mandiri dalam hal yang menarik untuk saya. Begitu pula dengan suami, yang awalnya beliau sangat tidak suka sekali untuk membaca buku. Akan tetapi ketika memasuki perkuliahan S2 dan diwajibkan membaca buku tertentu, alhamdulillaah beliau menjadi sangat antusias karena tema yang diberikan sesuai dengan passion beliau.

Ya, kami berdua memiliki cara yang berbeda. Namun kami berusaha untuk tidak saling memaksakan satu sama lain. Kami menunjukkan bahwa cara yang berbeda bukan menjadi suatu masalah, asal memang benar bisa membuktikan bahwa cara tersebut yang paling efektif dan optimal.

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Cara Kami Memang Berbeda 7

Saat menikah dengan suami, saya mengamati bahwa kami memang berbeda dalam banyak hal. Namun perbedaan itu sebisa mungkin akan dikompromikan sehingga bisa seirama.

Contohnya ketika saya ingin mendalami Bahasa Inggris untuk menulis, berbicara maupun untuk proses wawancara. Suami menyarankan agar saya belajar otodidak sendiri di rumah dari berbagai sumber gratis yang bisa diperoleh dari internet. Namun saya menolak karena saya sangat sulit untuk belajar otodidak. Di luar kelas, saya hanya bisa maksimal untuk mengerjakan tugas, bukan menambah suatu skill.

Saya merayu beliau agar memberi izin saya mengikuti les di Pare selama 2 minggu. Dengan catatan saya harus serius dan jangan sampai dari kursus tersebut hanya dapet capeknya saja. Deal! Dua minggu saya jalani disana alhamdulillaah membawa manfaat yang sangat besar yang bisa dibagi tidak hanya untuk suami akan tetapi juga teman-teman yang membutuhkan. 

Skill wawancara akhirnya bisa membantu saya, suami dan teman dalam memperoleh beasiswa maupun diterima untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Skill menulis sangat terasa manfaatnya dalam penulisan tugas maupun jurnal dalam menempuh pendidikan S2. Saya berhasil meyakinkan suami bahwa memang beginilah cara belajar saya yang optimal. 🙂

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Cara Kami Memang Berbeda 6

Memasuki masa kuliah, saya mencoba trik saat SMA di salah satu mata kuliah. Hasilnya sungguh sangat memuaskan. Baik semester satu maupun dua, tercatat nilai A. Sebelum kuliah saya akan membaca materi yang diberikan, saat kuliah saya hadir, mendengarkan, mencatat dan bertanya. Saat praktikum akan saya manfaatkan sebaik-baiknya. Maka ketika ujian hanya tinggal mengulang saja. 😁

Selain itu saya juga mulai belajar bahasa Inggris dari lagu maupun film. Untuk lagu, biasanya saya akan mencari liriknya dalam bahasa Inggris kemudian saya dengarkan terus-menerus untuk mengetahui pronounciationnya. Sehingga lain waktu bila mendengarkan kosa kata yang sama, saya akan langsung paham apa kata apa yang diucapkan. Alhamdulillaah rupanya ini juga efektif. Untuk menambah kosakata, saya suka menonton film dengan subtitle bahasa Inggris. Saat ada kata yang tidak dimengerti, langsung saya cari di kamus supaya melekat dalam ingatan.

Lagi-lagi benar, gabungan auditori dan visual. 😍

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Cara Kami Memang Berbeda 5

Tiga tahun menjalani masa SMA, selain mencatat yang diucapkan guru di kelas, saya juga menyadari bahwa untuk bisa mendapatkan hasil maksimal, ketika ada tugas yang harus diselesaikan akan saya selesaikan sesegera mungkin. Bila ada hambatan, saya tanyakan langsung kepada guru yang bersangkutan. Sehingga tidak ada “hutang materi” bila dalam pertemuan berikutnya sudah mempelajari materi baru. 

Pun saat guru menjelaskan dan ada yang tidak saya pahami, akan saya tanyakan langsung saat itu juga. Alhamdulillaah ini menjadi metode yang sangat baik dan efektif. Saya akhirnya juga bisa membantu teman yang lain bila mereka mengalami kesulitan.

Kemudian saya belajar lagi, bahwa untuk bisa bertanya, saya harus memahami apa yang menjadi hambatan saya. Pelajaran di kelas amat singkat bila dibandingkan dengan materi yang diberi. Maka malam sebelumnya, saya akan membuka materi dan membaca terlebih dahulu apa yang akan diberikan keesokan harinya. Ketika guru mengajar di kelas, saya langsung paham mana yang harus saya tanyakan untuk menambah ilmu. 

Jadi selain mencatat, bertanya, mengerjakan tugas, kemudian membaca materi sebelum diberikan. Ini merupakan gabungan dari gaya belajat visual dan auditorik meski visualnya jauh lebih berperan.

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Cara Kami Memang Berbeda 4


Menginjak masa-masa SMA, saya masih berada di asrama. Kala itu pemikiran saya sudah lebih matang daripada saat SMP. Awalnya saya merasa kesulitan dalam beradaptasi dengan materi SMA. Namun ternyata bukan saya saja yang mengalami. Teman-teman pun begitu. Akhirnya kami bahu membahu saling membantu supaya masing-masing bisa menemukan ‘jalannya’.

Untuk jalan saya sendiri masih seperti saat SMP, saya akan mencerna materi dengan baik saat di kelas. Akan tetapi saya memperhatikan ada hal tambahan yang bisa saya lakukan untuk menambah pemahaman saya. Yaitu dengan mencatat apa yang diajarkan oleh guru agar bisa dibaca lagi di kemudian hari. Dengan mencatat, ibaratny saya sudah ‘mengikat’ ilmu tersebut. Dan catatan itu sangat membantu ketika saya akan mereview materi saat menjelang ujian.

Sejak saat itu saya akan berusaha mencatat apa yang dikatakan oleh guru di dalam kelas, yang tidak ada di buku pedoman maupun sebagai penjelasan dari pedoman itu sendiri.

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Cara Kami Memang Berbeda 3

Suatu ketika saat SMP, saya memiliki sebuah target dalam hal kognitif. Saya meyakinkan diri bahwa saya pasti bisa dan sangat fokus dalam mengusahakan agar target itu bisa tercapai.

Semua buku yang berkaitan akan saya baca. Saya membuat jadwal sendiri di luar kelas. Saya ingin mempelajari semua yang belum bisa saya kuasai. Prinsip juga sangat saya pegang, yaitu saya tidak mau menyontek sama sekali. Mengapa? Karena saya yakin pada kemampuan diri saya.

Kurang lebih selama 1 bulan rutinitas itu saya jalani, hingga akhirnya saya bisa mencapai target yang saya inginkan. Luar biasa gembira hati ini. Maka ketika itu saya belajar, bila saya menginginkan sesuatu dan fokus mengusahakan, dengan izin Allah saya pasti akan mencapainya. 😊

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Cara Kami Memang Berbeda 2

Sejak SMP saya sudah berada di pesantren, otomatis saya harus bisa memahami diri saya sendiri. Saat itu saya sangat tidak suka belajar di luar kelas. Jadi pengasuh asrama akan menganggap saya ini pemalas. 🤣 Jujur memang di luar kelas saya tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk membuka buku, karena menurut saya buka buku ya di kelas. Di luar kelas saatnya bermain dan bersosialisasi. 

Alhamdulillaah dalam hal kognitif saya tidak ada hambatan. Pun dalam hal bersosialisasi, saya memiliki banyak sekali kawan baik. Bahkan tidak jarang saya juga bergaul dengan kakak kelas. Jadi menurut pengamatan saya waktu SMP, saya bisa belajar baik bila berada di dalam sebuah kelas. 

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Cara Kami Memang Berbeda 1


Tantangannya sih mengamati gaya belajar anak. Tapi karena belum ada, jadi mengamati gaya belajar diri sendiri dan suami dulu deh. 🤣

Sejak kecil saya suka membaca buku. Utamanya buku cerita sih, akan saya lahap sampai habis sampai hafal isinya. Kalau ditawarin ortu mau hadiah apa, seketika langsung saya jawab, “Aku mau dibelikan buku!” Dengan membaca berbagai macam buku itulah akhirnya saya memiliki keinginan untuk menulis. Karena bacanya buku cerita, yang ditulis akhirnya juga cerita. 😁 

Menurut saya, gaya belajar tipe visual ini memang paling mudah diamati. Namun kenyataannya untuk lebih memaksimalkan potensi, ternyata kita bisa menggabungkan beberapa gaya belajar agar hasilnya menjadi luar biasa.

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP