Aplikasi KAI Access (1)

Bagi saya dan keluarga yang selalu mobile, pemesanan tiket menggunakan aplikasi sangat membantu sekali karena tidak perlu antri di stasiun. Adalah aplikasi KAI Access yang sering saya gunakan meskipun sangat jarang ada promo potongan harga. Bila mengejar promo, maka saya akan menggunakan aplikasi lain seperti tokopedia, traveloka, tiket.com.

Kelebihan dari KAI Access ini adalah bila di aplikasi pihak ke 3 penjualan sudah habis, biasanya disini masih bisa muncul bila ada seat yang tersisa. Bila ada kursi yang dibatalkan pun bisa muncul lagi. Selain itu untuk pembelian tiket go show (2 jam sebelum keberangkatan yang masih available dengan harga sangat murah untuk tujuan tertentu), juga bisa dilakukan di aplikasi KAI Access sampai 1 jam sebelum keberangkatan. Lagi-lagi ndak perlu antri dan tidak perlu deg-defan kehabisan tiket kereta. 😁

Berikut link downloadnya

KAI Access by PT. KERETA API INDONESIA

https://itunes.apple.com/id/app/kai-access/id901804734?mt=8

#IbuProfesional

#BundaSayang

#Level10

#Tantangan10hari

Advertisements

Mari Kita Mendongeng (10)

Rumah sakit terakhir yang kami kunjungi yaitu Shanghai Yodak Cardiothoraxic Hospital. Sebuah rumah sakit khusus untuk menangani kasus jantung dan bagian rongga dada, utamanya bila perlu dilakukan operasi. Rumah sakit juga menangani pasien yang mengalami serangan jantung maupun anak-anak yang mengalami kelainan jantung.

Dalam satu hari mereka bisa mengerjakan banyak sekali operasi jantung. Pun mereka seringkali melakukan bakti sosial, terutama untuk anak-anak di daerah Tibet karena ternyata mereka banyak yang mengalami kelainan jantung. Para dokternya begitu ahli dalam bidangnya, seringkali menerima award baik nasional maupun internasional. Tak jarang staf mereka diminta untuk menjadi pembicara di level internasional, bahkan pernah diminta untuk menjadi pembicara di Indonesia juga lho!

Dedikasi mereka, kecintaan mereka terhadap apa yang mereka geluti membuat mereka bisa fokus dan semakin memperdalam ilmu, melakukan riset, membuat inovasi yang semakin bermanfaat untuk umat manusia. Long life learning, begitu mottonya. Tidak berhenti belajar sampai nanti meninggal dunia. Bukankah memang begitu seharusnya?

Saya tidak akan pernah melupakan Shanghai. Kota yang cantik, modern, jalan dihias dengan bunga asli yang bermekaran cantik saat musim semi. Mudah-mudahan bisa kembali kesana lagi. Aaamiiin. 🙂

Mari Kita Mendongeng (9)

Keesokan harinya setelah bermalam di hotel di Shanghai, kami mengunjungi dua rumah sakit sekaligus. Yaitu Shanghai General Hospital dan Yodak Cardiothoraxic Hospital.

Shanghai General Hospital, pertama melihat rumah sakitnya langsung teringat film korea! Rumah sakit yang luas, banyak taman dan pepohonan, pasien dan petugas banyak berjalan kaki, ditambah taman dengan bunga musim semi yang bermekaran luar bisa cantiknya.

Setelah diskusi selama satu jam, kami mendapat ilmu manajemen rumah sakit yang begitu komprehensif dari sekretaris rumah sakit. Beliau sangat menguasai bidang perumahsakitan sampai ke seluk beluknya. Memang begitulah seharusnya seorang pemimpin. Dia mengerti betul apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya.

Semoga bisa meneladani ketrampilan beliau dalam mengelola rumah sakit. Aaamiiin.

Mari Kita Mendongeng (8)

Sore harinya, kami menuju Shanghai menggunakan Bullet Train. Apa itu bullet train? Sebuah kereta cepat layaknya Shinkansen milik Jepang, akan tetapi ini milik China. Dengan bullet train, jarak 1000 km Beijing Shanghai bisa ditempuh hanya 4,5 jam saja!

Keretanya sangat nyaman dan bersih. Ada penjual snack dan buah yang berkeliling. Buahnya sangat enak sekali. Ada buah jeruk, anggur, pear, cherry dan sebagainya. Btw saya baru kali itu nyoba cherry segar dan rasanya jauhhh dari cherry yang biasa ada di kue. Hihihi. Entah bagaimana mereka bisa membut buah yang begitu enak, bahkan banyak yang diimpor ke Indonesia bukan? Semestinya kita bisa belajar lebih banyak.

Harga buahnya memang relatif mahal dibanding buah biasa, akan tetapi jauh lebih murah dari buah itu yang dijual di Indonesia (yaiyalah soalnya impor wkwk). Waktu kita nyoba nawar, ternyata nggak bisa hahaha. Padahal mbak nya udah dipuji-puji. Yasudahlah.

Mari Kita Mendongeng (7)

Setelah mengunjungi Beijing Minzhong Nursing Home, kami pergi ke Tianmen Square untuk berfoto-foto. Tianmen Square ini berada di depan Forbidden City dimana dulu istana kaisar berada.

Di gerbang Forbidden City juga terpampang foto pemimpin Cina yang bernama Mau Ze Dong yang telah banyak melakukan reformasi untuk RRC. Selesai berfoto kami menuju ke Bird Nest Stadium, tempat olimpiade dilaksanakan tahun 2008. Stadion tersebut dinamakan bird nest karena bangunannya seperti saranh burung. Ternyata penduduk Cina sudan mampu membangun sesuatu yang mengagumkan!

Mari Kita Mendongeng (6)

Hari selanjutnya, kami berkunjung ke sebuah rumah sakit di Beijing. Namanya Beijing Minzhong Nursing House. Awal masuk halaman rumah sakit, terlihat sangat sepi sekali. Rumah sakitnya tampak tenang dan asri.

Kami disambut oleh salah satu karyawan RS. Berhubung mereka tidak bisa Bahasa Inggris, kami menyewa penerjemah Cina-Indonesia. Ternyata RS tersebut memang unik karena menggabungkan konsep panti jompo dengan rumah sakit. Dan memang RS tersebut baru berdiri 4 bulan yang lalu! Akan tetapi bangunannya luar biasa cantik, staf nya sangat kompeten dan berdedikasi.

Mereka begitu ramah kepada pasien, meski jumlah pasien masih sedikit, tetap dilayani dengan kualitas yang terbaik. Tidak mengira akan mengunjungi rumah sakit sekeren ini di Cina.

Mari Kita Mendongeng (5)

Kelar dari tembok Cina, kami mengunjungi toko giok (jade). Awalnya kami nggak tertarik, tapi wisata ke Cina bisa murah karena setiap wisatawan diwajibkan kesini. Kalau nggak dateng ke tokonya malah disuruh bayar 🤣 pinter yah strateginya.

Di toko giok ini bermacam-macam harga giok. Dari yang biasa aja sampai yang mahal. Dari dibikin kalung sampai dibikin alas. Btw giok yang asli ternyata ademm kalau dipegang. ❤️ Bisa mendinginkan otak yang panas karena tesis wkwk. Kok jadi curhat. 🤣

Diluar toko, kita bisa melihat secara live bagaimana seorang pengrajin mengukir giok menjadi sebuah bentuk yang indah. Sangat presisi sekali. Sangat detil, dan tentunya sangat sabar sehingga menghasilkan suatu karya yang indah. ☺️

Mari Kita Mendongeng (4)

Selesai makan dan berfoto-foto dengan pemandangan, kami melanjutkan perjalanan menuju tembok China. Karena malam sebelumnya tidur di pesawat yang tidak terlalu nyenyak, akhirnya selama di bus kami tidur dengan lelap. Dua jam kemudian sampailan kami pada salah satu pintu masuk untuk menikmati tembok Cina. Karena begitu raksasanya, ada banyak pintu yang bisa dimasuki wisawatan. Kami masuk melalui pintu yang dinamakan Juyong Pass.

Pemandangannya Masya Allah luar biasa! Dikelilingi perbukitan yang diatasnya memanjang tembok cina. Ngelihatnya aja udah capek, gimana ya kalo jalan kaki sepanjang itu? Apalagi yang membuatnya! Beribu kali lebih capek dan banyak memakan korban. 😦

Akan tetapi, tembok raksasa itulah yang melindungi Cina selama bertahun-tahun. Di era modern ini, mereka juga membangun “Great Fire-Wall” untuk memfilter internet yang masuk ke negara mereka sehingga tidak bebas begitu saja. Bahkan dengan hal tersebut mereka bisa berdikari dan mandiri. Salut!

Mari Kita Mendongeng (3)

Ceritanya bulan kemarin saya berkesempatan mengunjungi Beijing dan Shanghai untuk studi banding rumah sakit. Awal mula nggak ada ekspektasi apapun sih, tapi begitu nyampe sana, waaaahhh Beijing itu indah!

Hari pertama mendarat di Beijing, disambut matahari dan langit yang cerah meski pagi angin masih terasa sejuk hehe. Maklum musim semi. Dari bandara Peking, kami menaiki bus menuju tembok China. Salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Namun sebelum ke tembok Cina, kami mampir untuk sarapan dulu menyiapkan tenaga buat naik tangga.🤣

Restoran kami letaknya di tengah kota. Waktu turun bus, terlihat pohon-pohon berjejer dengan cantik dan banyak orang-orang berlalu lalang dibawahnya. Sepeda berderet-deret yang ternyata itu bisa disewa dengan membayar pakai aplikasi di hp. Sudah canggih tentunya.

Waktu kita foto-foto, para penduduk lokal melihat dengan terheran-heran tentunya. Ya maklum kami turis hihihi. Jalannya begitu lebar. Dipisahkan jalur untuk mobil, sepeda/motor dan pejalan kaki. Jadi semua aman. Salut deh!

Mari Kita Mendongeng (2)

Karena saya kebetulan kuliah di manajemen rumah sakit dan bekerja di rumah sakit, gimana kalo mendongeng tentang itu aja? 🤣 Kalau tantangan mendongeng kali ini meminta kita mendongeng tentang nilai luhur, sesungguhnya banyak sekali nilai luhur yang bisa saya pelajari yang ingin saya bagi.

Selama ini saya sudah membagi melalui instagram maupun wa story. Nggak ada salahnya ya kan kalau kita berbagu juga lewat blog. Bukan begitu? Jadi goal mendongeng saya kali ini adalah, bisa melihat apa yang saya lihat saat studi banding ke luar negeri, serta mengambil nilai luhur yang terkandung didalamnya.