What to do in Melaka

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 

img_2536

ke hotel pake nyasar karena naik bus

Buat yang mau jalan-jalan ke Melaka mungkin bisa membantu. Melaka terkenal dengan spot cantik buat foto-foto serta cita rasa asam pedas khas masakan peranakan. Thanks to Neng Asco group yang udah ngasi banyak masukan. ­čśÇ

 

Dari klia2 turun ke lantai 1 tempat bus dan taksi, beli tiket ke Melaka Sentral. Saya dapet Bus Starmart 25 RM/orang. Busnya uenak, kursi sangat lebar dan ada sandaran kaki. Perjalanan sekitar 2-3 jam. Kurang tahu apakah ada perusahaan bus lain untuk rute ini. Dari Melaka Sentral ke tengah kota bisa naik bus nomer 17 atau taksi atau Uber. Saya dan suami naik bus, nunggu lumayan lama di terminal Melaka Sentral (sekitar 20 menit).

img_2524
Saya menginap di Hotel Novotel Melaka, lokasi agak jauh dari pusat turis (15 menit jalan kaki). Jadi karena menghemat tenaga, kemana-mana naik Uber karena lebih murah dari taksi biasa. Pake bus umum agak susah karena jalan banyak yang satu arah. Kalau pengen deket dengan spot turis bisa nyari penginapan di dekat Jonker Street. Ada banyak banget pilihan.

Jalan-jalan kemana? Makan dimana? Kalau gamau bingung, lihat tripadvisor aja. Pilih deh dari banyak list yang tersedia.

Place to visit :
1. Jonker Street
2. Dutch Square dan sekitarnya
3. Masjid Selat Malaka (lihat sunset sekalian Sholat Maghrib)
4. Museum Islam Melaka
5. Baba and Nyonya Heritage Museum
6. Museum Maritim
7. Cheng Ho Cultural Museum
8. Masjid Kampung Kling

 

img_2572

Air mineral murah 1 RM di Jonker Street

img_2544

Dutch Square dan sekitarnya

img_2557

Masjid Selat Malaka

img_2605

Museum Islam Melaka

1484035558329

Replika salah satu pedang Rasulullah

img_2594

Buya Hamka di Museum Islam Melaka

img_2616

Lihat segiempat kecil warna hitam di bagian atap? mungkin ini awal mula CCTV. Saat ada yang mengetuk pintu, tuan rumah bisa melihat dari lantai 2 siapa yang datang 

img_2673

Museum Maritim

Saya yang sebelumnya masih awam banget tentang Laksamana Cheng Ho, sangat tercerahkan dengan mengunjungi Museum ini. Beliau ternyata memimpin armada sebanyak 28.000 orang saat berlayar. Menjadikan beliau pelaut ulung sebelum era pelaut Eropa. Saya juga sangat berdecak kagum saat masuk ke Masjid Kampung Kling. Salah satu masjid tertua (dibangun sekitar tahun 1800an) tapi luar biasa terawat. Mukena bersih, lantai berkarpet, tempat wudhu serta kamar mandi yang bersih dan modern.

img_2647

ilustrasi armada Laksamana Cheng Ho

img_2651

img_2624

Old but gold

img_2622img_2621img_2618
What to eat :
1. Asam pedas nyonya (menu tergantung selera mau udang atau ikan atau lainnya)
2. Chicken rice ball
3. Es cendol
4. Fresh watermelon
5. Coconut shake

 

 

img_2659

Laksa Asam Pedas Nyonya

 

 

img_2661

Coconut shake refresh your day

 

Fresh watermelon ini lucu banget. Semangka dilubangin trus isinya dihancurkan, dikasi es plus sendok dan sedotan. Saya pecinta semangka jadi excited banget. Penasaran dengan alat yang dipake buat ngancurin isi semangka padahal lubangnya kecil banget, ternyata pelakunya adalah mixer. Sayang masih ada bijinya. Jadi harus dikeluarin satu-satu dulu baru bisa enak nikmatinnya.

 

img_2657

semangka ajaib

img_2656

pelakunya adalah blender

Sebelum minum es cendol, saya sempat membatin. Kalau sampe lebih enak es dawetnya RSI Jombang, saya mau jualan dawet di Melaka. Ternyata rasanya beda! Karena santannya didinginkan terlebih dahulu sepertinya dan sangat kental. Hampir mirip es krim atau es puter gitu. Ditambah perpaduan gula merah khas Melaka yang juga endess banget.

 

 

img_2660

es cendol nyonya

Masakan peranakan halal bisa didapatkan di deretan pertokoan dengan Hotel Novotel. Namanya EeJiban Chicken Rice Ball. Kalau laper, pesen rice ballnya yang banyak ya wkwk.

 

img_3273

img_2569

chicken rice ball dan udang asam pedas

 

Sukanya di Melaka, bahkan di tengah spot turis bisa dengar adzan dan ada mushola. Mungkin nggak banyak yang tahu, di atas Tourist Information Centre sebelah sungai itu mushola lho. Nyaman banget pula. :”)

 

img_2629

Surau Warisan

img_2625
Jangan lupa bawa sunblock, sunglasses, topi dan semua perangkat karena Melaka itu panas banget! Ya namanya deket pantai sih hahahaa. Atau kalau nggak mau panas-panasan, waktu siang dipake buat ke Museum aja. Dijamin adem. ­čśÇ

 

 

img_2587

rumah sakit yang sering didatangi warga Indonesia

Balik ke klia2 saya pakai transnasional bus dari Mahkota Medical Center (bus berhenti di halte dekat 7 eleven) dan kursinya kaya bus patas biasa padahal harga sama kaya Starmart. Agak kecewa sih tapi waktu itu booking tiket pake app redbus dan yang availabel cuma transnasional. Starmartnya nggak muncul hiks. Barangkali bisa jadi pertimbangan.

Selamat berlibur ke Melaka!

 

 

img_2630

peta Melaka

 

Persiapan Akreditasi Rumah Sakit

Tags

, , , , , , , , , , ,

5141d27bed3985d3b0bf6b92bfccb7e3

pict from : google

Akreditasi sekolah sudah biasa, akreditasi perguruan tinggi sudah lumrah. Adalagi akreditasi rumah sakit. Emang perlu ya? Ternyata perlu saudara-saudara. Kalau ndak ada akreditasi, terus siapa yang mantau mutu rumah sakit di Indonesia? Dunia kesehatan bukan lagi seperti jaman dahulu dimana dokter dianggap dewa dan pasien hanya manut. Sekarang pasien sudah bisa memilih mana rumah sakit yang baik pelayanannya. Mau tidak mau semua rumah sakit harus berbenah agar tidak tertinggal.

Saat ini rumah sakit di Indonesia menganut standar akreditasi versi 2012. Sebelumnya mengacu kepada standar versi 2007. Apa bedanya? Dulu yang diublek-ublek dokumen saja. Kalau sekarang dokumen hanya 20%, sisanya telusur lapangan yang dinilai. Para surveior KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) akan ‘merasakan’ bagaimana sesungguhnya ketika menjadi pasien di rumah sakit tersebut. Apa saja proses yang dijalani sejak masuk hingga keluar rumah sakit.

img_1232

suasana telusur dokumen saat survei simulasi

img_1262

petugas kantin turut disurvei

Ketika melihat standar akreditasi dan elemen penilaiannya, pasti banyak yang mengeluh. Wajar saja karena sebelumnya rumah sakit belum pernah diajarkan yang demikian. Mereka harus merombak sistem dan menyesuaikan dengan standar terbaru. Banyak hal yang sebelumnya belum ada, harus diadakan. Dokumen rekam medis yang awalnya cuma sehelai, jadi tebel sampe bisa dijadiin bantal. Terus rumah sakit kudu piye jal?

Nggak usah keburu panik. Tarik nafas panjang. Hal yang paling penting adalah BUKAN menjadikan akreditasi sebagai beban. Sebaliknya, akreditasi adalah jalan menuju perbaikan rumah sakit. MEA udah di depan mata, masa kita masih mau merem aja. Bentar lagi tenaga medis asing masuk, RS asing masuk, trus kita mau kemana? Ke laut gitu? Toh nanti yang disurvei juga hal yang sehari-hari kita lakukan. Lha kalo udah terbiasa kan pasti nggak akan lupa. Udah nggak deg-degan lagi kalo ditanya-tanya.

Standar akreditasi versi 2012 ini mengacu pada standar internasional versi JCI (Joint Comission International) yang juga sudah digunakan di lebih dari 100 negara. Saat nanti sudah lulus akreditasi versi 2012 apa otomatis diakui secara internasional? Belum. Tapi paling tidak secara pelayanan sudah mendekati rumah sakit di luar negeri. Kalau pengen bisa beneran diakui internasional ya harus lulus standar JCI yang otomatis surveinya pake Bahasa Inggris. ­čśä

Akreditasi menjadi penting karena untuk mendapatkan/memperpanjang izin rumah sakit harus sudah terakreditasi. Untuk bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan pun demikian. Wajar lah ya, bagaimana mungkin izin rumah sakit diberikan kalau pelayanannya nggak standar. Sayangnya banyak rumah sakit yang terhambat akreditasi karena masalah dana. Bukan rahasia umum kalo akreditasi menghabiskan banyak biaya. Berbagai macam pelatihan yang harus diikuti, berbagai standar yang harus diaplikasikan dan sayangnya semua itu tidak tercover dalam biaya pasien JKN. Saat itulah manajemen rumah sakit harus berpikir keras agar rumah sakit tetap bisa beroperasi, pasien tertangani dan karyawan tetap digaji.

Lalu apa aja yang harus dilakukan kalau mau menjalani akreditasi? Pertama, tetapkan dulu tujuannya. Mau langsung paripurna (15 pokja) atau perdana (empat pokja)? Disini kita bisa melihat betapa KARS sebenarnya sudah memberikan kelonggaran bagi rumah sakit untuk bisa menyesuaikan diri dengan standar yang ada. Nggak mampu langsung 15 pokja ya empat pokja dulu saja. Enak tho? Ukuran mampu atau tidak adalah dari sumber daya manusia yang ada. Kalau rumah sakit tipe D, rata-rata masih perdana dulu. Kalau tipe C sebaiknya memang langsung paripurna agar lebih efisien secara waktu, biaya dan tenaga. Karena rumah sakit tempat saya bernaung adalah tipe D, maka diputuskan akan menjalani tingkat perdana dulu.

Tujuan sudah dibuat, saatnya bagi tugas. Membentuk tim akreditasi sesuai 4 pokja yang dibutuhkan. Bagaimana cara menyusun tim pokja yang efektif? Lihatlah elemen penilaian dari masing-masing pokja. Di sana akan terlihat kebutuhan tim pokja tersebut. Ambil contoh pokja SKP. Dari 6 standar SKP, terlihat bahwa harus ada anggota tim dari keperawatan, farmasi, laboratorium serta kamar operasi. Pemilihan anggota tim menjadi penting karena merekalah nantinya yang akan banyak bekerja untuk menyiapkan dokumen serta sosialisasi tentang penerapannya kepada para pelaksana pelayanan.

Selesai menentukan tim, waktunya membuat dokumen akreditasi. Dokumen mana dulu yang harus dibuat? Sebaiknya dari kebijakan, lanjut ke pedoman & panduan baru SPO. Ada banyak sumber yang memberikan ceklis dokumen yang dibutuhkan masing-masing pokja. Untuk contoh dokumen bisa di browsing, tapi jangan lupa disesuaikan dengan kondisi rumah sakit. Karena tiap rumah sakit akan sangat berbeda satu dengan lainnya. Ketika dokumen sebagian telah selesai, bisa langsung dimulai penerapan standar agar pelaksana menjadi terbiasa. Tidak lagi terkaget-kaget saat diberikan segambreng hal baru secara bersamaan. Ini juga sebagai evaluasi apakah standar sudah bisa diterapkan secara optimal atau masih perlu modifikasi.

Lalu kapan saat yang tepat untuk┬ámengajukan bimbingan akreditasi dari KARS┬áatau melakukan studi banding ke rumah sakit yang sudah lulus akreditasi? Saat yang tepat adalah ketika tim akreditasi sudah bisa ‘menemukan jalannya’ serta dokumen sudah mulai dibuat. Studi banding dulu atau bimbingan dulu? Saran saya sih studi banding dulu saja supaya kita benar-benar mengerti real nya penerapan akreditasi itu seperti apa. Jadi kita akan memahami penafsiran dari standar akreditasi dan elemen penilaian yang ada. Siapa yang harus ikut studi banding? Sebaiknya seluruh tim akreditasi. Namun apabila harus dibatasi, maka saran saya adalah orang yang paling tahu tentang pokja tersebut. Sehingga dia akan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Bukan lagi datang tanpa ilmu jadi nggak tau apa yang harus dicari.

img_1289

studi banding ke RS Baptis Batu bersama tim akreditasi

Usai studi banding, bisa jadi akan banyak dokumen yang perlu direvisi atau dibuat kembali. Nggak perlu pusing, itu adalah hal yang wajar. Dari sebelumnya nggak tahu menjadi tahu. Jadi pasti ada perbaikan. Gimana cara menentukan rumah sakit yang tepat untuk menjadi tujuan akreditasi? Kriteria simpelnya adalah rumah sakit yang dengan besar hati mau ngasi contoh dokumennya sekaligus mau berbagi pengalaman akreditasi disana. Saya nggak tahu pasti kenapa KARS tidak membuat form dokumen standar yang bisa dimodifikasi oleh rumah sakit. Pada akhirnya tiap rumah sakit harus meraba-raba untuk membuat dokumen sesuai standar. Disclaimer : dokumen dari rumah sakit yang sudah lulus akreditasi belum tentu sudah betul bila nanti surveior yang datang di rumah sakit kita berbeda.

Saat dokumen sudah jadi semua, penerapan sudah 70%, bolehlah mengajukan bimbingan dari KARS. Di bimbingan ini kita juga akan diubek-ubek lagi masalah dokumen. Jangan khawatir, telusur lapangan pasti nggak akan kelewat karena itu yang paling utama. ­čśä

Dari hasil bimbingan KARS nantinya kita akan tahu seberapa siap rumah sakit untuk menghadapi survei akreditasi. Apakah kira-kira bisa dilaksanakan dalam waktu dekat, perlu survey simulasi atau bahkan mungkin harus mundur lagi. Dibawa santai saja. Ingat, akreditasi bukanlah tujuan akhir. Melainkan hanya alat untuk meningkatkan mutu rumah sakit.

img_0661

bimbingan akreditasi KARS bersama dr. Dian Suprodjo, Sp. THT

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan akreditasi? KARS memberi syarat bahwa untuk maju akreditasi harus ada bukti minimal 3 bulan bahwa rumah sakit tersebut sudah sesuai standar. Lha menyiapkan biar sesuai standar ini lho yang lama. Ada yang 1 tahun, ada yang sampe 3 tahun. Rumah sakit saya sendiri butuh waktu sekitar 1,5 tahun sejak persiapan hingga survey akreditasi tingkat perdana.

Hal penting lain yang perlu diingat, dalam pembuatan dokumen atau penerapan standar nggak perlu tanya dari banyak rumah sakit. Ambil contoh dari satu atau dua saja sudah cukup. Kalau kebanyakan contoh nanti malah bingung mau menerapkan yang mana. Ibarat pepatah kekinian, less is more. Toh nanti keputusan final tetap di tangan surveior rumah sakit kita. Dan kalau nanti udah lulus, jangan pelit berbagi ke sesama. Saingan kita bukan lagi rumah sakit gang sebelah, tapi rumah sakit negara tetangga yang bikin pasien kita kabur kesana. Buktikan dong kalo Indonesia nggak kalah keren juga. ­čśÇ

Dokter Ngantor

Tags

, , , , , , , , ,

laptop-1385702__340

pict from : google

Selama ini pernah ketemu dokter di mana aja? Pasti di IGD, tempat praktek, atau di poliklinik. Padahal ada satu lagi, tempat dokter bisa mengurusi pasien di balik layar, yaitu di kantor. Eh, dokter ngapain ngantor?

Dunia kedokteran tidak pernah berhenti mengagetkan saya. Meski saya masuk FK dengan ikhlas hati tanpa paksaan, sempat terkaget-kaget juga waktu koas kok sampe segitunya. Sampe nggak pulang, tidur ‘kleleran’, dan lain sebagainya. Well, meski abah ibu saya dokter tapi mereka kok nggak pernah cerita yang bagian ini sih. Kan bisa mikir-mikir lagi buat jadi dokter. :p

Lulus koas dan masuk internship pun kaget lagi dengan kondisi Puskesmas di Indonesia yang serba terbatas bahkan itu masih di Pulau Jawa. Mungkin yang luar Jawa lebih parah. Berlanjut dengan jaga IGD di sebuah RSUD yang menjadi rujukan seluruh rumah sakit se-kabupaten yang begitu menguras emosi dan tenaga. Tenaga habis karena jumlah pasien yang begitu banyak dan kasus yang mayoritas rumit. Emosi terkuras karena ternyata untuk memberikan terapi kepada pasien sesuai dengan ilmu yang sudah diajarkan itu tidak mudah. Ketika idealisme berkata A dan realita lapangan berkata B, mau tidak mau harus menyesuaikan kondisi yang ada. Maksud hati ingin sekali memberikan yang terbaik, sayangnya tidak memungkinkan. Disitulah hati saya tergores berkali-kali karena ikut nelangsa.

“Jadi dokter itu harusnya empati, bukan simpati. Kita memahami kondisi pasien, bukan berarti ikut merasakan seperti pasien. Masa kalo pasiennya nangis, kita mau nangis.” I knew it, itu sudah diulang-ulang selama saya kuliah. Tapi saya bisa apa kalau sampai detik ini saya masih juga nangis kalo ada pasien yang meninggal? Kalau saya akan sangat kepikiran berhari-hari tentang pasien yang saya tangani di IGD apakah sudah mendapatkan terapi terbaik, apakah saya sudah menjadi dokter yang baik bagi mereka? Di saat teman saya sangat tertantang untuk jaga IGD, saya justru merasakan hal sebaliknya. Saya ingin merawat pasien, tapi IGD bukan tempat untuk saya.

Selesai internship, masuklah saya ke dunia yang sebenarnya. Saya melamar ke salah satu rumah sakit dan diterima sebagai staf medis. Kebetulan rumah sakit akan mengikuti akreditasi dan membutuhkan tenaga untuk bisa membantu memenuhi standar akreditasi. Tugas pertama saya, membuat clinical pathway.

What the hell is clinical pathway? Waktu kuliah kaya pernah denger. Tapi itu makanan apa deh. Saat browsing kemudian ketemu dengan permenkes. Ketemu syarat bikin clinical pathway. Ada PPK, SPM, SPO dan saudaranya. Kerjaan nambah, sebelum bikin clinical pathway harus bikin SPM dulu sesuai rekomendasi terbaru, lharrr. Buka-buka textbook lagi deh ujung-ujungnya. Berbekal bondo nekat, sedikit riset dan konsultasi sana-sini akhirnya kelar juga tugas pertama. Engga pernah ada materi di kuliah untuk membuat clinical pathway. Jadi ya bismillah aja mudah-mudahan sesuai yang dibutuhkan rumah sakit.

Clinical pathway gunanya untuk kendali mutu dan kendali biaya. Memastikan pasian mendapatkan terapi yang standar dan dengan biaya se-efisien mungkin. Tapi lagi-lagi kondisi pasien itu bervariasi. Dengan penyakit yang sama, bisa jadi membutuhkan model terapi yang berbeda. That’s why medicine is an art. Terapi tidak saklek, ada pilihan rekomendasi A, B, C dst. Kerjasama antara dokter dan pasien dalam proses terapi adalah yang paling utama.

Karena clinical pathway jugalah akhirnya saya bersentuhan dengan komite medik. Clinical pathway ini bisa digunakan untuk mengevaluasi kinerja seorang dokter yang itu adalah bagian dari tugas komite medik. Kalau dulu saat sekolah ada dosen yang mengontrol, ternyata ketika terjun ke masyarakat pun tetap harus ada yang mengontrol kualitasnya. Lagi-lagi kayaknya nggak ada di bangku kuliah. Atau jangan-jangan saya yang nggak nyimak ya? Wkwkw.

Selesai di clinical pathway, datanglah amanah baru. Sebagai Ketua Pokja SKP (Sasaran Keselamatan Pasien) untuk akreditasi serta Ketua Tim KPRS (Keselamatan Pasien Rumah Sakit). Oh please, makanan apalagi itu? Belajar lagi deh dari awal. Tentang 6 Sasaran Keselamatan Pasien dan bagaimana cara mewujudkannya, tentang KPRS dan bagaimana cara ‘menggerakkan’ elemen rumah sakit untuk menumbuhkan kesadaran tentang keselamatan pasien sebagai tujuan utama. Dengan kedua amanah baru itu, saya akhirnya berkenalan dengan jajaran manajemen rumah sakit yang mayoritas merupakan anggota Tim Akreditasi. Karena akreditasi membutuhkan sinergi dari seluruh staf rumah sakit yang dituangkan ke dalam berbagai pokja tersebut.

Tidak seperti saat saya di IGD, saya merasa excited sekali dengan tugas ini. Membuat sistem agar pasien mendapatkan pelayanan terbaik, berkoordinasi dengan staf dari berbagai unit, memahami kondisi dan hambatan mereka sekaligus berupaya memberikan solusi. Saya bisa melakukan banyak hal meski kelihatannya cuma duduk di kantor.

Rumah sakit memang masih belum sempurna, namun kerja keras sudah mulai membuahkan hasil dengan lulus akreditasi di tingkat perdana. Akreditasi adalah kisah yang berbeda lagi. Yang untuk bisa lulus juga menguras emosi dan tenaga melebihi kalo jaga IGD.

Disini pikiran saya mulai terbuka. Ternyata jadi dokter nggak cuma bisa jaga IGD atau poliklinik aja. Dokter juga bisa ngurusin pasien sambil ngantor, lho. Nggak kelihatan sih, tapi kami ada. *cool*

One Day in Macau

Tags

, , , , , , , , , , , , ,

img_2419

Panda in action

Cukup nggak kalau punya waktu cuman sehari buat jalan-jalan ke Macau? Cukup banget! Kalau bisa nginep lebih bagus lagi biar bisa lihat gemerlapnya pas malam hari.

Setelah trip Shenzen usai, saya dan suami menyeberang ke Macau menggunakan ferry. Sampailah kami di Macau Outer Harbour (bukan Taipa). Diluar pelabuhan, berjejer bus kota dan bus berbagai hotel & kasino terkenal. Bus ke hotel/kasino sih gratis, tapi karena penginapan saya pas nggak di deket-deket kasino jadi ya pakai bus kota aja. Itungannya juga murah kok. Bisa bayar pakai HKD tapi as usual, harus punya uang pas karena nggak ada kembalian. Jangan lupa download app Macau Easy Go untuk memudahkan perjalananmu.

img_2418

Kelihatannya luas, nyatanya nggak gede-gede amat

Baca juga Tips and Tricks Shenzen Trip

Jalanan Macau lebih sempit dan padat dibanding Shenzen. Tapi surprisingly nggak pake ruwet atau macet lama-lama karena udah teratur. Dan saya bisa bernafas lega karena lumayan banyak ketemu sama wanita berjilbab. Wajar sih karena Macau kan memang salah satu tujuan wisata utama di Asia.

Sepanjang perjalanan menuju penginapan, buanyak banget manusia berlalu-lalang jalan kaki di area pertokoan. Berbagai macam toko bisa ditemukan. Bahkan ada toko perhiasan yang sama yang berjarak hanya beberapa meter. Mungkin di satu lokasi ada puluhan cabang. ­čś▒ Saya sih nggak berani masuk. Wong ya gak berniat beli. ­čść

Penginapan kami sangat mudah ditemukan. Untuk menuju Villa Universal, naik bus dan berhenti di Kampek Community. Cari gang yang ada di sebelah toko roti, masuk gang 10 meter dan penginapan sudah terlihat.

Hal paling random setelah masuk ke penginapan, di dinding penginapan ada fotonya Lee Min Ho! Langsung inget episode Boys Before Flower yang Gu Jun Pyo dateng ke Macau. ­čśé­čśé­čśé­čśé­čśé

Penginapan sangat nyaman, lebih luas dari Shenzen. Ada kamar mandi dalam, TV, AC, free wifi. Hanya saja pintunya masih konvensional. Pakai gagang pintu yang bulet terus diputer. Jadi kalau punya barang berharga, mending dibawa atau masukin koper terus dikunci kopernya.

Baca juga Eksplorasi Daratan Cina

img_2421

Senado Square dan lautan manusia

Tujuan wisata pertama dan sejuta umat : Senado Square. Hanya 10 menit jalan kaki dari penginapan. Benar saja, disana sudah seperti lautan manusia. Terlihat juga tour group dengan berbagai bendera dan bahasa. Ada apa sih di Senado Square? Ada kolam dengan signature nya, ada pula deretan bangunan bergaya Eropa. Disana juga bisa ditemui berbagai macam toko retail kelas premium seperti Adidas dan Swarovski. Kalo di Indo cuma ada di mall high class, kalo di Macau udah kayak kaki lima. Untungnya sih saya nggak tertarik. Jadi dompet masih aman di Macau. ­čść

img_2428

hidden spot

Di Senado Square ada spot yang agak tersembunyi tapi cantik banget! Kalau dari kolam dan menghadap ke jalan, spot itu ada di sebelah kiri. Tersembunyi diantara celah gedung. Saya baru lihat pas malemnya. Malem aja cantik, apalagi kalau pagi/sore.

img_2429

petunjuk jalan meminimalisir nyasar

Kemudian kami meneruskan perjalanan ke Ruin of St. Paul. Tinggal ngikutin arus orang-orang dan jangan lupa tetep lihat petunjuk. Jalan kaki 10 menit sudah sampai. Ada apa saja di sana? Ada bangunan yang kayaknya sih belum jadi. Atau sebenernya itu apa ya? Kalo reruntuhan kok bukan. Ibarat gedung, hanya ada bagian depannya saja. Belakangnya kosong. Puas berfoto, kami berjalan di sekeliling dan memutuskan untuk mengunjungi benteng yang berlokasi tak jauh dari sana.

img_2426

Mr. and Mrs. Al Farabi at Ruin of St. Paul ­čśä

Dari atas benteng bisa terlihat bangunan sekitar. Ada Macau Tower, kasino yang bersaing satu dengan yang lain dan memiliki arsitektur khas masing-masing. Kontras dengan bangunan rumah penduduk yang kalau di Indonesia seperti rumah susun. Dari atas benteng tersebut juga terlihat kalau Macau itu nggak luas-luas amat. Dari ujung utara ke selatan mungkin cuma butuh sekitar 1 jam perjalanan.

img_2424

Makin kelihatan kalau Macau itu kecil

img_2425

taman di benteng. Cantik!

Dalam perjalanan dari Senado Square ke Ruin of St. Paul, ada toko oleh-oleh yang bisa dikunjungi. Biasanya kalau malam sudah tutup. Jadi kalau pas kesana sebelum malam dan berniat cari bisa mampir. Lokasi agak tersembunyi tapi masih keliatan dari jalan utama. Agak masuk gang gitu. Soalnya di Macau lumayan susah cari tempat oleh-oleh hehe. Kami aja nyesel nggak mampir kesana. Mengira akan banyak menemukan toko oleh-oleh lain hiks.

img_2423

antara Senado-St.Paul

Saat matahari sudah tenggelam dan gemerlap lampu kasino sudah terlihat, kami turun dari benteng untuk menuju daerah kasino. Dari sana kami berjalan kaki menuju pemberhentian bus terdekat yang menuju ke daerah Grand Lisboa. Jalan yang kami lalui semakin sempit dan berkelok-kelok. Diiringi gerimis hujan, sempat melihat beberapa rumah sakit dan klinik tapi nggak begitu jelas karena gelap. Kaget aja di tempat-tempat sempit gitu bisa ada rumah sakit juga (yaiyalah cemana kalo satu daerah ga punya rumah sakit XD).

img_2416

yang gemerlap nggak cuma satu. ada banyak!

Sampai di pemberhentian bus dan taraaaaa! Melihat banyak sekali kerlap-kerlip lampu ajeb-ajeb. Hmmm, kayak gini toh namanya kasino. Buat saya sih lampunya aja yang bagus, kalau buat masuk dan lihat lokasi di dalamnya, nggak tertarik sama sekali. ­čśé

Puas berfoto, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan karena lapar. Siap-siap juga karena besok harus bangun pagi biar bisa ke semua tujuan wisata yang sudah direncanakan, checkout tepat waktu lalu meneruskan perjalanan ke Hongkong. Dari Grand Lisboa, kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju penginapan sekalian melihat-lihat toko yang berjejer sepanjang jalan. Hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai penginapan. Nggak kerasa capek karena pas malam hari dan memang sekalian jalan-jalan.

Pagi harinya kami sudah packing supaya saat checkout tinggal ambil barang saja. Tujuan pertama, Macau Tower! Niatnya cuma pengen foto-foto aja, nggak sampai masuk dan menikmati di dalamnya atau bahkan Bungee Jumping. Kami datang sekitar pukul 08.00 sedangkan kalau mau masuk, buka masih pukul 10.00. Lokasi ini bisa dijangkau menggunakan bus. Cari aja rute terdekat dari penginapan yang bisa menuju Macau Tower.

img_2422

Macau Tower

Biar bisa foto bagus dengan tower, otomatis harus jalan menjauh dari tower dong ya. Kami menemukan tanah lapang di sekitar tower yang menghadap ke laut. Karena sepi dan luas, asyik banget dipake foto-foto. Mumpung masih pagi juga matahari nggak terik-terik amat.

Setelah Macau Tower, kami menuju ke The Venetian. Kenapa venetian? Maunya sih naik gondolanya. ­čśé Meski belum pernah ke Venice, nyoba kw nya boleh dong. Kirain kalau masuk The Venetian bakal diperiksa macem-macem kaya kalo mau masuk hotel bintang lima di Indonesia, taunya nggak tuh. Lempeng-lempeng aja. Setelah masuk, tinggal ikutin petunjuk untuk menuju mall nya.

img_2427

sayang belum buka ­čśŽ

Another shocking experience, ada duty free dong di dalemnya. Udah kaya airport. ­čśé Sedih ternyata gondola baru beroperasi agak siang. Jadi kami cuma keliling mall dengan arsitekturnya yang kece. Udah berasa di Eropa, dengan langit-langit yang dibikin kaya langit beneran. Semakin siang makin banyak turis yang dateng jadi gak pewe buat foto-foto. Hihihi.

img_1090

Eropa kw :p

Kenapa kok akhirnya gajadi naik gondola? Karena kami masih mau ke Giant Panda Pavillion. Kalo kesiangan, nanti telat checkout dan nambah biaya lagi kan gak lucu. Sedangkan standart checkout pukul 12.00 siang. Toleransi biasanya 15 menit sampai setengah jam. Di peta kami, Giant Panda Pavillion lokasinya hampir ujung selatan Macau. Masih nggak tau berapa menit yang dibutuhkan kesana dan nggak pengen gambling dengan waktu. Karena menurut kami, melihat panda itu wajib banget! Mumpung bisa dan murah. Kapan lagi coba?

Ternyata oh ternyata. Dari The Venetian mungkin cuma butuh sekitar 15 menit aja. Lokasinya juga gampang banget ditemukan. Biaya masuk cuman 10 MOP atau 17.000 rupiah. Saat beli tiket, kita dikasi tiket per jam. Jadi melihat panda dikasi waktu. Kalau pas belum waktunya masuk ya ga bakal boleh masuk. Kalau pas waktunya istirahat ya harus nunggu jamnya sampai boleh masuk. Alhamdulillaah pas kesana pas langsung boleh masuk jadi langsung bisa lihat panda! Kyaaaaa. Saat itu juga nggak rame-rame amat. Bisa puas banget lihat pandanya. Dari makan, jalan-jalan, tidur. Ya kerjaan mereka cuma itu aja sih emang hahahahaha. Sebenarnya disitu juga ada hewan-hewan lain tapi kami gak tertarik. Cuma tertarik lihat pandanya. Pas disana ada dua ekor panda lucu ginuk-ginuk. Sayangnya cuma bisa lihat lewat kaca. Nggak boleh dipegang-pegang hihihi.

img_2417

Panda ginuk-ginuk cuma makan-tidur aja

Alhamdulillaah, akhirnya kesampaian juga lihat panda. Puas menikmati panda, kami segera kembali ke penginapan. Sampai penginapan butuh sekitar 40 menit. Agak telat checkout 10 menitan sih, tapi syukurlah nggak kena charge. Keluar penginapan, perut krucuk-krucuk minta diisi. Iya lah nggak sarapan. ­čśé­čśé­čśé Depan penginapan ada toko kue yang baunya Masya Allah menggoda sekali. Toko kue itu juga banyak kami temui cabangnya di sepanjang jalan. Lihat harga Portuguese Egg Tart kok murah. 9 MOP dapet dua buah kayaknya. Akhirnya beli dua dan rasanya kayak surga dunia. Pas lagi laper banget dan baru pertama kali ngerasain kue itu. Jadi kalau ke Macau wajib banget menikmati itu kue!!!

img_9565

mouthgasm

Saking enaknya, punya suami udah ludes segera setelah beli. Punya saya masih di eman-eman. Dinikmati sembari menyeberang kapal ferry ke Hongkong dan melihat Macau Brigde dari kapal. Uhuy!

img_2420

bye Macau!

Thank you so much Macau! ­čÖé

Tips and Tricks Shenzen Trip

Tags

, , , , , , , ,

IMG_3716

salah satu rumah tradisional Cina

Menginjakkan kaki di Mainland China bukan hal mudah. Tapi nggak impossible juga karena sudah banyak review turis yang pergi kesana. Setelah menjalani 2 hari dua malam di Shenzen, inilah tips dan trik yang bisa saya bagikan.

  1. Cetak Nama, Alamat dan Denah Penginapan serta Tujuan Wisata

Gunakan dua bahasa, Indonesia/Inggris dan Mandarin. Jangan sampai menghabiskan waktu hanya untuk bertanya dan tersesat karena tidak menyiapkan diri sebelumnya. Pengalaman saya harus berjalan berjam-jam karena menemukan penginapan di Shenzen lebih sulit dari yang saya kira. Perlu diingat, di Mainland China google diblokir, jadi kamu nggak akan bisa search lokasi penginapan. Biasanya pakai Baidu yang itu juga pake Bahasa Mandarin.  Dan karena internet terbatas, mengakses Baidu pun sangat sulit sekali. Kalau mau nanya ke orang, bertanyalah ke anak muda (yang kira-kira masih sekolah atau kuliah) karena mereka cenderung bisa Bahasa Inggris dan lebih ramah membantu.

Pilihan lain, bisa instal aplikasi vpn seperti Open VPN, Vypr VPN atau Best VPN supaya bisa tetap mengakses situs-situs yang diblokir.

  1. Cari Penginapan yang Jelas

Jelas disini maksudnya adalah nggak berada di dalam apartemen. Karena kalo di dalam apartemen, kita bakal pusing nyari karena nggak bakal ada petunjuk tulisan bangunan. Lihat review dari turis non Mandarin, apakah tempat mudah ditemukan atau tidak. Di dekat WOTW kami sempat melihat 7 Days Inn dan tergoda banget buat belok kesana tapi udah kadung booking jadilah tetep berjuang nyari penginapan. Surprise banget karena tempatnya jelas banget dan mudah ditemukan karena tulisannya jelas pake huruf abjad.  Meski harga lumayan beda dengan penginapan yang ada di dalam apartemen (300rb vs 500rb) tapi worth it lah daripada buang waktu dan tenaga.

  1. Bawa Stok Makanan Halal dan Sajadah

Sudah menjadi hal yang lumrah akan sangat sulit mencari makanan halal di daratan Cina. Maka sebelum kamu kelaparan dan nggak kuat ngetrip, pastikan kamu punya makanan untuk mengisi energi. Bawa sajadah kemanapun kamu pergi, supaya bisa sholat sewaktu-waktu.

Baca juga Menjadi Gadis Berjilbab di Daratan Cina

  1. Bawa Pakaian Secukupnya

Yaa, meski fashion is number one, nggak worth rasanya kalo koper cuma dipenuhi baju. Karena kamu akan kerepotan geret-geret koper berat. Lebih worth jika kopermu diisi oleh-oleh dari Shenzen yang luar biasa murahnya. Saya aja nyesel kenapa bawa baju banyak banget. ­čśä

  1. Tuker Duit RMB/CNY di Indonesia

Karena di Shenzen banyak yang bilang kalau rawan uang palsu. Berhati-hatilah.

  1. Bikin Visa on Arrival

Masuk ke Mainland China butuh visa,  beda dengan Hongkong dan Macau. Mending ngurus visa on arrival aja di LoWu Station. Harga kurang lebih sama dengan kalo ngurus di Indonesia tapi lebih cepat dan mudah.

Baca juga Eksplorasi Daratan Cina

Nah kalau tempat belanja yang super rekomen dari saya sebagai berikut :

  1. Dong Men Pedestrian Street

Kesalahan terbesar saya adalah mengira harga barang di Hongkong akan lebih murah dari Shenzen. Kan katanyaaa Hongkong surga belanja ya. Jadi saya nggak expect apapun ketika nyari oleh-oleh di Shenzen. Rencana bakal belanja di Hongkong. Pernah dapet cerita dari ibu saya kalau beliau dulu beli koper seharga 300rb di Shenzen dan awet sampai sekarang (mungkin sudah hampir lima tahun). Niat belanja di Shenzen jadinya pengen cari koper aja.

IMG_3574

merk koper ibu yang awet sepanjang masa

Sore setelah sampai di penginapan, kami langsung cus menuju Dong Men. Waktu turun MTR pertama kali menginjakkan kaki di Shenzen sempet lihat Lo Wu Shopping Plaza tapi nggak mampir karena mau cari penginapan dulu dan takut kemaleman kalau udah keasyikan belanja. Namanya juga cewek wkwk.

Dong Men ini agak susah-susah gampang karena nggak ada petunjuk pasti, cuma bermodal peta dan nyocokin dengan deretan pertokoan. Insya Allah ini Dong Men lah. Pas ketemu monumen lonceng barulah kita yakin ini beneran Dong Men.

IMG_3664

Dong Men at night

Kami kesana sore menjelang malam waktunya orang-orang pulang kerja. Jadi jalanannya ramai sekali. Ada toko baju, tas, makanan, sepatu, mainan anak, aksesoris, lengkap deh. Kami beruntung pas ada salah toko yang lagi sale. Dompet, tas dan baju seharga 60.000-100.000 saja! Akhirnya saya dan suami masuk, bergabung dengan penduduk asli buat cari barang yang bagus.

Uwooo dapat dongg tas kulit seharga 100.000! Beli dua karena oleh-oleh buat adek. Maunya beli banyak tapi kopernya kebanyakan baju. Sedih bangeet. Sama suami juga ga boleh beli koper lagi karena masih akan ngetrip ke Macau dan Hongkong, bakal lelah geret-geret katanya. Yasudah. Merelakan tas bagus-bagus yang kalo di olshop instagram dijual minimal 300.000.

IMG-20160828-WA0016

ransel imut seharga 100k

Nyari sepatu tapi nggak ketemu yang bagus, nggak jadi beli. Malah suami dapet coat supertebel nan kece. Kalau di toko sebelumnya nggak perlu nawar karena lagi sale dan harga pas, waktu beli coat suami kita nawarnya pake kalkulator.  Bahasa angka kan dimana-mana sama ya. Nggak mungkin keliru wkwk.

Suami nyari oleh-oleh khas Cina disini tapi juga nggak nemu. Banyak toko jualan koper dan sempet nanya harga, sekitar 500ribuan (koper masuk kabin yang bahannya keras dan beroda 4) yang mirip banget sama yang dibeli ibu. Tapi itu sebenarnya masih bisa ditawar. Karena saya nggak akan beli jadi nggak saya tawar. Kasian penjualnya nanti di pehape. Banyak juga tas totebag/handbag kece-kece yang bikin ngiler. Setelah dibandingkan dengan Hongkong (ladies market yang katanya pusat belanja), dengan kualitas barang yang sama, harga Shenzen jauuhhhh lebih murah. Trust me. Gara-gara Dong Men saya jadi pengen balik ke Hongkong lagi dan nyebrang ke Shenzen cuma buat belanja.

Disini penjualnya nggak judes, mungkin karena nggak banyak turis yang belanja kesini dan harganya pun nggak di mark up tinggi-tinggi amat. Turis dapet harga yang sama dengan penduduk lokal. Jadi makin cinta sama Dong Men kan.

Oh iya, kalo cewek mau kesini usahakan jangan sendirian, apalagi kalo berjilbab seperti saya karena akan sangat menarik perhatian. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik selalu bersama rombongan.

  1. Luohu Commercial City (Lo Wu Shopping Plaza)

Cuma lewat di depannya aja, belum ngerasain belanja disini. Tapi dari review, cukup banyak turis yang belanja disini karena dekat dengan stasiun MTR Lo Wu. Mau cari aksesoris, fashion sampai elektronik pun ada. Tapi ya siap-siap palsu semua. Ada juga yang bilang kalo penjualnya judes, kalo udah nawar kudu dibeli atau bakal kena omelan emak-emak pake bahasa mandarin.

  1. Huaqiangbei Commercial Street

Kalau disini katanya sih pusat beli barang elektronik, tapi ya gitu. Selama di Cina akan banyak barang palsu. Kecuali memang niat beli yang palsu ya. Satu-satunya tips biar nggak dapet barang palsu adalah jangan beli barang diluar merk Cina. Kalau merk Cina masih bisa asli, kalau merk luar Cina hampir pasti palsu. Kami nggak mampir kesini jadi belum tahu juga aslinya seperti apa.

So, apa dong yang asli dan murah kalo beli elektronik di Cina? Gadget Xiaomi. Seperti yang dilakukan oleh suami saya. Beli mi5, mipad dan powerbank pro. Harga bisa beda sampai 2 jutaan dengan di Indonesia.

Kelar belanja, waktunya jalan-jalan. ­čśÇ

Ada dua tempat yang wajib didatangi kalo ke Shenzen. Kalau mau menikmati dua-duanya sampai puas butuh waktu dua hari. Tapi kalau cuma punya waktu sehari, bisa ngikut itinerary saya.

  1. Splendid China

Buka jam 10.00 pagi. Kami kesini jam 09.00 berharap makin pagi makin bagus tapi jadinya malah ngendon dulu nungguin loket buka. Hihi. Kesini barengan sama rombongan anak TK-SD yang lagi study tour, lucu buangeet. Di dekat loket ada toko oleh-oleh yang berderet, hanya saja kami nggak kesana. HTM CNY/RMB 180 atau 360.000 rupiah.

IMG_3690

trotoar buat jalan kakinya lebar banget

Wajar kan kalo ke Cina dan pengen tau gimana itu Cina. Splendid China ini beneran kaya miniatur Cina, kalo di Indonesia kaya TMII gitu deh. Ada miniatur Great Wall, Forbidden City, masjid di Uyghur, sampai rumah, pakaian serta tarian tradisional juga disajikan. Ada jam-jam show yang bisa dihadiri.

IMG_3721

miniatur Great Wall + coat kece

IMG_3735

one of China folks culture

The best show nya adalah penampilan tarian dan baju-baju Cina yang ada di dalam teater macem bioskop. Namanya Oriental Dress Show. Waaah gila bagus banget! Tapi beli tiketnya harus segera setelah loket buka karena habis itu ludes.

img_20121103102250_50948e0ab4b5a

kostumnya juara! taken from detik.com

DSC_6062

breathtaking show. pict taken from google.com

Ada juga show perang-perangan naik kuda Dynasty is at War dan ini kalo telat juga nggak boleh masuk karena seat nya full. Nontonnya kaya di stadion gitu. Kami menghabiskan waktu sekitar 8 jam, dari jam 10.00-18.00. Cukup banget bikin kaki pegel karena Splendid China ini guedeeee banget.

Kenang-kenangan wajib dari Splendid China : foto dengan baju khas Cina! Kyaaaaaa berasa Putri Huan Zhu. Wkwkwk. Saya langsung heboh minta suami buat foto. Sekali seumur hidup gitu haha. Jadi kita sewa kostum trus difotoin sama penjualnya (diarahin gayanya juga) lalu pilih foto yang mau dicetak. Sebenernya kita juga bisa lho foto-foto pakai kamera sendiri, kan udah bayar sewa baju dan nggak ada harus berapa jam gitu. Tapi entah kenapa kemarin kami sungkan jadi buru-buru ganti dan milih foto. Jadinya foto yang bagus cuma yang dicetak. Foto di hape nggak ada yang bagus hiks. Turis lokal banyak yang foto pakai baju tradisional, malahan ada kostum ala-ala Pai Su Cen atau Bibi Lung juga. ­čśä

IMG_3725

ala Putri Huan Zhu ­čśä

  1. Window of The World

Ketika di Shenzen, ibu juga kesini sama abah jadi udah tau reviewnya dikit-dikit. Kalo Splendid China miniatur Cina, WOTW ini miniatur dunia. Ada menara eiffel, patung liberty, pyramid dan bangunan khas berbagai negara lainnya. Kami masuk pukul 20.00 dimana setelah pukul 19.30 harga tiket menjadi hanya separuhnya! Dari normal CNY/RMB 180 jadi cuma 60 aja. Tapi memang jadinya nggak bisa menikmati sepuasnya karena ya malam hari, show sudah berakhir semua dan jam 22.00 sudah tutup. Cuma punya waktu dua jam saja buat memuaskan rasa ingin tahu tentang WOTW. Di dekat loket masuk ada penitipan barang buat yang bawa koper. Tapi karena penitipan tutup jam 21.00 jadi mereka udah nggak mau nerima. Akhirnya kami keliling dengan membawa dua koper.

IMG_3769

suatu saat akan ke tempat aslinya. aamiiin

Di WOTW nggak se excited di Splendid China. Mungkin karena sudah capek, show sudah berakhir, atau memang yah kami masih pengen liat bentukan aslinya. Bukan bangunan KW nya. ­čśÇ

IMG_3778

berasa Las Vegas :p

Setelah dari WOTW dan nyasar berjam-jam, jalan berkilo-kilo, baru sampai penginapan jam 12 malam langsung tepar. Esok siangnya kami harus melanjutkan perjalanan ke Macau. Pagi yang rencananya mau keluar hanya tinggal rencana. Badan kami nggak sanggup sedangkan masih punya lima hari lagi untuk jalan-jalan. Mau nggak mau kudu reserve energi biar nggak sakit.

Kami checkout jam 12.00 siang dari penginapan menuju ke Shekou Port. Ya, kami ke Macau menyebrang dengan menggunakan kapal ferry. Tiket bisa langsung dibeli on the spot tapi perhatikan jadwal keberangkatan. Jangan mepet-mepet karena ada pengecekan bagasi dan boarding juga, hampir sama kaya di bandara gitu.

So far kami puas banget dengan destinasi wisata dan tempat belanjanya. Yang bikin nggak puas cuma penginapannya.

See you again, Shenzen!

Web suggestion :

  1. Splendid China : https://www.travelchinaguide.com/attraction/guangdong/shenzhen/splendid.htm
  1. Window of the World : https://www.travelchinaguide.com/attraction/guangdong/shenzhen/window.htm
  1. Dong Men Pedestrian Street : https://www.tripadvisor.com/Attraction_Review-g297415-d2587536-Reviews-Dong_Men_Pedestrian_Street-Shenzhen_Guangdong.html

Eksplorasi Daratan Cina

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

IMG_4446

Hongkong Skyline

Hongkong, Macau dan Shenzen mungkin sudah menjadi destinasi wisata favorit warga Indonesia. Rata-rata sih karena konon katanya disana surga belanja, apalagi di Hongkong nya. Ups, kata saya sih salah besar.

Banyak tour yang menawarkan wisata ke tiga lokasi tersebut. Tapi saya dan suami as usual, suka bikin itinerary sendiri. Lebih seru, lebih kerasa diskusi berantem-ngambek-baikannya.  Dan paling penting sih kita bisa nyesuaikan mau berlama-lama di tempat yang mana. Nggak keburu waktu gitu.

Rute

Kami berlibur selama total 7 hari (tidak termasuk lama perjalanan pulang pergi dari dan menuju Indonesia) sejak 28 Maret sampai 3 April 2016. Tujuh hari yang cukup banget kalo mau eksplorasi ke hampir semua tempat wisata hits. Dua hari di Shenzen, sehari di Macau dan empat hari di Hongkong.

Baca juga Sleeping at Changi Airport

Awalnya kami bingung banget tentang rutenya. Yang perlu diingat, masuk Shenzen itu butuh visa. Tinggal pilih mau urus visa di Indonesia atau pake visa on arrival. Simpelnya sih pake visa on arrival karena 5 menit jadi seharga 178 RMB. Tapi itu berarti satu-satunya jalan masuk Shenzen harus pake jalur darat dan lewat stasiun MRT Luohu (Lo Wu). Nggak bisa pakai pesawat ataupun kapal ferry.

metro

Lo Wu station di ujung atas jalur biru muda

Rute kami adalah SUB-HKG naik pesawat, Hongkong-Shenzen naik bus lalu oper MRT (biar murah), Shenzen (Shekou Fery Terminal)-Macau (Outer Harbour) pakai ferry, Macau-Hongkong (bukan Kowloon) pakai ferry, kembali ke Surabaya naik pesawat. Memang butuh budget lebih untuk ferry-nya karena bisa 200-300 rb sekali jalan. Tapi tiket pesawat termurah ke Indonesia juga dari Hongkong, kalau dari Macau/Shenzen lebih mahal.

Kenapa kok nggak cuma ke Hongkong aja? Nanggung sodara-sodara. Kalau ada waktu dan budget mending langsung sikat ketiganya. Meski masih sama-sama China, tapi Hongkong, Macau dan Shenzen memiliki “warna” yang sama sekali berbeda. Pokoknya harus ngerasain ketiganya biar tahu apanya yang beda. ­čśä

Sebelum ngetrip, saya selalu menyempatkan diri untuk riset tentang berbagai macam hal. Baik transport, penginapan, tujuan wisata, cuaca dan lain-lainnya. Just to make sure nggak kleleran di negeri orang. Kalau dulu di Singapore masih ada saudara, lah ini bahasa Hausiang-hausiang aja nggak bisa.

Transport

Transport selama di Shenzen pakai MRT. Ini adalah pilihan terbaik karena menurut pengalaman suami, bus stop di Mainland China nggak ada petunjuk berhuruf abjad, semuanya mandarin. Walhasil beliau nyasar saat naik bus di Beijing. Pun kalo ga punya tap card, harus sedia uang pas karena nggak ada kembalian. Nah bingung lagi nanya ongkosnya. Sedangkan untuk MRT, kita masih dipermudah dengan petunjuk berbahasa Inggris dan bisa beli koin di merchant stasiun untuk sekali perjalanan. Nggak perlu beli tap card karena cuma dua hari disini. Jangan lupa save peta MRT Shenzen di gadget dan bawa hardcopynya satu, jaga-jaga kalo gadgetmu mati semua. Tempel di otakmu kalo penduduk Shenzen gak bisa Bahasa Inggris sama sekali dan nyari huruf abjad disana sama susahnya kaya nyari harapan di tengah penantian. Ujung-ujungnya pehape. #lah

Di Macau transport bisa jalan kaki aja karena surprisingly Macau itu kecil banget  sama Jombang gedean Jombang kali ya wkwk. Tapi kalo destinasi yang agak jauh bisa naik bus. Jangan lupa uang pas ya. Macau juga penunjuk arahnya gampang dibaca karena dulunya jajahan Portugis, jadi huruf abjad masih kleleran dimana-mana. Saya sempet save peta Macau dan bus stop serta rute bus nya. Tapi suami lebih canggih lagi, beliau download app Macau Easy Go. Lengkap banget rute dan tujuannya. Nggak perlu konek internet bisa dipake, asyik kan.

unnamed

Tampilan Macau Easy Go

Di Hongkong bisa pakai MRT atau bus. Kalau males jalan jauh pake bus,  tapi kalau tujuannya jauh dan butuh cepet ya mending pake MRT hehe. Disarankan banget beli octopus card yang bisa dipake naik bus maupun MRT untuk efisiensi waktu. Sisa deposit nanti bisa diminta kalo kita pulang. Tapi karena saya pulang ke bandara naik bis dan nggak nemu penukaran octopus card jadi ya kartunya saya bawa pulang buat kenang-kenangan. Jangan takut nyasar di Hongkong. Asal bisa baca dan bisa nanya, pasti bakal nyampe ke tempat tujuan.

5.2.2.2.8-Octopus-card_03

Octopus Card buat di tap-tap naik MRT dan Bus

Penginapan

Kami mencari penginapan murah dengan membandingkan web satu dengan web lain (agoda.com dan booking.com). Jangan bosen-bosen riset. Lihat reviewnya juga. MELIHAT NEGARA ASAL REVIEWER adalah sebuah keharusan. Karena kami salah pilih penginapan gara-gara tegiur review bagus, taunya yang ngereview memang penduduk asli sono semua.

Dua hari di Shenzen, nginep di dua tempat. Satu deket Dongmen Market buat belanja, satu deket Window of the World karena mau jalan-jalan. Perlu diingat, HAMPIR SEMUA PENGINAPAN murah di Shenzen NGGAK ADA PETUNJUK apapun di bangunannya. Nggak ada judul namanya kayak Hotel Ibis dan sebagainya. Satu-satunya petunjuk yang bisa dipercaya adalah FOTO dan ALAMAT dari WEB BOOKING.

Jadi wajib banget cetak foto penginapan, alamat dan nama penginapan bahkan nomor telepon, baik dalam bahasa Inggris/Indonesia MAUPUN MANDARIN. Cetak juga PETA tempat penginapan kemana. Biar kalo nyasar kita bisa tanya. Jangan harap dapet kamar besar di Shenzen. Namanya budget hotel ya sempit semua. Rata-rata kamar mandi luar. Gapapa yang penting bisa tidur. ­čśä

Malam pertama menginap di Dabai Hostel. Foto di web bagus, review bagus, semalam 160 rmb atau 320.000 untuk dua orang. Sejam nanya-nanya orang, udah bener ngikutin peta dari web, taunya kita udah di depan gedungnya tapi bapak satpamnya nggak tau kalo salah satu penghuninya memanfaatkan flat nya buat bisnis. Untung ada anak sekolah berbaik hati nelponin pemilik penginapan dan akhirnya pemilik penginapan mau keluar jemput kami.

Masuk kamar, jeng jeng. Ternyata itu apartemen yang diisi sekelompok entah mahasiswa atau karyawan yang udah kerja. Campur cowok cewek dong.  Bahasa Inggris pemiliknya pun pas-pasan dan setelah lihat buku tamu, yang nginep disana murni penduduk asli Chinese semua. Eaaaaaa. Salah banget deh ini tapi mau nyari penginapan lain udah gak sanggup lagi. Yauda anggep numpang tidur deh wkwk. Penghuni lain juga cuek-cuek aja.

Malam kedua lebih hell lagi. Nginep di Freedom Boss Hostel dengan rate yang sama. Udah bawa denah, udah cetak foto dan alamat. Jalan kaki jam 10 malem dan taunya kita NYASAR BERKILO-KILO saudara-saudara. Pantesan nggak nemu-nemu. Udah geret-geret koper, capek jalan seharian. Mau nanya orang, pada menghindar semua. Akhirnya ada mahasiswa yang bantu dan mau nelponin pemilik penginapan. Dikasi rute yang bener lalu kita jalan kaki lagi. Di denah gambarnya ke selatan padahal seharusnya ke utara. Ya Allah sedih banget lah. Itupun masih harus muter-muter lagi dan nanya-nanya lagi karena ternyata lokasinya di komplek apartemen yang gak ada petunjuknya lagi.  udah makin malem makin pengen nangis rasa-rasanya bakal tidur ngemper. Sempet lewat penginapan agak bagusan dan tergoda banget kesana tapi udah kadung booking yauda dicari dulu. Tanya satpam komplek sambil nunjukin peta, beliau ga tahu. Muter lagi jalan sekitar sekilo, iseng nanya satpam lagi eh beliau tahu! Masya Allah gusti rasanyaaaaa kaya ketemu jodoh. Dan ternyata lokasinya itu masih satu komplek dengan satpam yang pertama kali ditanyain. Satpam ujung timur dan barat. Tapi kok bisa yang satu tahu yang satu enggak. Harusnya kan kami ga perlu muter-muter kek kitiran giniii hihh. Walhasil baru berhasil nemplok kasur jam 12 malem. Badan udah rontok semua.

img_9560

Freedom Boss Hostel tampak depan-no sign

IMG_3791

kamar Freedom Boss, nyaman kok

Karena pengalaman buruk di Shenzen, kami pun was-was saat di Macau. Ternyata kami tidak perlu kuatir sama sekali. Kami menginap di Vila Universal yang lokasinya strategis dan sangat mudah dicari. Kalau di Shenzen prinsipnya jangan pernah percaya denah, apa yang kelihatannya deket taunya jauh banget. Macau juga sama, jangan percaya peta. Di peta kelihatan jauh padahal aslinya deket banget wkwkwk. Penginapan ini termurah saat kami pesan. Rate 450.000 sekamar dua orang. Harga beda jauh antara booking web dan pay on the spot, beda hampir dua kali lipat. Jadi lebih baik pesen via web. Kamarnya besar, fasilitas lengkap termasuk kamar mandi, tv, ac, dan wifi. Alhamdulillah bisa bobo nyenyak setelah kemarin dihajar dua hari.

IMG_3849

Vila Universal, easy to find!

Sedangkan di Hongkong kami menginap di Chungking Mansion. Tempat favorit para traveler dari mancanegara karena letaknya yang strategis dan harganya murah. Di dalam Chungking Mansion terdapat puluhan penginapan yang bisa dipilih. As always, booking via web selalu lebih murah dari pay on the spot.

Malam pertama kami menginap di Sydney Hostel. Bangunannya baru, pemiliknya super ramah jadi betah. Sayangnya cuma sehari disini. Bisa menyeduh minuman seperti teh/kopi for free. Ada air panas juga kalo mau bikin mie. Ada kulkas yang bisa dipakai untuk semua penghuni penginapan. Karena besok paginya kami harus segera ke Disneyland, jadah early checkout dan nitip koper ke pemilik. The best partnya, mereka mau dititipin dan no charge!

IMG_3948

Sydney Hostel, yang penting muat tidur berdua ­čśä

Malam kedua sampai keempat, kami pindah ke Safari Guest House. Alhamdulillaah sama nyamannya meskipun seperti layaknya penginapan murah di Hongkong, sempit bangeet kamarnya. Cuma cukup buat tidur dan kamar mandi. Sholat kalo mau jama’ah berdua pun harus di atas kasur. Kedua penginapan ini recommended lah dari segi fasilitas dan servis. ­čÖé

Things to do

Web favorit kalo mau ngetrip adalah tripadvisor dengan things to do nya. Nggak wajib ngikutin selera orang lain kok. Dari deretan saran tempat wisata, kita bisa milih mana aja yang pengen kita tuju. Mau yang gratis atau bayar, mau wisata alam apa yang ada wahana, mau yang modern apa yang kuno, semua bisa disesuakan dengan selera.

Things to do detailnya akan diulas ditulisan berikutnya.

Tiket Wahana Murah

Sejak trip ke Singapore, kami berusaha mencari tiket wahana termurah di toko online (e-ticket). Harga bisa hemat sampai 40%. Asal penjualnya trusted, tiketnya pasti valid. Namun mayoritas butuh kartu kredit untuk pembeliannya.

Untuk di Shenzen karena sebelumnya nggak kebayang mau kemana, kami beli tiket on the spot di Splendid China dan Window of the World. Belum pernah riset penjual tiket online termurah untuk kesana jadi nggak punya saran.

Saat di Macau, wisata yang bayar di Macau Tower (untuk jumping dari atas tower, kalo foto-foto aja gratis) dan Giant Panda Pavillion. Untuk lihat panda tiketnya murah banget cuma 10 MOP atau 17.000 rupiah saja. Tempat wisata lainnya gratis.

Kalau di Hongkong, wajib ke Disneyland dan meluangkan seharian penuh disana. Jadi sebaiknya beli tiket yang include meal voucher. Kamu beli di elevenia karena murah dan ada tambahan diskon bagi new member.┬á┬áDapet tiket seharga 750.000 termasuk meal dari yang normalnya 1,5 jutaan. Pemilik bisa di wa di┬áÔǬ+6281212068989 (Peipei shop).

IMG_4022

One Day Admission ticket plus meal voucher trusted from Peipei Shop

Wahana selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah The Peak. Melihat deretan gedung pencakar langit Hongkong dari ketinggian. Untuk menuju The Peak bisa naik bus, taksi atau naik peak tram. Hati-hati saat weekend ANTRIAN naik peak tram bisa MENGGILA. Maka kami memutuskan beli tiket di klook, selain hemat dan trusted, yang paling penting kami diberi JALUR VIP jadi ga perlu antri. Hohoho. Tiket bisa lebih hemat karena dijual juga paket tour untuk ke Tricky Eye Museum atau Madame Tussaud. Berhubung udah pernah ke Madame Tussaud jadinya kami pilih ke Tricky Eye deh. Total 300.000 per orang untuk Peak Tram PP dan Tricky Eye dari harga normal 400.000. Tapi Tricky Eye nya nggak rekomen. Hihihi. Padahal kalo ke Madame Tussaudnya bisa ketemu Kim Soo Hyun. Hiks.

Selama di Hongkong kami juga sempat berkunjung ke beberapa museum disana dan langsung bayar on the spot karena itu tujuan dadakan yang sebelumnya belum direncakan. Kami kurang tahu apa tiketnya bisa dibeli online atau enggak.

Beberapa penginapan juga menyediakan tiket wahana wisata dibawah dari harga normal, tapi tetep aja setelah disurvey lebih murah beli tiket online. ­čśÇ

Internet

Hari gini gak pake internet??? Untuk itulah wajib cari penginapan yang ada wifinya. Sekedar say hi buat keluarga di Indonesia, menyampaikan kabar bahwa kita sehat dan baik-baik saja. Selama di Shenzen dan Macau, kami nggak pake simcard apapun karena stay disana nggak lama. Beli simcard pun mahal banget. Risikonya ya memang gak bisa browsing kalo nggak ada wifi, utamanya kalo nyasar. Jadi sebelum keluar kamar, harus udah jelas rute yang dituju. Alhamdulillah kami bisa survive.

IMG_5585

dikasi kontak Mbaknya biar kalo bingung bisa nanya2

Selama di Hongkong kami pakai Telkomsel dong. Ceritanya saat di hall kedatangan pas pertama nyampe, ketemu sama orang Indonesia yang jual simcard udah termasuk paketan Internet unlimited buat 7 hari seharga 50 HKD (85.000). Berhubung saya udah riset, jadi fix langsung beli karena emang itu yang paling murah. ­čśä Cukup beli satu karena kami bawa alat pemancar┬áwifi hihihi.

Cuaca

Riset perkiraan cuaca juga penting karena kalau salah kostum bisa fatal. Bayangin aja waktunya musim dingin malah bawanya kaos summer. Kalo sakit kan malah ribet jadinya.

Kata suami, Beijing lagi musim dingin. Jadi wajib bawa coat. Oke, fixlah saya pinjem coat kece milik temen saya yang super baik hati. Tenyata benar, Shenzen dingin banget. Matahari sama sekali nggak kelihatan. Pake jaket biasa nggak ngatasin. Berkali-kali hidung saya tersumbat karena kedinginan. Suami malah bibirnya kering banget sampe harus pake lipbalm. Gimana entar kalo saya dan suami ketemu salju ya?

IMG_3721

ber-coat ria di Shenzen

Di Macau sama dinginnya, malah masih turun hujan. Saat di Hongkong alhamdulillah lagi nggak musim badai. Meski matahari juga nggak nampak, tapi cuaca Hongkong lebih panas dari Shenzen dan Macau. Di Hongkong, coat saya resmi pensiun. Ganti dengan jaket biasa. Bahkan untuk pertama kalinya selama trip akhirnya saya bisa berkeringat. Malah ketika di Disneyland suami pakai kaos pendek tanpa jaket. Sempat juga pakai payung karena silau padahal hawanya nggak panas-panas banget dan mataharinya masih juga nggak kelihatan.

IMG_3905

rainy Macau taken from inside the bus

 

IMG_4130

pake kaos yang nyaman di Hongkong

Makanan

Nah, untuk riset makanan saya akui masih kurang. Saya pikir meski sulit mencari makanan halal, masih bisa ditemukan seperti di Singapore. Taunya enggak. Di Shenzen SUSAH BANGET cari makanan halal. Brace yourself. Bawa bontot yang banyak. Sempet nemu resto halal tapi gatau namanya karena ga bisa baca tulisan mandarin.  Pokoknya deket Window of the World aja. Yaa maybe sekitar 500 meter lah.

Di Macau saya nggak eksplor banyak karena udah bontot dari Shenzen dan emang lagi males nyari. Yang wajib banget nyobain Portuguesse Egg Tart. Tokonya kleleran dimana-mana. Bau rotinya juga kemana-mana. Hihi.

Menginjakkan kaki di Hongkong, langsung kalap ngelihat banyak banget pilihan makanan halal di Chungking Mansion. Tersedia berbagai jenis makanan mulai yang murah (mie instan tinggal seduh air panas) sampai yang mahal (makanan berat). Nggak usah kuatir kelaparan di Hongkong.

Baca juga Menjadi Gadis Berjilbab di Daratan China

Mata uang

Shenzen HANYA BISA pakai China Yuan atau biasa disebut Ramimbi (RMB). Saat itu kurs saya masih 2000 rupiah per 1 RMB. Sebaiknya tukar saat masih di Indonesia karena penukaran uang di Shenzen konon katanya banyak yang palsu.

Di Macau pakai MOP atau bisa juga pakai HKD. Kursnya sama, 1.700 rupiah per 1 HKD atau 1 MOP. HKD diterima di semua tempat. Kalau males nukar MOP, pakai HKD aja juga bisa. Tapi kalau mau kenang-kenangan, tuker MOP dikit-dikit boleh. Hehe.

Untuk di Hongkong, mata uang pakai HKD. Kurs 1.700 rupiah per 1 HKD. Mending bawa lebih daripada kurang. Saya kurang tahu dimana money changer yang ratenya bagus untuk ditukarkan dengan rupiah. Tapi kalau kepepet, di Chungking Mansion juga banyak counter resmi penukaran uang yang bisa digunakan.

Yap. Itulah review trip tiga negara kami. Detail itinerary di setiap negara akan menyusul di tulisan berikutnya. ­čśÇ

Dokter Yang Baru Pertama Kali Donor Darah : Mau Pingsan Tapi Bikin Ketagihan

Tags

, , , , , ,

IMG_9809

Donor darah : tidak sehoror yang dibayangkan

Siapa bilang dokter selalu berani sama jarum suntik? Saya kasih tahu ya. Justru banyak banget petugas medis baik dokter, perawat, bidan dan lainnya yang takut sama jarum suntik. Nggak mau disuntik, maunya nyuntik.

Selama hidup, saya belum pernah sekalipun donor darah. Alasan pertama, takut darah. Alasan kedua, takut ditusuk jarum gede dalam waktu yang lama. Kalau disuntik buat ambil lab atau masukin obat masih oke, kan cuma bentar pun jarumnya juga kecil. Kalau donor darah jujur saya ngeri banget. Pernah saat koas saya memberanikan diri ikut donor darah. Namun ditolak karena tensi dan Hb saya rendah. Entah harus seneng apa sedih.

Sebenarnya sebagai tenaga medis, saya malu. Sering menyarankan orang untuk transfusi darah tapi nggak pernah donor darah. Sebaliknya, banyak yang bukan tenaga medis justru rutin setiap 3 bulan mendonorkan darahnya seperti adek lelaki saya. Maka ketika RSI Jombang mengadakan buka puasa bersama sekaligus donor darah, saya ikut mendaftar. Tentu saja dengan masih deg-degan setengah mati.

IMG_9817

yang udah rutin donor, selow bangetlah

Donor darah dilakukan ketika Ramadhan dimana stok darah seringkali menipis. Hal itu biasanya berlanjut hingga lebaran. Maka sebuah ide yang luar biasa untuk menjemput bola, mengadakan buka bersama sekaligus donor darah. Dengan mengumpulkan calon pendonor sebanyak 30 orang, PMI sudah mau mendatangi lokasi donor.

Sambil mengajak 5 anggota keluarga, saya mengikuti buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan donor darah. Proses diawali dengan calon pendonor mengisi kertas registrasi skrining untuk menentukan apakah seseorang layak menjadi pendonor. Terdiri dari identitas dan beberapa pertanyaan terkait kondisi kesehatan kita.

IMG_9812

harus diskrining dulu

Kemudian kita dipanggil untuk periksa tensi dan kadar hemoglobin. Setelah diketahui hasilnya, barulah petugas PMI menentukan apakah kita layak menjadi pendonor. Dari 5 keluarga yang saya bawa, hanya 3 yang layak. Saya, suami dan adik laki-laki kedua. Sedangkan adik ipar dan adik laki-laki kelima belum layak donor. Jeng jeng. Dimulailah proses donor darah pertama kami. Ya, kami. Saya dan suami yang ternyata juga belum pernah donor darah.

Ternyata selain kami, banyak juga karyawan RS yang baru pertama donor darah. Jadi seru melihat berbagai macam ekspresi mereka. Ada yang takut-takut sampe nutup mata, tapi banyak juga yang santai kaya di pantai nggak ada apa-apa. Suasana makin seru saat salah satu karyawan menggoda yang lainnya, “Kamu kok lama banget nggak selesai-selesai? Jangan-jangan macet tuh. Perlu pindah tempat jarum,” yang dijawab dengan “Udah jangan berisik nanti makin lama selesainya. Aku udah ndredeg nggak karuan ini.”

Tiba saatnya suami donor darah. Semua berjalan lancar hingga 10 menit kemudian proses selesai. Bahkan suami sempat memotivasi saya, “Nggak sakit kok. Nggak seserem yang dibayangkan.” Maka ketika giliran saya, dengan Bismillaahirrahmaanirrahiim saya berdoa. Mudah-mudahan lancar. Kebetulan kursi donor kami berhadapan satu sama lain.

IMG_9814

first timer, yay!!!

Selesai donor, suami tidak langsung diperbolehkan berdiri karena bibirnya terlihat pucat. Beliaupun akhirnya istirahat sejenak sebelum pulih kembali. Rupanya dulu sempat trauma dengan jarum suntik yang lama menempel di kulit. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk donor lagi.

Donor saya pun berjalan lancar. Tangan tidak terasa dingin, bibir tidak pucat. Saat ditusuk jarum nggak sakit. Jarum menempel 10 menit juga biasa aja. Selama proses donor ada sensasi lucu ketika merasakan darah mengalir ke kantong. Oleh petugas PMI, saya tetap dianjurkan rehat sejenak sebelum meninggalkan tempat karena ini adalah donor pertama saya. Kepada pendonor, PMI memberikan ucapan terima kasih dengan sebuah bingkisan kecil berisi makanan ringan dan vitamin penambah darah. Dengan hati gembira saya menuju foodcourt untuk beli jus. Mission accomplished. Alhamdulillaah saya berhasil donor darah!

Namun semua berubah ketika kemudian saya merasakan sensasi aneh di bagian perut. Padahal udah buka puasa. Kok perut nggak enak? Demi merasakan tanda itu, saya akhirnya duduk di kursi sambil mengangkat kedua kaki. Namun kondisi tak juga membaik. Malah keringat dingin yang muncul. Tanpa babibu saya langsung berjalan cepat setengah berlari menuju IGD. Tidak sanggup untuk berkata apa-apa kepada suami. Hanya menunjuk tas, meminta tolong untuk dibawakan. Melihat gelagat aneh, suami menyusul saya sambil membawakan tas.

Sampai di IGD pandangan mata sudah gelap namun saya berhasil mencapai kasur dokter jaga tepat pada waktunya sambil mengangkat kedua kaki setinggi 45 derajat. Saya nggak jadi pingsan. Adik-adik dan suami segera menyusul seraya memotivasi. “Tadi pas donor foto-foto sambil ketawa, lah sekarang malah tepar di kasur jaga”. Apalah daya, untung saja saya belum pulang. Bersyukur juga saya nggak pingsan di lokasi donor, nanti malah bikin heboh semuanya.

Meski udah kliyengan hampir pingsan setelah donor pertama, tidak menyurutkan semangat saya untuk donor lagi. Karena donor darah tidak semenakutkan yang saya bayangkan! Dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh pasien ketika menerimanya, sungguh waktu yang kita sisihkan kurang lebih 20 menit untuk donor bukanlah apa-apa. Ditusuk jarum, enggak sakit. Jarum nempel 10 menit, nggak ada rasanya. Selesai donor jarum dicabut, biasa aja. Yang butuh waktu hanya penyesuaian tubuh setelah diambil darah kurang lebih 300cc dalam waktu singkat. Saya percaya tubuh akan menyesuaikan diri dengan baik bila saya rutin melakukannya. Maka ketika mendapatkan broadcast message pasien yang membutuhkan golongan darah yang cocok dengan kita, segera daftarkan diri menjadi pendonor secepatnya.

Saran saya untuk yang belum pernah donor darah, donorlah! Kalau nggak berani, carilah teman yang sudah pernah melakukan donor untuk menyemangati. Kamu nggak pernah tahu betapa berharganya setetes darahmu. Apalagi dalam Bulan Ramadhan dan lebaran, akan sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Pastikan kamu dalam kondisi sehat, sudah makan sebelumnya dan tidak memanipulasi form skrining atau akan merugikan dirimu. Sebisa mungkin jangan mengendarai kendaraan sendiri, atau bila terpaksa, beristirahatlah dulu minimal satu jam. Jaga-jaga kalau terjadi respon tubuh yang lambat terhadap perubahan yang terjadi mendadak seperti kasus saya.

Trust me, sekali donor akan bikin ketagihan. Tapi jangan lupa, baru boleh donor lagi minimal 75 hari atau 3 bulan kemudian ya. Dan kalau memang setelah di tes tidak layak menjadi pendonor, jangan maksa. Masih banyak kandidat lain yang potensial dan kamu nggak perlu berkorban yang justru malah merepotkan para petugas.

Because every drop can save life. Selamat donor darah!

Mau Foto Keluarga di Jombang? Idea Studio Bisa Jadi Pilihan

Tags

, , , , , , ,

IMG_9978

berasa model ­čśä

Lebaran menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak keluarga, termasuk keluarga saya. Dengan banyaknya personil yang menyebar di seluruh penjuru Pulau Jawa, lebaran adalah waktu dimana kami dapat berkumpul lengkap meski hanya sekejap.

Namun semakin lama nyatanya semakin susah. Dengan saya yang koas, suami saya yang jaga IGD, kemudian adek yang gantian koas, menjadikan kami tidak bisa seluruhnya hadir saat lebaran. Kami pun mencari momen lain untuk merasakan lengkapnya anggota keluarga. Seperti layaknya lebaran tahun ini, karena adek sedang koas, kami bisa berkumpul hanya 6 jam saja dalam satu hari di tengah Bulan Ramadhan. Menjadikan kesempatan itu sangat langka. Bagaimana tidak? Pukul 12.00 siang, seorang adek baru saja tiba dari Batu. Sedangkan pukul 18.00, adek yang koas harus sudah kembali ke Solo.

Kesempatan berharga ini kami manfaatkan untuk foto keluarga, keinginan yang sudah sejak lama belum terwujud. Saya pun mencari studio dengan hasil foto yang paling bagus di Jombang. Menurut pengakuan seorang kawan, ada sebuah studio yang bagus hanya saja kapasitas ruangannya terbatas. Wah, padahal kan personil kami 13 orang. ­čśé

Target saya adalah mencari studio dengan hasil foto terbaik, bukan yang muat untuk foto. Jadi saya memutuskan tetap mengunjungi Idea Studio. Alamat di Jalan Pahlawan no 41 A Jombang. Tempatnya di tengah kota, sebuah gedung kecil di pojok jalan dekat sungai, sulit untuk parkir mobil. Pilihannya parkir di tepi jalan, atau di gerai Alfama*t yang berjarak 30 meter, atau di depan gerbang perumahan yang masih belum digunakan.

IMG_0300

Idea Studio

Saat datang, saya ditunjukkan hasil foto mereka. Lumayan bagus dibandingkan dengan hasil foto studio suami saat selesai internship bersama rekan sekelompoknya. Sayang seribu sayang, studio hanya muat untuk maksimal 5 orang dewasa atau 7 orang bila disertai anak-anak. Saya sedikit kecewa, karena sejujurnya pengen banget pake vendor ini. Udah browsing beberapa hasil foto studio lain di Jombang tapi tidak memuaskan. Saya pun mengutarakan bahwa ingin foto keluarga dengan 13 orang anggota. Salah satu pegawai disana menyarankan, kalau begitu foto di rumah saja. Bisa kok kami dipanggil.

Wah. Ide bagus! Di siang bolong saat Ramadhan, mengajak adek-adek yang berpuasa untuk datang ke studio sebenarnya bukan pilihan yang baik. Bila di rumah, kami bisa lebih leluasa dan yang pasti, nggak bingung gimana parkirnya. ­čśé

IMG_0301

pilihan harga portrait package

Saya diberikan harga paket untuk foto panggilan ke rumah. Saya dan keluarga sepakat menggunakan paket eksklusif dengan membuat janji maksimal 2 hari sebelumnya dan membayar DP minimal 30% dari harga paket. Setelah itu saya diberi kontak fotografer yang akan datang ke rumah untuk melakukan pemotretan. Namanya Mas Heri.

Saya booking untuk jam 12.00 siang. Mas Heri datang pukul 11.30 untuk terlebih dahulu melihat-lihat spot terbaik untuk foto. Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya terpilih 3 spot foto terbaik. Pukul 12.00 tepat sesi dimulai.

“Yak untuk para cucu silakan duduk di depan,” kata Mas Heri mengawali sesi. Demi mendengar penyataan tersebut, kami tertawa tanpa bisa dicegah. Karena seluruh personil adalah anak dan menantu. Belum ada cucu. Wkwkwk. Mas Heri kemudian minta maaf dan sama sekali tidak menduga bahwa keluarga kami besar sekali.

Sesi foto berjalan sangat lancar. Mas Heri yang single fighter bisa mengarahkan kami untuk berpose sebaik-baiknya ala model dadakan. Seringkali beliau mondar-mandir berkali-kali untuk menyetting lighting supaya hasilnya memuaskan.

Pukul 13.30┬ásesi akhirnya berakhir. Wah padahal cuma 1,5 jam, tapi rasanya capek banget. Ternyata difoto untuk juga capek. ­čśé Belum bakat jadi model profesional. Selesai foto, saya melunasi sisa pembayaran dan file asli hasil foto dalam size kecil akan siap 1 jam kemudian. Bisa diambil di studio untuk kemudian dipilih sejumlah file sesuai paket yang akan di edit dan dicetak. Kami diberi waktu maksimal 24 jam untuk memilih foto yang akan dicetak besar dan dipigura karena vendor mereka di Surabaya akan segera tutup menjelang lebaran.

Surprisingly, hasil fotonya bagus dan memuaskan! Sekelas Jombang gitu loh. Meski masih ada yang perlu diedit di beberapa bagian, tidak menjadi masalah. File mentahnya aja udah bagus. Adek-adek saya yang hobi fotografi pun mengakuinya. Kamu pun bingung memilih foto untuk dicetak dan file besar yang ingin diambil. Melalui whatsapp, Mas Heri memberikan sarannya tentang hasil foto terbaik yang bisa dipertimbangkan. Setelah berdiskusi dan lelah memilih, akhirnya kami sekeluarga sepakat juga.

Esok siangnya kami segera memberikan list foto terpilih dan menambah biaya karena menambah 2 file dari paketan dan upgrade foto+frame dari 12 Rs menjadi 16 Rs. Per tambahan file biayanya Rp 50.000, untuk upgrade nambah Rp 100.000.

Senin menyerahkan file, Kamis hasilnya sudah bisa diambil. Wah, cepet banget. Saya kira sampai semingguan gitu. Seneng banget lihat hasilnya. Meski ada satu file foto yang belum sempurna, so far pelayanan dan hasil foto Idea Studio sangat memuaskan. Recomended untuk yang sedang di Jombang dan mencari studio foto yang bagus untuk foto keluarga.

IMG_0256

hasil foto 16 Rs plus frame putih

Ps : nggak dibayar buat promosi. Kalo puas dengan sesuatu, saya akan tulis reviewnya. Kali ada yang butuh. ­čśÇ

CP IDEA : 081334277128/081216581223

 

Menjadi Gadis Berjilbab di Daratan Cina

IMG_3817

Dua hal yang tak akan terlupakan dari Shenzen. Pertama, perjalanan menemukan penginapan yang sangat menguras fisik dan mental. Kedua, menemukan makanan halal. Saya tidak pernah sebahagia ini melihat logo halal di depan toko makanan.

Sebelum pergi, saya sudah diwanti-wanti oleh keluarga bahwa di Cina akan sulit menemukan makanan halal. Untuk itu, penting bagi kami membawa makanan kering dari Indonesia. Pilihan kami jatuh pada abon, sambal goreng kentang kering, serta beberapa snack untuk mengganjal perut. Tanpa diduga, makanan itulah yang akan menjadi penyelamat kami nantinya.

Tiba di bandara Hongkong, kami langsung menuju Shenzen menggunakan bus kemudian oper MTR. Terakhir kali santap makanan adalah saat flight sekitar jam 8 pagi. Sampai dipenginapan sekitar pukul 5 sore setelah sebelumnya kesulitan mencari. Kami tidak sempat makan siang.

IMG_3636

halal meal Singapore Airlines

Mencari lokasi sebuah tempat di Cina memang tidak mudah. Penduduk Cina dikenal jarang sekali yang bisa berbahasa Inggris. Ditambah Google yang diblokir menjadikan pencarian semakin sulit saja. Peta yang kami bawa sedikit membantu menemukan arah. Namun dengan tulisan mandarin-tanpa abjad menjadikan kami sulit sekali menemukan lokasi pasti penginapan. Saya sangat lelah karena tidak terbiasa berjalan kaki. Akhirnya saya minta izin suami untuk duduk beristirahat sementara suami berusaha menemukan penginapan.

IMG_9560

gimana bisa ketemu kalo tampak depannya kaya gini. nggak ada petunjuk apapun T.T

Saat beristirahat saya tiba-tiba menyadari satu hal. Sejak masuk ke teritorial Shenzen, saya sama sekali tidak bertemu dengan perempuan yang mengenakan jilbab. Kebalikannya, saya justru menjadi pusat perhatian. Hampir semua orang yang melewati saya, melihat dengan wajah penasaran. Puncaknya ada seorang laki-laki yang mengajak saya berkenalan dan berbicara menggunakan Bahasa Mandarin. Rasanya mau nangis. Saya udah bilang berkali-kali kalo saya nggak ngerti, please speak in English, tapi beliau juga nggak paham maksud saya. Bukannya malah pergi, beliau makin mendekat dan melihat saya dari atas sampe bawah berasa alien. Kemudian beliau mengeluarkan kertas dan menulis huruf mandarin, saya tetap nggak bisa baca. Saat itu saya udah takut banget. Suami berada sekitar 50 meter dari saya, masih sibuk bertanya kepada salah seorang siswi yang kebetulan paham Bahasa Inggris sehingga tidak bisa langsung mendekat.

Ketika saya melihat ke suami, si Bapak juga melihat ke arah yang sama sambil mengatakan sesuatu. Meski nggak paham, saya cuman menganggung dan bilang “Yes! Yes! Yes!” Anggep aja dia nanya, “Kamu bareng sama dia kesini?” Wkwkwkwk. Suami pun melambaikan tangan, mengajak saya mendekat karena penginapan sudah ketemu. Sungguh, bahagia tak terkira bisa terhindar dari si Bapak. Penasaran, saya pun bertanya kepada pemilik penginapan apa arti dari tulisan si Bapak. Ternyata inilah yang beliau tanyakan, “Apa kamu sedang menunggu seseorang?” Maaf ya pak saya udah keburu ketakutan. Ya maklum gak bisa Hausiang-Hausiang.

Setelah meletakkan barang bawaan, malam harinya kami jalan-jalan di Dongmen market. Di sana kami menemukan penjual “pentol bakso bungkus siomay” kaki lima berlogo halal. Ya, saya bilang pentol bakso karena memang berbentuk bulat, rasanya seperti daging sapi namun dengan balutan seperti siomay. Kami mencoba hanya satu porsi, masih positif thinking akan menemukan resto halal. Setelah berputar-putar hingga larut malam, kami tidak bisa menemukan resto halal. Sempat melihat KFC tapi ragu ingin masuk kesana. Akhirnya kami pulang tanpa sempat makan apapun.

Saat di Dongmen, saya sempat ditinggal sejenak oleh suami karena saya lelah sekali. Lagi-lagi menjadi pusat perhatian, dilihatin terus dari atas ke bawah. Saya banyak berdoa, mudah-mudahan rasa penasaran mereka tidak membuat saya ketakutan. Sejak saat itu, saya berkata pada suami kalau saya nggak mau ditinggalin sendirian. ­čśä Suami kan nggak ngerasain, meski jelas kami ini turis, tapi suami gak pake jilbab. Yang menarik perhatian cuma saya. Maklum sih, meski Shenzen banyak lokasi wisata, tapi jarang ramai oleh turis dari mancanegara apalagi Indonesia. Tidak seperti Hongkong dan Macau yang memang menjadi salah satu tujuan wisata utama.

Sampai penginapan, kami membuka perbekalan dan ludeslah sebungkus Chitat*. ­čśä Alhamdulillaah bisa tidur nyenyak meski sangat kedinginan. Di tengah perjalanan kami sempat menyetok minuman soda, kan minuman soda banyak kalorinya. Hehehehe.

Esok harinya sejak pagi kami sudah nongkrong di Splendid of China. Sampai sore, kami hanya mengganjal perut dengan biskuit Ore* dan minuman soda. Bila minumanya habis, kami beli lagi di vending machine. Saat kembali ke penginapan, kami masih belum juga menemukan makanan halal. Badan udah lemes. Craving for food. Nggak mau makan snack lagi. Maunya makan beneran. Celakanya kami masih harus pindah penginapan karena kami berencana akan mengunjungi Window of the World (WOTW). Kami pindah ke tempat yang lokasinya tak jauh dari sana.

IMG_9563

Muslem Building at Splendid of China

Jadilah malam-malam geret koper naik MTR sambil kelaparan. Muka udah lecek abis. Sampai di MTR dekat penginapan, ternyata kami sudah melihat plang arah ke WOTW. Suami memutuskan untuk langsung kesana, karena diatas jam 7 malam, tiket hanya setengah harga! Jam 8-10 malamnya kami berjalan-jalan berusaha menikmati suasana di sana. Bisa dibayangkan, seharian nggak makan, sambil geret koper segede gaban. Badan rasanya kayak dipatahin semua dari atas sampe bawah.

IMG_3770

muka lecek tapi masih foto-foto ­čśä

Pulang dari WOTW menuju penginapan, saya udah merengek-rengek ke suami minta beliin KFC. Udah lemes banget. Tapi suami yang sempat melihat resto berlogo halal menyarankan untuk beli di resto saja. Saya hanya bisa berdoa mudah-mudahan restonya masih buka. Mau nangis rasanya. Nggak kebayang bakal sesulit ini cari makanan halal.

Ketika akhirnya kami melihat resto halal itu masih buka, ya Allah, sungguh kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata! Pemiliknya sepertinya pasangan suami istri. Si Bapak mengenakan peci, istrinya sumringah dan excited sekali melihat saya. Saya jadi penasaran, pernah ada turis berjilbab yang sebelumnya kesini gak ya?

IMG_9561

resto tampak depan dan dalam. banyak juga penduduk lokal yang makan disini. can you spot Bapak Ibu pemilik resto? 

Seperti normalnya di Shenzen, menu yang ada pun pake Bahasa Mandarin. Susah payah menjelaskan ke ibunya, akhirnya beliau mengerti dan memberikan menu bertuliskan abjad. Problem lain muncul saat kami meminta dibungkus atau takeaway. Kami sampai harus menggunakan bahasa isyarat tangan supaya mereka paham. Alhamdulillaah kami bisa makan di penginapan dengan tenang. Kami membeli menu noodle dengan dua macam masakan. Tak lupa taburan abon sebagai penambah cita rasa kenikmatan.

IMG_9566

Alhamdulillaah dikasi menu ber-huruf abjad ­čśÇ

IMG_9568

noodle chinese food bertabur abon

Selesai berlibur di Shenzen, kami menuju Macau. Terasa sekali atmosfir bahwa Macau merupakan tujuan wisata. Banyak turis berlalu lalang yang juga mengenakan jilbab. Alhamdulillaah saya nggak lagi jadi pusat perhatian! *terharu* Meski lagi-lagi kami sulit menemukan makanan halal, tidak menjadi masalah karena kami sudah bawa bekal makanan dari resto di Shenzen. Huehehehe. Ditambah dengan sebuah Portuguese Egg Tart super enak pengganjal perut, di Macau kami bisa makan dengan tenang.

IMG_9565

menikmati portuguese egg tart dalam kapal feri menuju Hongkong sembari melewati jembatan Macau

Ketika akhirnya menginjakkan kaki di Hongkong, uwaaahhh kami langsung menemukan masjid di tengah-tengah Kowloon. Bertebaran sekali wanita berjilbab dan di penginapan kami Chunking Mansion, tak henti-hentinya mendengar sapaan orang yang mengucapkan salam. Resto yang menjual makanan halal pun mudah dijumpai. Masya Allah. Kami juga sempat mengujungi Masjid Ammar dan Osman Ramju Sadick Islamic Centre di daerah Jordan untuk menikmati dimsum halalnya yang super famous.

IMG_9572

sampai di Chunking Mansion langsung cari makan dan porsi sebanyak inipun ludes

IMG_9564

Islamic Centre Canteen yang selalu ramai. kalau kesini agak siang, bisa udah gak kebagian dimsum

IMG_9562

the famous halal dimsum. disini juga banyak menu selain dimsum

Tidak sulit mencari makanan halal di Hongkong. Yang sulit adalah mencari makanan yang halal dan murah. Pilihan kami jatuh pada mie instan halal yang banyak dijual di toko-toko sepanjang jalan. Hemat beb. Harganya bisa sampai 1/5 dari harga restoran. Toh di penginapan rata-rata juga menyediakan air panas. Hihihi.

Saat di Disneyland, karena bakal maen seharian, nggak mungkin kami nggak makan siang. Kami menemukan tiket hemat di elevenia dengan harga 750.000/orang include meal voucher seharga 250.000. Bisa ditukar di resto yang menyediakan penukaran, alhamdulillaah kami bisa menukar di Tahitian Resto yang menunya halal. Surprisingly, porsinya gede banget dan udah termasuk minuman! Cukuplah buat ngerapel makan siang-malam.

IMG_9570

singapore laksa noodle and chicken satay. masing-masing porsi worth IDR 250K :O

Di Cina, mencari tempat sholat (prayer room) juga merupakan tantangan tersendiri. Ketika di Splendid of China, kami tidak menemukan tempat sholat khusus dan memang tidak disediakan. Hanya saja banyak ruang yang bisa dimanfaatkan, seperti ruangan di dekat tempat berfoto dengan menggunakan cosplay baju adat Cina. Untuk di WOTW, kami tidak sempat sholat di sana karena langsung pulang ke penginapan. Begitu juga saat berkeliling Macau. Jarak yang sangat dekat dari satu tempat ke tempat lain menjadikan kami bisa pulang ke penginapan sewaktu-waktu. Lain halnya ketika di Disneyland, memang di sana tidak terpampang jelas ada prayer room. Namun saat menanyakan pada pusat informasi, kami diberikan ruangan khusus untuk melaksanakan sholat. Alhamdulillaah. Seharian penuh di Disneyland tidak perlu khawatir terlewat waktu sholat.

Bepergian ke negara di mana muslim tidak menjadi mayoritas merupakan hal yang cukup menantang. Apalagi dengan jilbab yang sudah pasti menarik perhatian banyak orang. Melalui pengalaman ini saya belajar banyak hal. Diantaranya, bahwa sebenarnya kita bisa menerapkan kepercayaan yang kita anut di mana saja tanpa dihantui oleh rasa takut. Asalkan meyakini bahwa apa yang kita lakukan sudah sesuai dengan tuntunan agama dan tidak sedikitpun meragukan ketentuan Allah meski sangat sulit menjalankannya. Saya juga sangat bersyukur, di Indonesia sangat banyak sekali bisa ditemukan masjid, makanan halal serta bisa mengenakan jilbab tanpa harus dianggap suatu hal yang aneh. Maka akan kurang bijak bila sebagai umat Islam yang hidup di Indonesia, tidak memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya.

IMG_3913

unforgettable Shenzen trip. wajah sumringah soalnya udah mau move on ke Macau ­čśä

Satu hal yang saya rasa masih kurang. Saat pergi ke luar negeri, masih ada sedikit rasa ketidakpercayaan dalam diri. Bahwa saya bisa membawa nama baik agama saya. Maka saya bertekad untuk trip selanjutnya, saya akan lebih percaya diri menunjukkan kepada orang di luar sana, bahwa saya adalah pemeluk Islam yang dengan bangga mengenakan jilbab sebagai penutup kepala.

Website suggestion :

  1. https://www.halaltrip.com/attraction-details/174/splendid-china-chinese-folk-culture-village/
  2. https://www.halaltrip.com/attraction-details/173/window-of-the-world/

 

Survival Trip : Sleeping at Changi Airport

Tags

, , , , , , , , ,

IMG_3603

hall besar di sudut Changi yang dimanfaatkan untuk tidur

Bulan Maret-April kemarin saya berkesempatan untuk merasakan traveling sendirian ke luar negeri. Enggak murni sendirian sih, lebih tepatnya naik pesawat sendirian PP dari Surabaya ke Hongkong dan harus transit dan menginap di bandara.

Perburuan tiket yang murah mengharuskan saya transit selama 6-7 jam di Bandara Changi. Alhamdulillaah dapet tiket promo Singapore Airlines 2,8 juta pp all in termasuk meal dan free bagasi 30 kg. Lebih murah dari maskapai low cost yang masih sekitar 4 juta-an. Jadwal flight saya SUB-SIN 27 Maret jam 18.40 lanjut SIN-HKG 28 Maret jam 07.35 dan HKG-SIN 4 April jam 19.55 lanjut SIN-SUB 5 April 07.50.

Saya merencanakan liburan ke Hongkong, Shenzen dan Macau bersama suami. Lagi-lagi karena jadwal, maka kami baru bisa bertemu di bandara Hongkong karena suami flight dari Beijing. Praktis saya harus menginap di Changi sendirian. Meskipun sudah pernah menginjakkan kaki di Changi, rasa deg-degan masih tidak terelakkan. Bisa nggak ya survive pergi sendirian? Cewek, pake jilbab, pergi jauh ke negeri orang.

Karena kebiasaan yang prepare banget, saya sampai browsing dan menyimpan denah bandara Changi dari terminal 1-3. Mengira-ngira akan turun di gate mana, harus jalan kemana dan naik apa untuk bisa ke snooze lounge. Ya, bandara Changi dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik di dunia untuk transit a.k.a tidur. Di spot tertentu, mereka menyediakan kursi panjang untuk berbaring. Syaratnya cuma dua, belum keduluan dipakai orang dan punya boarding pass untuk penerbangan selanjutnya. Mengingat Changi adalah bandara transit dan beroperasi selama 24 jam, harus punya strategi matang biar kebagian kursi tidur. Apalagi dari gate satu ke lainnya jaraknya sangat jauh. Begitu turun dan tahu di gate berapa, harus segera lihat denah biar tahu kemana arah yang harus dituju.

IMG_3560

snooze lounge yang nyaman untuk tidur

 

Selain snooze lounge, yang tak kalah penting adalah mushola/prayer room karena saya masih akan melewati waktu subuh sebelum flight selanjutnya. Saya juga menandai spot makanan halal, barangkali tengah malam kelaparan meski udah dapet meal di pesawat.

Apa saja perlengkapan yang perlu disiapkan?

  1. Baju yang nyaman. Selama perjalanan masih belum butuh foto-foto, kecuali kamu seorang artis yang airport fashionmu akan sangat diperhatikan orang. Saya aja pakai jilbab bergo alias slobokan.
  2. Jaket untuk menutupi badan saat tidur.
  3. Kain yang lebar (bisa sarung bali) untuk menutup badan bagian bawah.
  4. Yang paling penting : bantal leher.
  5. Perlengkapan tidur lainnya (misal penutup mata, kaos kaki, dkk)
  6. Ambil airport map seketika setelah mendarat. In case semua alat elektronikmu mati dan kamu belum sempet ngecas. Biar kamu juga nggak bolak-balik mencet airport directory gara-gara buta arah.

 

IMG_3556

booklet panduan bandara yang bisa diambil secara cuma-cuma

IMG_3569

ready to sleep

Pada dasarnya, Changi adalah bandara yang aman. Ditinggal tidurpun tasmu nggak akan ilang. Pun kalo nggak kebagian kursi di snooze lounge, bisa langsung ngglethak di lantai yang full karpet kalo nggak nyaman mlungker tidur di sofa yang banyak tersedia di sana. Tapi untuk jaga-jaga nggak ada salahnya, saya tidur sambil mendekap tas ransel. Itung-itung jadi guling.

IMG_3625

pilihan tempat lain untuk tidur

Saat transit menuju Hongkong, saya akhirnya dapet spot di snooze lounge setelah menunggu kurang lebih 1 jam. Saya bertahan untuk menunggu karena ada tanda-tanda penumpang yang akan pergi : hanya berbaring saja, nggak tidur. Atau tidur tapi nggak full gear. Cuma merem aja nggak pakai selimut, kaos kaki atau penutup mata. Kebetulan saat itu ada perbaikan sehingga istirahat saya nggak begitu nyenyak. Jam 3 pagi dibangunkan oleh petugas imigrasi dan polisi bandara untuk pemeriksaan boarding pass. Kalo nggak punya? Akan diminta untuk segera meninggalkan lokasi transit menuju free hall. Seragamnya sih rada horor. Bawa pistol laras panjang segala. Tapi saya mah adem-ayem aja. Saya kan punya boarding pass. Wek.

Memasuki waktu subuh saya ke prayer room, harus berjalan kaki agak jauh dari snooze lounge. Kemudian ke kamar mandi sebentar untuk bersih diri dan siap untuk penerbangan selanjutnya. Keluar kamar mandi saya menyempatkan berkeliling bandara. Pukul 05.00 pagi masih sangat sepi. Banyak hall besar yang ternyata dipakai tidur tidak hanya oleh penumpang, tapi juga petugas bandara. Mereka menggunakan sleeping bag sebagai alas. Saya rasa Changi benar-benar memanjakan para traveler. Tiba-tiba saya kepikiran gimana entar di bandara Hongkong bakal ngehubungin suami, kan nggak punya simcard sana. Thanks to technology, pasti ada wifi gratis lah ya sampai ke hall kedatangan.

IMG_3616

subuh di Changi

Sampai di Hongkong saya langsung menuju hal kedatangan untuk mencari kursi tunggu. Setelah beristirahat dan mengelilingi booth di bandara, pesawat suami akhirnya tiba. Melihat suami muncul dari pintu kedatangan tidak pernah sebahagia ini. Yeay! Finally kami liburan lagi. Atas perlindungan Allah, saya bisa melalui perjalanan sendirian menuju Hongkong tanpa kurang suatu apapun.

IMG_3643

welcome to Hongkong ­čśÇ

Perjalanan pulang dari Hongkong seharusnya terasa lebih mudah. Sayangnya saya harus turun di gate dan terminal yang berbeda saat berangkat. Otomatis harus mencari-cari lagi. Saya pun tidak kebagian snooze lounge di dekat gate keberangkatan dan tidak ada tanda-tanda akan ada penumpang yang bangun dan pergi. Jadilah saya melangkahkan kaki ke mushola untuk tidur di sana mengingat flight pagi yang mepet dengan waktu subuh dan saya nggak mau ngemper di lantai karpet. Daripada saya harus bolak balik gate-mushola-gate. Ternyata tidur di mushola adalah pilihan yang salah. Karena mushola di Changi sangat dingin sekali. Bahkan jaket super tebal tak mampu menghangatkan. Saya terbangun berkali-kali karena kedinginan. Setelah subuh saya menuju gate keberangkatan dan menyadari, suhu di luar mushola jauh lebih hangat.  Apalah daya, sudah terlanjur. Selama di pesawat menuju Surabaya, saya benar-benar membayar hutang tidur. Sejak take off sampai landing sudah memejamkan mata dan baru melek waktu pesawat sudah di Bandara Juanda.

IMG_4603

see you, Hongkong!

 

Bila sebelumnya saya yang menyambut suami di pintu kedatangan, kali ini suamilah yang menyambut saya. Beliau beruntung mendapatkan tiket direct flight dari Hongkong ke Surabaya. Meski saya lebih dulu meninggalkan Hongkong, beliau yang lebih dulu tiba di Surabaya.

IMG_4670

ada yang lelah kena flight pagi buta

Trip kami berakhir. Alhamdulillaah atas ijin Allah saya berhasil melalui perjalanan pulang pergi keluar negeri sendirian. Kuncinya adalah banyak berdoa. Minta ridha dari suami bahwa beliau mengizinkan kita perjalanan sendirian. Kuasai informasi selengkap-lengkapnya. Dan ini adalah pengingat kemanapun saya pergi : selama kamu masih bisa membaca dan bertanya, kamu nggak akan nyasar. ­čśä

source :

  1. http://www.sleepinginairports.net/
  2. http://id.changiairport.com/facility/napping-area