Tags

, , , , , , ,

IMG_8659

Saya seorang dokter. Tapi saya tidak mendapatkan ASI Eksklusif. Dari ibu saya yang juga dokter, begitu pula dengan ayah saya. ASI iya. Susu formula iya. Saya pun juga tidak di IMD. Nah lho. Kok bisa?

Pengakuan ibu, saat itu beliau sama sekali tidak tahu menahu tentang ASI Eksklusif dan IMD. Di bangku kuliah pun tidak diajari. Seminar ASI apalagi. Sebagai ibu yang bekerja, beliau juga belum dibekali informasi tentang bagaimana cara menyimpan ASI (saya lahir tahun 1990).

Hari Minggu kemarin saya berkesempatan mengikuti Kelas EdukASI yang diselenggarakan oleh Aimi Malang. Saya mengikuti kelas tersebut karena sebagai seorang tenaga kesehatan, pegetahuan saya tentang proses menyusui masih sangat kurang. Saya cuma tahu secara definisi apa itu ASI Eksklusif dan IMD. Meski saya belum memiliki seorang anak, saya percaya bahwa membekali diri dengan ilmu itu lebih baik daripada hidup dalam ketidaktahuan dan tidak ingin mencari tahu.

Selain ingin memberikan yang terbaik bagi anak saya kelak, saya juga ingin membagikan ilmu saya kepada siapapun yang bertanya mengenai ASI. Sehingga saya bisa mengetahui ilmunya secara lebih lengkap.

Saya sendiri tidak diberikan ASI Eksklusif oleh orang tua. Karena saya ingat bila dulu ayah pulang bekerja, beliau selalu membawa oleh-oleh susu formula gratis yang diperoleh dari tempat beliau bekerja. Ibu saya saat itu masih koas, sehingga mungkin bisa disamakan dengan ibu yang bekerja.

Saya lupa apakah saat kecil saya sering sakit, apakah saya pernah sakit parah. Toh meski saya tidak mendapatkan ASI Eksklusif, saya juga bisa jadi dokter. Namun testimoni dari satu orang tidak bisa mewakili keseluruhan populasi. Penelitian dibuat agar bisa diketahui secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, apakah sesuatu hal memberikan manfaat atau tidak bagi mayoritas orang. Sudah banyak penelitian tentang hubungan kecerdasan seseorang dengan pemberian ASI Eksklusif.

Waktu kecil, saya suka sekali minum susu. Bila melihat televisi pun sering melihat iklan susu formula dengan segala macam promosinya. Saya ingat betul sebuah merk susu yang saat itu sedang terkenal, merknya adalah Lact*na. Sampai saat ini, berbagai merk susu formula telah diluncurkan di Indonesia, dengan berbagai harga dan promosi kelebihan masing-masing produk.

Berbeda halnya dengan cerita yang saya dapatkan saat suami pergi ke Australia. Beliau tidak menemukan susu formula di supermarket. Setelah bertanya kepada rekan yang tinggal disana, memang susu formula sangat dibatasi sekali. Tidak dijual bebas dan digunakan hanya atas rekomendasi dari dokter. Sangat berbeda sekali dengan kondisi di Indonesia dimana susu formula diberikan kepada bayi padahal ibu dan bayi dalam keadaan sehat wal’afiat.

Di Indonesia, tantangan ASI Ekslusif sangat besar sekali. Mulai dari budaya dan pemahaman keliru yang sudah mengakar, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya informasi, ibu yang bekerja, serta gempuran promosi dari industri susu formula. Maka saya meneguhkan diri untuk mengikuti Kelas EdukASI untuk menambah wawasan dan bisa menyebarluaskan informasi yang saya peroleh.

IMG_8618

Kelas EdukASI ini diselenggarakan oleh AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia). Organisasi ini terbentuk dari ide beberapa ibu yang ingin membentuk support group kepada para ibu menyusui dan mendampingi bila ada masalah dalam prosesnya.

Materi disampaikan dengan sangat baik sekali, dari segi cara maupun konten. Meski kadang masih dijumpai data tanpa sumber yang tercantum dengan jelas, akan tetapi secara keseluruhan dasar ilmu yang diajarkan sudah sangat baik. Untuk tenaga kesehatan, perlu diingat, ini bukan presentasi ilmiah yang harus menampilkan pustaka di setiap slidenya.  Kita bisa memperdalam bukti ilmiahnya lagi diluar kelas.

IMG_8631

Di AIMI Malang, kegiatan tidak hanya terbatas pada Kelas EdukASI saja. Namun kita bisa meminta konseling (dipanggil ke rumah atau ke rumah sakit), bisa juga berbelanja tentang kebutuhan untuk menyukseskan ASI Eksklusif.

Kelas EdukASI 1 berisi materi tentang :

  1. Tatalaksana inisiasi menyusu dini (IMD).
  2. Manfaat menyusui dan risiko susu formula.
  3. Dukungan pemberian ASI dan peraturan perundang-undangan.
  4. Mengenal anatomi payudara, posisi dan perlekatan menyusui yang efektif.
  5. Hari-hari pertama kelahiran bayi.
  6. Kunci keberhasilan menyusui.

Tema di atas diberikan oleh dua pemateri dari AIMI. Dua orang ibu yang sudah berpengalaman memberikan ASI kepada anaknya serta memberikan konseling bagi ibu-ibu yang menbutuhkan pendampingan.

Kelas ini tidak hanya untuk ibu hamil atau menyusui saja. Akan tetapi para ayah, dan keluarga lainnya seperti ibu atau ibu mertua (nenek bayi) juga harus diberi pemahaman yang benar tentang ASI. Karena keberhasilan ASI Eksklusif tidak semata-mata hasil dari usaha ibu, tapi juga atas dukungan dan motivas dari suami dan keluarga dekat.

IMG_8633

Sedikit review tentang tema yang disajikan yaitu :

  1. Saya sebagai tenaga kesehatan baru memahami makna IMD akhir-akhir ini dan menyadari bahwa tidak semua tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan tahu dan mau menerapkan IMD. Maka untuk ibu yang ingin menerapkan IMD, bisa hospital shopping sebelum melahirkan untuk mengetahui mana saja fasilitas kesehatan yang pro IMD.
  1. Materi kedua adalah titik penting ilmu yang harus diketahui secara ilmiah mengapa ASI adalah yang terbaik dan susu formula tidak bisa menggantikannya.

Apa sih bedanya ASI dan susu formula? Seringkali kita tidak tahu menahu. Entah karena propaganda iklan yang berlebihan, informasi yang tidak pernah sampai atau kita sendiri yang tidak berusaha mencari tahu.

Mulai dari zat yang dikandung. Susu formula memang mengandung beberapa zat yang berguna, tapi sayangnya itu hanya berguna untuk menggemukkan bayi saja.

Sedangkan ASI? ASI memiliki faktor kekebalan (IgG, IgM, leuoksit,  komplemen), faktor pertumbuhan (TGF, HGF, Epo dsb) yang membuat anak tidak mudah sakit dan tumbuh secara maksimal.

Padahal di dunia medis, harga 1 cc dari faktor kekebalan/faktor pertumbuhan murni harganya bisa mencapai 4 juta!!! Sedangkan ASi memiliki lebih dari 20 jenis faktor tersebut secara cuma-cuma.

  1. Pemberian ASI bahkan IMD pun sudah diatur oleh undang-undang! Betapa sebenarnya pemerintah sudah sangat memikirkan hal ini meski pelaksanaannya masih jauh dari sempurna. Apalagi undang-undang tentang promosi susu formula yang banyak dilanggar, pemberian ruang di tempat kerja maupun tempat umum bagi ibu yang menyusui, dan lain-lain.
  1. Saya pikir posisi menyusui ya gitu aja (efek punya delapan adik). Tapi ternyata ada berbagai posisi, dan kita harus tahu prinsipnya agar proses menyusui berjalan dengan baik.
  1. Di hari-hari pertama kelahiran bayi, kita akan banyak dihadapkan pada gosip maupun mitos yang banyak beredar. Kemudian kita stress dan sibuk memikirkan apa yang dilontarkan oleh orang lain. Ada baiknya kita membekali dengan ilmu yang benar sehingga tidak perlu stress. Mungkin bisa juga menerapkan bahwa tamu baru boleh menjenguk setelah 7 hari kelahiran bayi, agar bisa memberikan waktu bagi ibu untuk bonding dengan buah hatinya.
  1. Saat hamil seringkali kita sibuk dengan persiapan menyusui. Yang katanya harus dibersihkan, dipijat dan ini itu. Tapi sebenarnya tidak perlu. Yang diperlukan saat hamil adalah mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya, mencari dukungan dari keluarga, dan menemukan rasa percaya diri bahwa kita bisa memberikan ASI Eksklusif untuk ananda.

Di Kelas EdukASI ini juga disajikan berbagai video yang bisa disimak agar ilmu yang didapatkan lebih mantap. Kelas yang kecil (maksimal 20 orang) dan nyaman juga memberikan rasa fokus sehingga ilmu bisa diserap dengan baik.

Saya lupa-lupa ingat apakah di puskesmas sudah ada hal serupa (penyuluhan tentang ASI Eksklusif) yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di daerahnya. Mengingat harga yang harus dibayar untuk mengikuti Kelas EdukASI ini sulit dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Kemudian saya membayangkan bila seluruh ibu di Indonesia mendapatkan informasi seperti ini, masa depan generasi Indonesia akan sangat cerah sekali.🙂

Sekali lagi, nggak rugi ikut Kelas EdukASI!🙂

Ps : semua peserta diberikan materi softcopy nya. Bila ingin dibagi, boleh mencantumkan emailnya untuk nanti saya forward.🙂

#Penulis tidak memperoleh imbal balik apapun dari AIMI. Tulisan ini murni hasil review setelah mengikuti kelas EdukASI

IMG_8653

IMG_4531